Selasa, 20 Oktober 2020

Berkebun Organik Menghapus Duka

Banyak cara dilakukan untuk memupus kesedihan. Melly Manuhutu yang berduka lantaran keguguran memilih berkebun sayuran organik. Kesibukan menanam beragam sayuran benar-benar mampu menghapus lara. Artis kelahiran 5 Juli 1975 itu malah bertekad serius di bisnis sayuran menyehatkan.

Sepetak lahan seluas 1 ha di samping vila pribadi di Ciburial, Cipanas, Cianjur, kini terhampar bedengan-bedengan beraneka sayuran. Ada brokoli, selada, tomat, terung, bayam merah, dan bunga kol. Tak ketinggalan wortel, sawi, dan kangkung. Saat BudidayaTani berkunjung ke sana beberapa sayuran terlihat siap panen.

Tanaman bahan pestisida nabati seperti kacang babi dan tagetes tampak mengelilingi guludan. Persis di depan kebun yang menjorok ke arah vila, berdiri sebuah saung seluas 50 m2. Di sanalah Melly menyemai benih sayuran.

Berkebun organik
Berkebun organik, pelampiasan atas kesedihan

Sedikit sayuran

Artis itu tak serta-merta mengelola sehektar lahan. Di awal usahanya hanya ditanam beberapa sayuran seperti selada dan wortel di lahan seluas 1.000 m2. Kedua komoditas itu dipilih lantaran di sekitar kebun banyak petani menanam. Panen pun untuk dikonsumsi sendiri. Setelah panen perdana usaha berkebun organik ditekuni lebih serius pada Januari 2003.

“Bagi orang-orang yang mengerti, mereka tentu lebih memilih sayura organik ketimbang konvensional,” ujar Melly. Sayuran organik lebih menyehatkan. Proses budidaya pun lebih ramah lingkungan.

Sebab itu memasuki Febuari ia bermitra dengan 3 pekebun setempat. Komoditas yang ditanam pun lebih beragam menyesuaikan dengan yang ditanam pekebun. Sistem kerjasama yang dipakai seperti jual beli biasa. Pekebun plasma membudidayakan komoditas yang ditentukan. Seluruh produksi ditampung Melly dengan harga lebih tinggi daripada sayuran nonorganik.

Menurut wanita berambut ikal itu, bukan melulu keuntungan yang dikejar. Namun, yang utama manfaat bagi kesehatan. Target tetap ada, tapi tak bisa terlalu dipaksakan. Maklum, hasil panen sayuran organik tidak selalu konstan lantaran memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan tanpa direkayasa. Hal itu pula ia jelaskan pada setiap konsumen.

Banyak rekan-rekan bertanya mengapa tidak besar-besaran saja mengelola bisnis ini. Pertanyaan itu bijak disikapi Melly. “Saya kan baru belajar,” papar finalis Gadis Sampul itu. Meski begitu keinginan menjadi besar tetap ada. Lagi pula sesuatu yang besar berangkat dari yang kecil. Sebab itu sampai kini ia baru melayani pesanan konsumen lewat telepon. Siapa yang pesan, langsung diantar ke tempat. Konsumen awal yang digaet kebanyakan masih teman-teman dekat.

Daun bolong

Lahan kebun
Lahan kebun organik

Melly tak sulit mencari pasar. Biasanya konsumen selalu bertanya soal kelebihan sayuran organik yang dipasarkannya. Malah tak jarang mengeluh lantaran sayuran itu berlubang-lubang. Karena itu pula wanita yang tinggal di Depok, Jawa Barat, itu selalu menyampaikan nilai lebih sayuran organik yang bebas pestisida dan pupuk kimia.

Soal sayuran daun yang berlubang, logikanya serangga atau ulat saja mau memakannya. Sebaliknya jika residu pestisida tinggi hama enggan memakan. Hal sama terjadi pada manusia. “Mereka akan mati secara perlahan-lahan karena residu kimia dalam sayuran,” ucapnya.

