Site icon Budidaya Tani

Agar Sang Ratu Gurun Selalu Tampil Prima

pachypodium di atap rumah

Purwito letakkan pachypodium di atap rumah

Purwito tergolong kolektor pachypodium sukses. Pachypodium rosulatum miliknya yang diletakkan di atas loteng rumah bisa berbunga terus-menerus selama 2 bulan lebih.

Tanaman gurun itu diletakkan di atas genteng lantai dua bersebelahan dengan jenis pachypodium lain. Sebelumnya tanaman itu dirawat selama 4 tahun di Pondokindah, Jakarta Selatan, tapi tidak pernah berbunga. Fluktuasi suhu yang mencolok menjadi salah satu perangsang munculnya bunga. Hal ini sejalan dengan perbedaan suhu di Afrikahabitat asal pachypodium panas di siang hari dan dingin di malam hari.

Pachypodium rosulatum di rumah Purwito hidup berdampingan dengan 14 spesies lain. Pachypodium densiflorum, Pachypodium geayi, Pachypodium lamerei,Pachypodium ambongense, Pachypodium baronii var. windsorii, P. baronii var baronii, Pachypodium rutenbergianum var. meridionale, Pachypodium rutenbergianum var. sofiense, Pachypodium horombense,Pachypodium brevicaule, Pachypodium namaquanum, Pachypodium bispinosum, Pachypodium succulentum, dan Pachypodium lealii var. saundersii. Semuanya memakai media sama dan bergantian memamerkan bunga.

Kondisi serupa Trubus lihat di kediaman Soeroso Soemopawiro di Pondokindah. Puluhan Pachypodium rosulatum tak putus memamerkan bunga putih dan ungu. Sama seperti Purwito, Soeroso meletakkan pachypodium di dak lantai 4. Angin leluasa berembus dari halaman belakang yang berbatasan dengan lapangan golf.

Media Tanam Wajib Kaya Akan Unsur Hara

P. rosulatum, bunga mekar bergantian

Bunga pachypodium ditunggu setiap penggemarnya. Sayang, sampai saat ini para pekebun dan hobiis mengaku belum dapat menemukan cara tepat untuk membungakan. “Harus ada fluktuasi suhu yang mencolok seperti di negara asalnya,” kata Handry menjelaskan. Syarat ini terpenuhi di kebun Purwito dan Soeroso. Tanaman gurun itu diletakkan di bawah sinar matahari langsung tanpa naungan.

Menurut Handry, hobiis di Tangerang, Pachypodium termasuk tanaman rakus hara. Berarti tanaman itu menuntut pemberian pupuk secara rutin. Suhaemi, mantan manajer sebuah bank, menggunakan pupuk lambat urai dengan komposisi NPK 9-14-19 atau 7-40-6 ditambah Mg. Dosis 1 sendok makan untuk pot berdiameter 30 cm.

Nutrisi lain seperti Dekamon, Biore, dan BI diberikan sebulan sekali dengan dosis 75 ml/20 1. BI digunakan sebagai perangsang akar, sedang Dekamon sebagai perangsang tumbuh. Pupuk daun Growmore dan Kristalon juga bisa diberikan dengan dosis 0,5 g/1.

Ukuran besar – kecilnya pot mempengaruhi pertumbuhan pachypodium. Handry mengecilkan ukuran pachypodium demi efektivitas lahan dan produktivitas. Penggantian pot dilakukan 6 sampai 12 bulan sekali. “Kalau akar sudah penuh, perlu repoting,” kata Temi Hernadi, pemain di Bandung. Cirinya, media di pot terlihat padat dan ketika pot diketuk bunyinya tidak nyaring.

Untuk menyesuaikan dengan kondisi di habitatnya Handry memakai sungkup shading net berkerapatan 40 sampai 50% dan plastik UV sebagai naungan semaian. Semua spesies mendapat perlakuan serupa. Berbeda dengan Miftah pemilik Mac’s Garden, Yogyakarta yang menggunakan shading net berkerapatan 60%.

Tanaman Tampil prima

Media awal tanaman gurun sama seperti adenium. lebih porous lagi karena perakarannya agak lemah,’ ujar Handry. Pemilik nurseri Han’s Garden itu menggunakan campuran sekam bakar, pasir malang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Itu ditambah dolomit sampai adonan terlihat berwarna agak putih untuk meningkatkan pH. Dengan komposisi itu Handry biasa menyiram setiap hari.

Di Yogyakarta, Miftah menggunakan pasir malang hasil ayakan dicampur humus dan sekam bakar dengan perbandingan 3:6:1. Ayakan pasir menggunakan ukuran sedang, bukan paling halus maupun bongkahan. Humus diambil dari daerah Magelang atas berbatasan dengan Salatiga (kaki Gunung Merbabu). Penyiraman dilakukan 1 sampai 3 kali seminggu.

Di dataran tinggi, nurseri Venita, milik Temi Hernadi, menggunakan sekam bakar, pasir malang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Alasannya, di dataran tinggi membutuhkan media lebih porous. Walaupun berbeda, media pachypodium tumbuh sehat. “Anggapan pachypodium benci air salah, kuncinya media porous,” imbuh Handry.

Kerabat mawar gurun itu memang tergolong tanaman “bandel” yang jarang terserang penyakit, asal medianya porous. Namun, sebagai pencegahan dilakukan penyemprotan pestisida berbahan aktif benomil atau skarbendasim, dosis 1 sendok teh peres/1. Aplikasinya 1 sampai 2 minggu sekali, tapi saat musim hujan bisa sampai 2 kali seminggu. Itu semua kebutuhan tanaman gurun agar tampil prima.

Exit mobile version