Manfaat Lobak Sebagai Penghangat Tubuh Alami

Sepiring salad itu tampil menarik di meja makan Ny Matsumura. Selain tomat cherry, gerkin, dan selada, di sana tampak irisan umbi berwarna merah dan hijau. Itulah lobak baru yang didatangkan dari Jepang. “Rasanya renyah dan pedas,” kata ekspatriat Jepang yang tinggal di Bandung. Kerinduan akan kelezatan lobak kini terobati.

Di rumahnya di pemukiman Graha Puspa, Cihideung, Bandung, lobak baru selalu menjadi menu utama salad. Bukan tanpa alasan bila perempuan Jepang itu menambah lobak merah dalam menu saladnya.

Lanjutkan membaca

Raup Untung Lewat Keripik Kentang

Asap mengepul dari wajan berdiameter 1 m. Tangan Etty Tamir terus bergerak membolak-balik irisan tipis kentang. Sesekali perempuan asal Batur itu menyeka peluh dengan handuk yang dikalungkan di leher. Setiap hari ia mengolah 1 ton kentang menjadi 100 kg keripik. Dari usahanya itu Etty meraup laba bersih sekitar Rp4-juta per bulan.

Di dapur rumahnya di Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, begitulah aktivitas Etty setiap hari. Sejak 4 tahun silam ia menggeluti usaha keripik kentang.

Lanjutkan membaca

4 Varietas Kentang Unggulan Untuk Industri Dan Bisnis

Gara-gara Dr Enrique pulang ke kampong halaman di Peru, riset untuk menghasilkan klon unggulan terhenti. Sekitar 40 klon unggulan pang sudah dihasilkan pun mengonggok di gudang
Balitsa. Selama 3 tahun Dr Rofik Sinung Basuki dan Ir Kusmana — keduanya periset Balitsa —melanjutkan penelitian. Hasilnya 4 varietas kentang industri top sesuai keinginan industri dan pekebun.

Usaha Rofik dan Kusmana mencari-cari umbi di gudang bukan tanpa alasan. Mereka prihatin karena perkembangan kentang industri di Indonesia terhambat.

Lanjutkan membaca

Raup Untung Melalui Produk Pertanian Organik Skala Kecil

Produk organik dicirikan oleh rasa renyah, manis, dan padat. Perlakuan tanpa pestisida dan bahan kimia sintetis dalam proses budidaya jaminan bagi para konsumen akan sayuran sehat. Itulah sebabnya kini ia makin diminati banyak kalangan.

Sayangnya produk organik masih identik dengan harga mahal. Penetapan harga mahal bukan semata mengejar keuntungan belaka.

Sebab para pelaku organik sampai saat ini belum bisa meningkatkan produksi. Di lain pihak serapan pasar produk organik belum terlalu tinggi.

Lanjutkan membaca

Manfaat Dan Produk Dari Kayu Cendana

Di atas anglo mungil, minyak cendana itu dihangatkan oleh nyala lilin. Aromanya memenuhi ruangan yang bercitra natural. Tak jauh dari anglo perempuan muda menelungkup di atas dipan. Seiring irama musik yang mengalun lembut, terapis memijat setelah mengoleskan minyak cendana di punggung perempuan itu.

Minyak cendana senantiasa hadir di spa-spa atau pusat perawatan tubuh yang kini menjamur di kota-kota besar. Bagi masyarakat perkotaan yang amat peduli terhadap kesehatan plus kecantikan, pergi ke spa merupakan gaya hidup.

Lanjutkan membaca

Serangan Hama Pada Kayu Cendana

Budidaya cendana bagaikan menapak jalan licin dan terjal. Sekali terpeleset kematian membayang. Perawatan adalah jalan licin dan terjal itu. “Yang bisa selamat mencapai umur 4—5 tahun hanya 20%. Itu pun sudah luar biasa, “ujar Ir M Kudeng Sallata, MSc, kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusatenggara di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Boleh dibilang pada tahap pembenihan sampai penyemaian, tingkat kelolosan hidup cendana cukup tinggi. Persentase keberhasilan yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara sebagai salah satu pemasok benih mencapai 85%.

Lanjutkan membaca

Peranan Tanaman Pendukung Agar Budidaya Cendana Lebih Efektif

Empat puluh hari sudah biji cendana Santalum album bersemayam di kegelapan bawah tanah. Kini dari bahan tanaman seukuran biji pepaya berwarna cokelat kekuningan itu muncul akar-akar baru. Bukannya mencari hara, serabut-serabut halus itu malah bergerilya mencari akar tanaman
lain. Begitu bertemu, bak tangan gurita ia langsung membekap erat dan tak pernah lagi dilepas. Karena pada sang inanglah cendana menggantungkan kelangsungan hidup.

Pantas saja selama ini penangkar selalu gagal membibitkan kayu harum itu.

Lanjutkan membaca

Kendala Umum Yang dihadapi Petani Cendana

Dua buah kuali baja bergaris tengah 2 m itu diselimuti debu.Sebilah papan berukuran 4mx4 m tampak menyungkupi permukaan kuali. Di atas papan itu tergeletak 2 kursi plastik berwarna merah. Kusam dan berdebu pula. Suasana di sebuah pabrik pengolah cendana di Batu Plat, Kecamatan Alak, Nusa Tenggara Timur, itu menjadi pemandangan biasa sejak cendana semakin langka diperoleh.

Pabrik yang berdiri sejak 1974 itu kini memang bagai hidup segan mati pun tak mau.

Lanjutkan membaca

Budidaya Lidah Buaya Di Agropolitan Pontianak

Sejumlah US$13.000. Itulah target pendapatan per kapita per tahun penduduk kota Pontianak pada 2005. Sebuah angka yang niscaya diraih bila rencana pengembangan agroindustri lidah buaya dari hulu ke hilir bergulir lancar.

Sebutlah kata Pontianak. Maka di benak sebagian orang melintas tentang pepaya pontianak yang berukuran mungil. Namun, tak salah pula bila yang teringat adalah lidah buaya.

Aloe vera memang salah satu produk andalan ibukota Provinsi Kalimantan Barat.

Lanjutkan membaca

Implementasi Bioteknologi Untuk Tanaman hias dan pertamanan

Meski baru berkiprah sejak 2001, PT Bumi Teknokultura Unggul, Tbk (TEKNO) sudah mampu menembus pentas dunia. Lewat divisi bioflora yang menangani komoditas tanaman hias dan pertamanan, Bumi Teknokultura Unggul Tbk berhasil menembus pasar Eropa, pusat lelang terbesar dunia. Tak kurang dari 200 jenis tanaman tropis Indonesia kini akan diperkenalkan perusahaan itu di pasar Eropa.

Selain melakukan ekspor tanaman hias, perusahaan juga aktif membangun dan mendukung    program rehabilitasi kawasan hutan

komoditas tanaman hias dan pertamanan

Kualitas bibit prima dan seragam

kultuna lewat divisi bioplant yang dimotori oleh sri lestari.

Lanjutkan membaca