Budidaya Tani

Cara Negeri Jiran Tanam Rambutan

Ada pemandangan tak lazim di kebun rambutan seluas 6 ha milik Trolak Country Resort di Sungkai, Perak, Malaysia. Setiap tanaman berjarak 9mx9m dikelilingi onggokan tandan kosong kelapa sawit setebal 10 cm.

Ketika Budidaya Tani menyibak onggokan itu tampak pipa PVC berwarna hitam dilengkapi sprinkler kecil ukuran 5 mm. Pipa memanjang mengikuti baris tanam. Di luar piringan tanah berdiameter 2 m, tumbuh subur keluarga Leguminoceae. Itulah cara berkebun rambutan ala Malaysia.

Di Indonesia, penanaman rambutan terkonsentrasi di sentra-sentra, misal Maja, Lebak, dan Kalijati, Subang. Di sana kebanyakan Nephelium lappaceum itu ditanam di pekarangan rumah. Memang ada juga yang dikebunkan dengan jarak tanam teratur. Namun, paling banter hanya seluas beberapa ribu meter persegi saja. Tanaman biasanya sudah berumur tua sehingga waktu berbuah cabang mesti disangga karena keberatan buah.

Di negeri Jiran, Malaysia kerabat lengkeng itu dibudidayakan secara intensif. Maklum, meski volume masih terbatas rambutan salah satu andalan ekspor.

Batang pendek dengan tajuk rimbun

Makanya, di Trolak Country Resort, ditanam jenis RI91. Introduksi asal Thailand itu favorit pasar Eropa dan Timur Tengah meski kurang digemari konsumen lokal.

Tandan sawit

Begitu memasuki kebun seluas 6 ha, terlihat tanaman setinggi 1,5 sampai 2 m yang sedang memamerkan buah pentil berwarna hijau. Rambutan berbaris rapi dengan jarak tanam 9 m x 9 m sistem segitiga. Tajuk rimbun dan padat. Cabang pendek dan banyak sifat khas R191. Percabangan muncul pada ketinggian batang utama 50 cm dari tanah.

Meski begitu sinar matahari tetap bisa menyusup ke tajuk I bagian dalam. Maklum bentuk kanopi cenderung mengembang lazimnya kanopi tinggi menjulang. Bentuk seperti itu mempermudah perawatan dan panen.

Yang agak berbeda, di luar piringan tanah berdiameter 2 m tumbuh subur tanaman jenis kacang-kacangan. Bukan tanpa alasan kacang-kacangan dibiarkan di kebun Trolak. “Ini untuk mengurangi penguapan ketika musim kemarau, sehingga tanah tetap lembap,” tutur Jusoh.

Tak ada perebutan unsur hara karena pupuk diberikan di dekat batang rambutan. Justru ada tambahan unsur hara nitrogen berkat kehadiran tanaman kacang-kacangan. Saat hujan turun pun aliran permukaan berkurang karena tertahan keluarga leguminoceae itu.

Di bawah tajuk tanaman mengonggok tandan kosong kelapa sawit mengelilingi batang. Ia berfungsi sebagai pupuk, menekan pertumbuhan gulma, dan membuat tanah lebih sejuk sehingga tanaman tumbuh bongsor. Pemberian pertama ketika umur tanaman 5 bulan sebanyak 50 tandan per tanaman.

Lalu diulang setahun kemudian dengan dosis sama. Limbah kelapa sawit itu dipilih karena lokasi penanaman dikelilingi kebun sawit. “Kalau tidak ada, bisa diganti dengan pupuk ayam,” lanjut pria ramah itu. Dosis 2 sampai 3 kg per tanaman per tahun. Jangan berlebihan karena sifatnya panas. Begitu penampilan tanaman prima dan mulai berbuah, pemberian kelapa sawit dihentikan.

Pupuk kimia juga digunakan. Pada tahun pertama benamkan NPK 15:15:15. Dosis 400 g per pohon dibagi 4 kali pemberian. Tahun kedua menjelang pembuahan diganti pupuk mengandung kalium tinggi, 12:12:17:2. Dosis 500 g diberikan 4 kali.

Pada umur 3 tahun ke atas dosis konstan, 3 kg pertanaman. Namun, jika pada tahun ke-2 buah -belum muncul dosis dipertahankan 500 g/pohon/tahun sampai berbuah.

Mini sprinkler

Waktu Budidaya Tani mendekat, terlihat pipa hitam membujur di dekat batang memanjang searah baris tanam. Ia dilengkapi mini sprinkler berdiameter 5 mm berwarna oranye terang. Dari situ air memancar. “Penyiraman dengan mini sprinkler lebih merata dan hemat air ketimbang menggunakan drip,” ujar Jusoh.

Ia bisa membandingkan karena pernah menggunakan irigasi tetes waktu menanam pepaya dan pisang. Meski ukuran mini sprinkler kecil, daya sembur mencapai radius 1,8 m. Cukup untuk menyirami seluas piringan tanah di bawah tajuk.

Air menyembur secara otomatis setiap pagi selama setengah jam. Ketika buah muncul interval penyiraman menjadi 2 kali sehari, pagi dan sore. Sumber air berasal dari waduk berukuran 18 m x 36 m x 1,8 m. Air disedot menggunakan mesin dan dialirkan melalui pipa PVC. Dari sana air mengalir ke pipa-pipa sekunder menuju tanaman.

Di Indonesia model irigasi itu masih barang eksklusif buat kebun buah. Lazimnya digunakan pada penanaman sayuran bernilai jual tinggi, baik di lahan maupun dalam greenhouse. Maklum biaya yang dibutuhkan tak sedikit. Di Trolak pemasangan instalansi pengairan dan waduk menghabiskan dana RM1900 per ekar setara Rp2.185.000/ha.

Berbuah cepat

Dibanding varietas unggul R162 atau R170, anak sekolah begitu konsumen Malaysia menyebut RI 91 berbuah lebih cepat. Umur 2 tahun ia belajar berbuah. Tanaman berdaun bulat itu mampu menghasilkan 0,5 ton/pohon/tahun. Tahun berikutnya dipetik 2 sampai 3 ton dan terus meningkat tiap tahun. Biasanya musim panen berlangsung pada Oktober sampai November. (Pandu Dwilaksono)

Pandu Dwilaksono

Add comment