3 Jenis Kayumanis Unggulan Sebagai Komoditi Ekspor

Sepuluh tahun menanti Mahmud, pekebun kayumanis di Kabupaten Kerinci, Jambi, dapat mengupas 3—5 kg kulit kering Cinnamomum sp. Sayang harganya cuma Rp3.000/kg kering. Setelah itu ia harus sabar menunggu 6 tahun lagi. Pekebun kayumanis merasa getir, meski tiga jenis selalu diminta pasar. Kulit kayumanis yang diambil Mahmud itu kelak disuling menjadi minyak kayumanis. Selain kulit,Lanjutkan membaca

Menikmati Buah Duren Tanpa Mabuk Durian

Cobalah Durian kerantongan asal hutan-hutan di seputar Tarakan, Kalimantan Timur. Aroma tak menyengat, daging bertekstur lembut, manis, dan tak membuat enek. “Makan 5 buah pun tak akan mabuk,” tutur Gregori Hambali, kolektor di Bogor. Yang tak kalah enak durian tarian berdaging merah. Kami pertama kali mencicipi kerantongan saat berkunjung ke Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Hutan-hutanLanjutkan membaca

Jalan Jalan Di Pandeglang Surga para Penikmat Durian

“Ini durian pandeglang, dijamin manis,” tutur seorang pedagang di salah satu sudut Pasar Parung, Bogor. Tanpa ragu ia buka sedikit kulit buah, lantas menyodorkan secuil daging untuk adisucipto. Hm…sipedagang memang tak bohong. Rasa manis legit langsung menggoyang lidah. Supaya lebih puas, yuk telusuri langsung ke sentra durian di Pandeglang. Memasuki Kabupaten Pandeglang dari arah SerangLanjutkan membaca

Kreasi Anggur Salak Rasa Tapai Ketan Kreasi Petani Salak Dari Bali

Bila sekali waktu Anda datang ke sentra penanaman salak di Desa Telagae, Karangasem, Bali, cobalah tengok ke toko-toko penjaja oleh-oleh khas setempat. Di situ tersedia botol-botol transparan berisi larutan bening. Anda pang tak meminum alkohol, hati-hati. Itu anggur hasil fermentasi salak bali. Tetap penasaran ingin mencicipi? “Rasanya seperti tapai ketan,” tutur I Wayan Putu Ardika,Lanjutkan membaca

Solusi Walet Mogok Bersarang Dengan Menggunakan Menara Air

Pemilik rumah walet di pantai utara Jawa waswas. Tambang emas itu terancam akibat produksi melorot tajam hingga 60%. “Iklim rusak akibat hutan terus dijarah,” ujar Ir Rosich Amsyari, peternak di Surabaya yang juga mengalami nasib serupa. Dengan mendirikan “menara” air yang sederhana, kecemasan itu tak berkepanjangan. Penurunan produksi mencapai 60% jelas sangat mengkhawatirkan. Jika sebuahLanjutkan membaca