Sabtu, 24 Oktober 2020

Proses Cuci dan Pemutihan Sarang Walet

Ketika sarang walet US$3.000/kg di pasar luar negeri, seorang eksportir menawar US$2.000 untuk sarang yang belum dibersihkan. Terhadap sarang bersih ia sanggup membeli US$2.700/kg. Selisih US$700/kg tidak kecil, kendati belum memperhitungkan penyusutan 5-10% saat pencucian. Alangkah baiknya jika para produsen sarang walet mengetahui proses pencucian.

Selama ini proses pencucian dan pemutihan dilakukan para eksportir atau perusahaan jasa pembersih sarang. Produsen jarang melakukan, kecuali yang sekaligus bertindak sebagai eksportir. Alasannya, selain diperlukan tenaga kerja dalam jumlah besar, juga banyak yang belum mengetahui tekniknya.

Teknik pembersihan sarang berbeda-beda tergantung jenis sarang. Setiap perusahaan punya cara tersendiri. Pencucian bertujuan menghilangkan bulu dan kotoran yang menempel. Lalu, untuk sarang-sarang yang berwarna cokelat, kekuningan, atau putih kotor diberi pemutih setelah dicuci. Karena pencucian dan pemutihan, kualitas sarang meningkat dan tahan simpan alias tidak cepat rusak. Harga jual lebih mahal, meskipun tebal-tipis, kadar air, dan warna juga turut menentukan.

Hindari Penggunaan zat kimia

sarang walet
Teknik pembersihan sarang

Sebetulnya konsumen lebih pienyukai sarang bersih alami. Sarang itu lebih aman dikonsumsi dan dijamin keasliannya. Namun, sarang super seperti itu langka. Jadi, sarang walet harus dicuci dengan sedapat mungkin menghindarkan pemakaian zat kimia.

Proses pencucian di perusahaan meliputi pembasahan dan pembersihan. Sarang dicelupkan beberapa menit dalam air supaya mekar. Selanjutnya bulu dan bekas pecahan cangkang dicabuti menggunakan pinset hingga sarang betul-betul bersih.

Pekerjaan ini dilakukan sangat hati-hati. Kalau tidak sarang rusak atau hancur. Setelah bersih khusus sarang gua putih dicelupkan kembali ke dalam air lalu ditiriskan di atas kain putih. Sarang rumah cukup disemprot air dan diangin-anginkan di atas wadah.

Pada tahap selanjutnya, bulu yang masih mengandung daging sarang direndam dalam minyak selama ± 15 menit dan diaduk perlahan. Bulu-bulu yang mengambang kemudian direndam dalam air hangat ± 10 menit untuk melepaskan kandungan minyak goreng. Selanjutnya bulu diangkat dan ditiriskan di atas kain putih kemudian dikeringkan.

Pengeringan sarang burung walet tidak boleh di bawah sinar matahari langsung atau oven. Proses pengeringan tidak dilakukan dengan oven karena keringnya tidak bisa merata (hanya bagian luarnya saja) dan dapat mengakibatkan perubahan warna, bau (tengik), serta ditumbuhi cendawan. Jika terlalu kering sarang burung walet mudah patah/remuk selama penyimpanan. Gunakan kipas angin, exhauster, dan dehumidifier selama 20- 24 jam.

Ala Hongkong
sarang burung walet
Sarang walet dicuci
Di Hongkong, sarang walet dicuci dengan metoda pembersihan sebagai berikut:
  1. Sarang yang masih mengandung bulu direndam dalam air semalaman.
  2. Air rendaman dibuang.
  3. Minyak goreng ditambahkan ke dalam sarang lalu diaduk dan diputar secara mekanik selama kira-kira 15 menit. Dengan begitu untaian sarang terpisah dari bulu-bulu dan hancuran lain. Sarang terpisah menjadi bagian-bagian kecil.
  4. Tambahkan air dalam jumlah banyak.
  5. Bulu-bulu yang menyatu dengan minyak mengambang di permukaan, segera pisahkan lalu dibuang.
  6. Sisa berupa sarang dikumpulkan setelah air dibuang.
  7. Sarang yang telah terkumpul dibentuk dan dikeringkan dalam oven.

Sarang burung walet yang sudah dibersihkan akan terlihat lebih bersih dan mengalami penyusutan dari bobot asal. Penyusutan bobot pada sarang walet Collocalia fuciphaga sekitar 4 - 5%, dan 60% untuk C. maxima. Penyusutan bobot pada sarang walet terjadi karena sarang terbagi-bagi menjadi sarang burung walet utuh, bulu/kotoran dan remahan.

Remahan adalah sarang hancuran yang terlepas dari bentuk utuh sarang selama proses pencucian. Sarang remahan itu biasanya dicetak ulang. Dikenal ada empat macam model cetakan yaitu berbentuk daun, segi empat, bundar, dan model bola. Sarang remahan berkualitas rendah sehingga dipasarkan ke toko-toko tradisional untuk campuran jamu.

Pemutihan

Sarang burung walet yang sudah dibersihkan
Proses pembersihan

Saat ini telah banyak bermunculan perusahaan pemroses pascapanen sarang. Pekerjaan mereka mulai dari pembersihan, bleaching, reshaping, pengeringan, dan pengepakan. Produsen yang berniat mengekspor tidak perlu repot-repot mencuci sarang sendiri.

Proses pembersihan kebanyakan dikerjakan oleh wanita. Seorang pekerja dapat membersihkan ± 40 gram atau 20 keping sarang C. fuciphaga, dan hanya ± 10 gram atau 3 keping sarang C. maxima per hari. Jika 1 kg sarang C. fuciphaga terdiri dari 140 keping, maka untuk 1 hari diperlukan 7 tenaga keija.

Selesai proses pencucian, sarang-sarang yang berwarna cokelat, kuning, hitam diputihkan. Proses tersebut menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dengan konsentrasi 3%. Sarang direndam selama 40 jam hingga berubah warna.

Bilas sarang dengan air bersih agar residu H,O2 hilang. Berikutnya dikeringkan kembali dengan suhu maksimum 70°C. Rendemen yang dihasilkan ± 91%. Warna sarang jadi bersih tetapi masih belum dapat menyamai putihnya sarang kualitas baik dan agak kusam.

https://www.bebeja.com/walet-5-teknik-cuci-sarang-walet/