Pengetahuan itulah yang mendorong Melly untuk mengkonsumsi sayuran organik. Yang dimakan tak melulu selada, jagung manis, dan wortel. Terkadang disisipi kangkung dan bayam. Model itu tidak sendirian melahap. Sang suami tercinta, Prakaca Kasmir, ikut pula menemani. “Kalau berdua bisa nambah sampai dua kali. Rasanya lain, lebih manis,” ucap Melly.

Pilihan menyantap sayuran organik tidaklah tiba-tiba muncul. Tanpa disadari nyong Ambon itu sering menelannya. Ketika menyambangi vila di Ciburial, ladang sayuran organik tetangga memang sering dimintai.

Beragam pertanyaan konsumen memaksa Melly memperluas wawasan. Buku-buku hingga situs-situs internet tentang pertanian organik dilahapnya. Dari situ pula ia menyadari produk organik bisa mencegah pubertas dini pada anak-anak. Hal itu pula yang menjadi alat promosi terutama pada keluarga muda. Tak heran sebagian besar pembelinya kini justru keluarga yang memiliki anak balita.

Konsumen pun seringkah meminta bukti jika sayuran Melly itu organik. Sebagai langkah antisipasi sebuah surat dari labolatorium penguji selalu dibawa untuk diperlihatkan bila perlu. Sayuran yang diproduksinya memang sudah lolos uji bebas pestisida. Tanggungjawab yang diemban memang besar. Apalagi nama baiknya dipertaruhkan.

Wajar jika perempuan 28 tahun itu sangat menjaga kualitas produknya. Jika ada mitra nakal yang menyelipkan barang rusak, tanpa banyak cingcong hubungan kerjasama putus. Cara itu terbukti efektif. Sampai sekarang belum pernah ada mitra yang berulah.

sayuran organik
Serius di sayuran organik

Buka toko

Kontrol mutu menjadi syarat mutlak bagi Melly. Contoh sayuran yang dipanen perlu dicuci sebelum dimasukkan ke dalam kantung plastik. Terinspirasi oleh kemasan pasar swalayan di luar negeri, setiap sayuran dijajakan dalam kantung eksklusif dari kertas cokelat. Memang terlihat unik. Walaupun belum diberi label, di setiap kemasan itu tertera nama Melly sebagai distributor berikut nomor telepon selular yang bisa di hubungi.

Namun, pengiriman sayuran ke restoran cukup menggunakan keranjang. Sedikitnya 10 keluarga kini melanggani sayuran organik hasil budidayanya. Selain itu Melly memasok 3 restoran yakni restoran cina, jepang, dan ayam bakar khas Indonesia. Pengiriman rutin dilakukan seminggu 3 kali. Total volume sekitar 40 kg per sekali kirim untuk beragam sayuran seperti selada, wortel, kangkung, dan bayam. Tak ketinggalan lobak, kapri, dan kailan. Layanan antar dilakukan untuk pembelian minimal 5 kg.

Tanpa mau menyebutkan harga, Melly mengaku nilai rupiah sayurannya lebih murah ketimbang di pasar swalayan. Rata-rata sayuran itu dijual Rp3.000—40.000/ kg. Kerugian praktis tak ada. Namun beberapa waktu terakhir ini ia sempat kecele. Karena terburu-buru menjual ia tak tahu jikalau harga beli bawang daun dari petani naik. Padahal ia menjual dengan harga seperti biasa. Meski demikian harga sayuran organik ini relatif stabil malah cenderung naik, meski nilainya kecil.

Artis yang akan merilis album baru itu benar-benar sudah serius menekuni bisnis sayuran organik. “Dunia seni akan menjadi nomor dua sedangkan sayuran harus menjadi nomor satu,” tutur Prakaca Kasmir. Kedepan impiannya adalah memiliki toko khusus say uran organik. Bahkan terpikir dibenaknya untuk mengkoordinir tukang sayur berjualan sayuran organik.