Buah Naga Turun Ke Bumi

Pekebun kebanjiran permintaan

Sejak setahun belakangan permintaan buah naga ‘B meningkat,” tutur Ningsih, staf pemasaran JSN. Sekadar menyebut contoh, salah satu pasar swalayan langganan di Jakarta semula meminta pasokan 5 ton per minggu, kini butuh 10 ton per minggu. Permintaan rata-rata toko buah dan pasar swalayan di Surabaya 5 ton per minggu. Kondisi serupa dialami PT WAL Farm & Nursery di Jombang.

Melonjaknya permintaan konsumen, juga tergambar di pasar swalayan Hokky dan Papaya, Surabaya. Sejak Februari tahun ini, setiap hari rata-rata 100 sampai 150 kg buah naga terjual di Hokky. Padahal, penjualan pada tahun lalu tak sampai separuhnya.

Pada tahun ini menjajakan buah naga malah hanya 30 kg per hari. “Peningkatan pada tahun ini terutama sejak Imlek,” kata Haryanto, staf Bagian Buah Impor. Saat itu, selama seminggu sebelum dan sesudah Imlek, serapan buah naga 300 sampai 500 kg per hari. Bahkan pada bulan-bulan berikutnya permintaan tetap ajek tinggi. Dibanding tahun lalu, di pasar swalayan Papaya terjadi kenaikan permintaan dari 20 sampai 30 kg menjadi 50 kg per hari.

Kondisi serupa terjadi di toko-toko buah di Jakarta. Yos Sutikno, importir dan pemasok buah, menggambarkan kini rata-rata permintaan yang masuk 1 sampai 2 ton per hari. Pada Februari 2007, pertama kali Sutikno mengimpor, permintaan hanya 0,5 ton per hari.

Buah sehat kaya manfaat

Permintaan di pasar swalayan meningkat

Mencuatnya isu manfaat kesehatan buah anggota famili kaktus-kaktusan itu diduga salah satu pemicu kenaikan permintaan. “Banyak konsumen bercerita, sejak mengkonsumsi buah naga, buang air besar tidak pernah lagi jadi masalah,” tutur Kandar, staf Bagian Produksi JSN.

Seorang pelanggan di pasar swalayan Hokky yang menderita gula darah merasa aman menyantap pitaya. Menurutnya, meski buah naga bercitarasa manis asam segar, kadar gula dalam darah tetap stabil, tidak naik seperti bila mengkonsumsi buah manis lain.

Dari penelusuran Kami di beberapa referensi, disebutkan buah naga bermanfaat sebagai penyeimbang gula darah, pencegah kanker usus, pelindung kesehatan mulut, penurun kolesterol, obat keputihan, dan memperlancar buang air besar.

Musabab lain, harga strawberry pear itu kian terjangkau. Pada 2005, harga buah naga berdaging putih Hylocereus undatus rata-rata Rp25.000 sampai Rp30.000, sekarang Rp10.000 sampai Rp15.000 per kg. Harga pitaya berdaging merah Hylocereus costaricensis berkisar Rp40.000 sampai Rp50.000 pada 2005, kiniRp30.000 sampai Rp40.000per kg. Penurunan harga terjadi lantaran kian derasnya buah naga impor.

Itu dibarengi dengan produksi kebun di tanah air yang terus naik. Misal WAL hanya memanen 12 ton Hylocereus costaricensis pada 2003 sampai 2004. Jumlah itu naik jadi 20 ton pada 2006 dan 26 ton pada tahun ini. Djoko Raino Sigit, pekebun di Klaten hanya mendapat 40 ton buah Hylocereus undatus pada tahun ini dari lahan seluas 14 ha. Pada 2007 jumlah panen naik hingga 160 ton.

Maklum buah naga yang rata-rata ditanam pada awal 2000-an mulai berproduksi optimal. Di JSN, setiap tiang berisi 4 tanaman dipetik 20 sampai 30 buah pada tahun ini. Pada 2006 hanya 15 sampai 20 buah. Sementara periode 2003 sampai 2004, 3 sampai 5 buah per tiang.

Pantas huo long guo kini mudah ditemukan di pedagang kakilima. Bahkan dijajakan di angkutan umum seperti kerata api. Menurut Yos Sutikno, pitaya-pitaya itu berasal dari impor. Sementara buah-buah hasil panen pekebun lokal masih mengisi pasar swalayan dan toko-toko buah.

Kebun baru

Musim ini kebun-kebun buah naga sedang produksi optimal

Tak hanya volume produksi yang meningkat, kualitas buah pun semakin baik. Warna kulit buah cerah dan mulus, buah pun matang pohon sehingga lebih manis. Bobot rata-rata buah yang masuk ke Hokky 0,5 sampai 1 kg dengan kulit merah cerah. Sementara buah naga asal Vietnam seperti yang Kami lihat di gerai Hokky kulitnya kehijauan.

Namun, Vonny S, staf pemasaran Papaya, menemukan hal sebaliknya. Buah naga lokal ukurannya lebih kecil, bobot rata-rata 300 sampai 400 g per buah. Pitaya yang diimpor dari Thailand di atas 500 g per buah. Toh, terlepas masalah kualitas, buah naga lokal dicari pasar.

Itu sebabnya para pekebun memperluas penanaman. Misal, JSN kini bermitra dengan 150 pekebun di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setiap pekebun memiliki luasan penanaman minimal 1.000 m2. Sementara total populasi di kebun WAL ada 51.000 tanaman. Pada 2000, 500 tanaman.

Menurut Djoko Raino memang banyak kebun baru bermunculan. Di Yogyakarta, ada Mayjen (Purn) Suyono yang intensif merawat 800 dragon fruit di lahan seluas 1.200 m2. Di Kendal, Budi Dharmawan mulai memanen perdana 15 ton pitaya pada Oktober 2006. Panen dari lahan 6 ha itu langsung diterima pasar swalayan di Semarang. Buah naga memang makin membumi.