Budidaya Tani

Persaingan Dalam Memikat si Liur Emas

Mentari menyengat dari langit Seirampah, Sumatera Utara. Bus, truk, dan kendaraan lain terus melaju di jalanan. Di antara deru mesin kendaraan, suara twiter alat pemanggil walet terasa memekakkan telinga. Di sana rumah walet ibarat diskotek yang bersaing menarik pengunjung sebanyak-banyaknya.

Beberapa sentra walet di Sumatera Utara, seperti Medan, Lubukpakam, Perbaungan, Tebingtinggi, dan Kisaran memasang alat pemanggil walet. Maklum, jumlah rumah walet di sana semakin banyak. Dampaknya, persaingan untuk menarik walet pun kian ketat.

Saat ini diperkirakan di sentra-sentra itu ada sekitar 5.000 rumah walet. “Di Seirampah saja lebih dari 500 bangunan. Padahal, 3 tahun silam paling hanya separuhnya,” kata Ng Cun Huat, pengusaha walet di Seirampah, Sumatera Utara.

Rumah, perkantoran, ruko, dan fasilitas umum beralih fungsi menjadi bangunan walet. Ketika Budidayatani melintas di J1 Dr Sutomo, Lubukpakam, hampir semua toko berubah menjadi rumah walet. Hal sama terlihat di Kesawan Square, Medan.

Untuk memenangi kompetisi itu berbagai cara ditempuh. Memutar rekaman suara walet salah satu di antaranya. Tanpa itu sulit memancing burung penghasil liur masuk rumah.

Suara walet dari twiter diputar sejak pagi hingga malam.

Pancingan yang Efektif

sarang walet

Pemasangan audio pemancing walet terbukti efektif. Begitu alat dipasang, dalam waktu singkat rumah-rumah baru langsung dimasuki walet. Pengalaman Gito, pengusaha walet di Medan, rumah walet yang dibeli di Seirampah, Sumatera Utara semula kosong.

Begitu dipasang sound system, tempo 3 bulan Collocalia fuchipaga sudah masuk. “Maret dipasang, eh, 3 bulan berikutnya sudah ada 8 sarang bergelayut di lagur,” ujarnya. Saat ini di bangunan 3 lantai berukuran 4,5 m x 16 m dan tinggi 10 m itu terdapat 22 sarang. Bila sebuah sarang dihuni sepasang walet, total populasi 44 ekor.

Tak melulu memancing walet, sound system itu juga berdampak meningkatkan produksi. Buktinya, rumah walet Ng Cun Huat di Seirampah. Ia masih memutarkan suara walet meski rumah sudah berproduksi. Bahkan, suara itu diputar sepanjang hari agar walet menjadi tenteram sehingga populasi cepat berkembang.

Kondisi berbeda

Di Lubukpakam, toko berubah jadi rumah walet

Menurut Rido, praktisi walet di Medan, banyak rumah walet di Sumatera Utara menggunakan CPU (central processing unit) untuk memanggil walet. Sound system itu terbukti efektif lantaran suara yang dihasilkan jernih dan volume bisa diatur. Daya tahannya pun lama.

“Sound system yang dipasang 2 tahun silam saja belum rusak, meski dinyalakan 24 jam nonstop,” ujar pengusaha elektronik di Medan itu.

Mencari sound system yang baik dan awet memang suatu keharusan. Namun, yang tak kalah penting CD (compact disk). “Percuma saja punya alat bagus bila suara yang diputar tak efektif memancing walet,” kata ayah 2 anak itu. Saat ini beragam CD dijajakan di pusat-pusat penjualan sarana produksi walet. Ada yang khusus berisi suara walet memanggil, tengah pacaran, dan cericit piyik, atau campuran ketiganya.

Semua suara diperlukan untuk memancing walet. Lebih-lebih untuk rumah yang sudah berproduksi. Namun, Alvin, teknisi elektronik di Medan menyarankan suara walet yang diperdengarkan berasal dari daerah setempat. Sebab, suara walet dari masing-masing daerah berbeda. Di Seirampah misalnya, cericit panjang dan teratur. Berbeda dengan walet asal Lubukpakam bersuara pendek, tapi irama cepat.

Perbedaan karakter suara itu diduga karena lingkungan. Seirampah berdekatan dengan laut dan kebun sawit, sementara Lubukpakam dikelilingi hamparan sawah. “Sumber pakan tidak sama menyebabkan suara walet berbeda-beda,” kata Alvin.

Oleh karena itu sebaiknya CD dicoba dulu beberapa menit di lokasi. Bila walet masuk dalam waktu beberapa menit, berarti CD yang diputar cocok. Kalau tidak, diganti dengan yang lain.

Selalu berhasil

Pemasangan sound system pun harus benar, terutama twiter. Mereka rata-rata memasang twiter di pojok atas lubang masuk. “Kalau posisi twiter terlalu bawah atau di tengah bibir lubang masuk, mengganggu walet masuk,” ujar Sarwo,teknisi yang sering memasang sound system.

Selain tata cara meletakkan, pemilihan twiter disesuaikan dengan peruntukannya. Twiter luar dipilih double flat yang berfrekuensi kuat dan volume besar. Twiter untuk ruangan dalam pakai yang berukuran kecil, tapi jumlah banyak.

Tidak ada aturan baku kapan mengaktifkan sound system karena tergantung lokasi rumah. Bila berada di sentra Sarwo menyarankan twiter dinyalakan pukul 15.00 sampai 18.00. Saat itu walet pulang ke rumahnya setelah seharian mencari pakan. Jika berlokasi di daerah perburuan pakan tentu harus dari pagi sampai sore. Bila terbukti walet masuk, alat itu tetap dinyalakan. Sebaliknya, jika kabur segera matikan.

Berdasarkan pengalaman para pengusaha walet di Medan penggunaan sound system untuk memancing walet kerap berhasil. Itu karena kondisi mikro bangunan, seperti kelembapan dan suhu sesuai habitat walet. Lokasi pun memenuhi syarat. Kalau semua syarat terpenuhi, tempo 2 bulan saja walet sudah menempel di lagur.

Pandu Dwilaksono