Budidaya Tani

Datang, Berhias, dan Menang

Sri tampak anggun ketika berlenggak-lenggok di catwalk. Sambil membusungkan dada montoknya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Dengan balutan mantel kuning kemerahan yang mengkilap, kemolekannya kian mencorong. “Sulit untuk ditandingi kontestan lain,” kata Albert Tan, yang turut mengikuti jalannya kontes. Tak ada pilihan bagi sang juri kecuali menyematkan gelar juara.

Setiap turun kontes, Sri Penang, nama lengkap serama legandaris di Malaysia itu memang selalu tampil prima. Enam belas kali juara di berbagai kontes bukti keandalan ayam berbobot 300 g itu. Menurut Albert TanT peternak serama di Penang, Malaysia, kesempurnaan Sri Penang tak lepas dari sosok fisik dan penanganan sang pemilik. Mafhum di negeri jiran persaingan kontes begitu ketat. Berbeda dengan di Indonesia yang pesertanya masih terbatas dan kualitas beragam.

“Kalau hanya bermodalkan ukuran tubuh kecil dan proporsional sulit rasanya meraih champion. Sebab, kualitas serama di Malaysia demikian merata,” kata Albert. Yang menjadi nilai tambah saat penjurian justru hal-hal kecil. Misal ekspresi pada saat berjalan, kerapian bulu, dan kesehatan ayam. Terkait dengan hal itu para hobiis di sana mempersiapkan serama jauh-jauh hari sebelum maju ke kontes.

Ad libitum

Tiga minggu sebelum kontes, ayam diisolasi di ruang khusus dalam kandang soliter berukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm. Kandang terbuat dari kawat atau bilahan bambu. Letakkan di lantai agar pandangan ayam selalu mengarah ke depan. Jangan ditumpuk di atas kandang lain, apalagi dasar kandang tak beralas. Itu membuat ayam sering menengok ke bawah. Kebiasaan itu akan terbawa ke kontes sehingga sang idola malas mengangkat dada.

Pastikan di dalam kandang tersedia pakan dan minum secukupnya. Kalau dibiarkan lapar, ketika diberi pakan ayam langsung makan terlampau kenyang. Akibatnya tembolok membesar sehingga dada tampak tidak simetris, kurang sedap dipandang. Oleh karena itu sebaiknya pakan tersedia sepanjang waktu alias ad libitum. Berikan voer sebagai pakan utama dan tambahkan sayuran hjau atau buah pepaya matang 2 hari sekali. Wadah pakan digantung setinggi leher ayam.

kandang ayam kate
Wadah ke kontes model ganda

Setiap pukul 08.00 sampai 10.00 selama 15 sampai 30 menit, biasakan calon jagoan beraksi di panggung dengan mengangkatnya ke atas meja berukuran 1 m x 1 m. Latihan pentas ini untuk membiasakan ayam tidak lari atau turun dari meja saat penilaian. Letakkan ayam di tengah meja dalam posisi stand kepala menyentuh ekor lawi dibantu dengan kedua belah tangan.

Kotak khusus

Bawalah ayam ke tempat kontes menggunakan wadah khusus, berupa kotak terbuat dari tickwood. Sisi muka kotak berbahan kaca. Ukurannya pas dengan tubuh ayam, 20 cm x 20 cm setinggi 40 cm. Maksudnya agar posisi ayam tetap berdiri dengan kepala dan ekor bersentuhan.

Di bagian atas dilengkapi pegangan untuk kemudahan menenteng. Ada dua model yang Budidaya Tani lihat di arena kontes: tunggal dan ganda. Yang ganda untuk 2 ayam, tapi masing-masing terpisah. Masukkan ayam ke dalam kotak dengan posisi menyamping. Sampai di lokasi kontes, ayam segera dikeluarkan dari kotak. Biarkan ia beristirahat dan menghirup udara segar.

Sejam sebelum turun ke arena, bulu-bulu sayap dan ekor dirapikan. Dimulai dengan menyusun bulu sayap paling tepi menuju ke sayap dalam. Pun bulu ekor, terutama bulu lancur 2 helai bulu ekor terpanjang diatur agar tegak sejajar dengan leher. Untuk itu tekan-tekan tulang bulu dengan ibujari dan telunjuk dari pangkal menuju ujung.

Selanjutnya kaki, paruh, muka, dan jengger dibersihkan dengan kain basah atau tisu. Agar mengkilap gunakan baby oil sehingga muka dan jengger terlihat merah segar. Bulu boleh juga diusap supaya lebih kinclong, meski setiap minggu sudah dibilas air rendaman beras atau daun randu yang diremas-remas. Serama kini siap bersaing dengan siapa pun dan menang. (Pandu Dwilaksono)

Pandu Dwilaksono

Add comment