Black Sapote Fruit: Si Hitam Saudara Kesemek

Penampilan si black sapota itu sama sekali tak mengundang selera. Saat matang, kulit buah asal Meksiko itu pecah memperlihatkan warna daging yang hitam.

Dari pecahan itu keluar lelehan cairan berwarna gelap. Namun, cobalah beranikan diri mencicipi. Rasa manis dan tekstur lembut seperti dodol langsung menggoyang lidah.

Saat masih segar penampilan Diospyros digina itu amat menarik. Warna kulit hijau kekuningan. Bentuknya mirip apel dan berkelopak, seperti manggis. Sosok besar berdiameter 10 cm. Tidak tampak persamaan dengan kesemek Diospyros kaki, buah berbedak yang masih saudaranya.

Iritasi Pada kulit

Menurut Greg Hambali, bila buah masih keras tanda belum matang. Kalau dimakan selain pahit, juga bisa menimbulkan .

Ia dikonsumsi setelah hitam, lembek, dan berair. Jika ragu buah matang atau busuk cium saja. Buah berbau tidak sedap tanda sudah busuk. Rasanya pun tidak enak.

Pemilik Salacca Breeding nurseri di Bogor ini mendapatkan blacksapota dari Australia 6 tahun silam. Tanaman dari biji itu kini setinggi 10 m, berdaun sangat lebat. Ia bisa berbuah sejak umur 5 tahun. “Di Meksiko, kalau panen raya bisa membanjiri pasar,”‘tutur pakar tanaman itu.

Musim berbuah berlangsung Agustus hingga Januari. Untuk tujuan pengiriman jarak jauh atau ekspor, panen dilakukan saat ukuran maksimal dan kulit hijau cerah.

Black Sapote Fruit
warna daging buah kehitaman tanda sudah masak

Ia matang pada hari ke-10 pada suhu kamar. Yang kulit hijau kuning, matang 2 sampai 6 hari setelah panen. Ciri buah matang: lembek, gampang retak, kulit dan daging hitam, serta keluar air berwarna hitam. Agar lebih enak dimakan tambahkan susu.

Digunakan Sebagai Bahan Campuran Makanan

Di negara asal topi sombrero itu, ia diolah sebagai bahan campuran penganan seperti isi pie, cake, dan es krim. Masyarakat Filipina mengolahnya jadi dessert dengan memberi susu atau jus jeruk.

Diospyros besar tersebut telah lama meninggalkan kampung halamannya di Jalisco, Chiapas, Veracrus, dan Yukatan. Ia dibawa ke Spanyol oleh tentara yang pulang perang.

Di negara barunya black sapota dinamai sapote negro, zapote, zapote negro, zapote prieto, zapote de mico, matasano (matazano) de mico, atau ebano. Buah itu sampai ke Ambon dan Filipina pada akhir abad ke-16 saat prajurit negeri matador mencari daerah jajahan. Sayang di Ambon kurang berkembang.

Di Meksiko dan Spanyol Diospyros digina tumbuh di tempat dingin di ketinggian 1.500 sampai 1.800 m dpi. Di lokasi baru, ia bisa tumbuh dan berbuah di dataran rendah, seperti Bogor yang 200 m dpi.

Halaman terakhir diperbaharui pada 21 Oktober 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.