Penyelamatan Ikan Arwana yang Terbalik dan Gejala Kesehatan Terkait

Mengatasi dan Mencegah Kondisi Ikan Arwana yang Mau Mati

Pada suatu malam di tepi Sungai Landak, Pontianak, Kalimantan Barat, rumah panggung berlantai papan yang sunyi mendadak diramaikan oleh teriakan orang. Para pekerja dari Elkindo Farm berhamburan keluar dari kamar mereka untuk menyelamatkan nyawa tiga ekor ikan arwana superred yang berharga Rp50 juta setiap ekornya. Ikan-ikan tersebut dalam kondisi sekarat di dalam akuarium berukuran 3 m x 3 m x 1 m. Edo Tristanto, pemilik Elkindo Farm, dengan sigap memimpin timnya dalam memberikan pertolongan yang diperlukan.

Pemberian Oksigen Murni dalam Akuarium:

Kondisi ikan arwana berukuran 60 cm tersebut sangat memprihatinkan. Insangnya tidak berfungsi dengan normal, matanya terlihat melesak ke dalam, dan warna sisiknya pudar. Diagnosis awal menunjukkan adanya infeksi bakteri pada ikan tersebut. Kondisi seperti ini sering terjadi saat ikan melakukan perjalanan jauh, seperti dari Jakarta ke Pontianak. Perubahan suhu yang drastis dapat menjadi penyebab utama serangan penyakit pada ikan. Jika kualitas air juga berubah, maka kondisi ikan akan semakin memburuk. Menurut Edo, biasanya hanya 10-20% ikan yang selamat dalam kondisi ini, sementara sisanya akan mati.

Para petugas segera mengarahkan arwana ke dinding akuarium dan menghubungkannya dengan selang oksigen sepanjang 2-3 meter. Tabung oksigen terhubung dengan ujung selang, dan oksigen murni sebanyak 2-3 ppm dialirkan ke dalam air. Gelembung udara dari selang tersebut ditempatkan di bawah insang arwana yang terbalik. Hal ini diperlukan karena saat terbalik, insang ikan kekurangan oksigen dan membutuhkan bantuan oksigen murni. Penting untuk mengatur gelembung udara dengan hati-hati, tidak terlalu banyak atau terlalu kencang. Gelembung yang berlebihan dapat menyulitkan ikan bernapas dan meningkatkan pH air, yang dapat menyebabkan stres pada ikan.

Setelah tindakan pertolongan pertama dilakukan, ikan dipindahkan ke dalam akuarium khusus berukuran 1 m x 0,5 m x 0,4 m. Sebelum digunakan, akuarium tersebut dibersihkan dengan larutan Porstek atau kalium permanganat dosis 3-5 g/m³ air untuk memastikan sterilisasi. Air yang telah diendapkan selama satu malam kemudian diisi ke dalam akuarium. Air perlu diendapkan agar pH, kekerasan air, dan suhu sesuai dengan kebutuhan ikan arwana. Idealnya, ikan arwana membutuhkan suhu air sekitar 26-30°C.

Pengobatan dan Perawatan:

Selain memberikan oksigen murni, perawatan medis juga diberikan untuk memulihkan kondisi kesehatan ikan. Pertama, ikan diberikan perendaman dengan larutan antibiotik selama 10 menit. Tujuannya adalah untuk membunuh bakteri penyebab infeksi pada tubuh ikan. Setelah itu, ikan direndam dalam larutan garam yang memiliki kandungan 1% garam dapur selama 30 menit untuk membantu mempercepat penyembuhan.

Pada tahap ini, ikan juga diberikan pakan yang kaya nutrisi dan mengandung antibiotik. Pakan ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan dan mempercepat pemulihan. Edo mengatakan bahwa ikan arwana yang kondisinya membaik akan mulai makan setelah 3-5 hari perawatan. Jika ikan tidak mau makan setelah 7 hari, maka diberikan perendaman menggunakan larutan vitamin yang mengandung vitamin B kompleks dan vitamin C.

Tindakan Preventif:

Untuk mencegah serangan bakteri pada ikan arwana, perlu adanya tindakan preventif yang tepat. Pertama, pastikan akuarium bersih dan memiliki kualitas air yang baik. Periksa secara berkala pH, amoniak, nitrit, dan nitrat dalam air akuarium. Pastikan juga suhu air stabil dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Pencahayaan yang tepat juga penting, tetapi hindari sinar matahari langsung yang dapat meningkatkan suhu air secara drastis.

Selain itu, perhatikan kesehatan ikan secara menyeluruh. Periksa gejala kesehatan yang tidak normal, seperti perubahan warna sisik, pengapuran pada insang, dan perubahan perilaku makan. Jika ditemukan gejala yang mencurigakan, segera pisahkan ikan yang sakit dari ikan yang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit. Lakukan perawatan dan pengobatan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh ahli.

Kesimpulan:

Kondisi ikan arwana yang terbalik merupakan masalah serius yang memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Dalam upaya penyelamatan ikan, pemberian oksigen murni dalam akuarium dan perawatan medis dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Tindakan preventif yang tepat juga penting untuk mencegah serangan bakteri pada ikan. Dengan pemahaman yang baik tentang kondisi ini dan perawatan yang tepat, kita dapat menjaga kesehatan ikan arwana kita dan memastikan keindahan mereka tetap berenang dengan lincah dalam akuarium kita.

Lebih baru Lebih lama