Di Jawa & Kalimantan: Ramai-ramai Cetak Patin Pasupati

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Kejadian serupa terjadi di Palembang, Jambi dan Banjar. Kematian benih saat tebar awal bahkan menembus angka di atas 50%. Padahal di Sukamandi, Subang, pertumbuhannya bagus. Tingkat kematian benih tergolong normal, di bawah 10%.

Usut punya usut, yang ditebar adalah benih berukuran 1 inci. “Benih ukuran itu masih rentan perubahan lingkungan,” kata Evi, peneliti patin di Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar, Sukamandi. Terbukti, peternak lain yang menebar benih berukuran di atas 3 inci tidak bermasalah.

Sejak dirilis setahun lalu, benih pasupati masih tergolong langka. Pembenihan dilakukan dalam skala terbatas di balai-balai penelitian pemerintah dan rekanan. Maklum saja, teknologi pembenihan patin super itu belum memasyarakat. Belum lagi jumlah indukan siap pijah di Indonesia terbatas, tak lebih dari 500 ekor. “Belum ada pembenih pasupati; kalau siam banyak,” ungkap Melati, pembenih di Bogor.

kawin suntik patin
ikan patin pasupati

pembiakan melalui bantuan Kawin suntik

Sampai saat ini, teknik mencetak benih pasupati belum dapat dilakukan secara alami, masih lewat kawin suntik. Induk siam betina yang dipilih minimal berumur 3 tahun dan bobot sekitar 3 kg. Jantannya, jambal berumur 2 tahun dengan bobot 2 kg. “Saat itu produksi sel telur dan sperma optimal,” tutur alumnus Universitas Brawijaya itu.

Di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Mandiangin, Banjar, Kalimantan Selatan, indukan patin siap pijah dihargai Rp70-ribu sampai Rp80-ribu/kg.

Sirip dada jambal siap pijah terasa kasar. Jika perutnya diurut ke arah anus akan keluar cairan sperma berwarna putih susu. Siam siap pijah perutnya membesar dan membulat, sirip dada halus licin, anus bengkak dan merah. Bila perut diurut ke arah anus akan keluar cairan kekuningan.

Induk yang akan dipijah ditampung dalam bak terpisah. Agar tidak stres, bak penampungan dilengkapi aerator atau blower untuk pasokan oksigen. Bak ditutup terpal supaya patin tidak loncat ke luar.

Setelah diberok selama 6 jam tanpa pakan, penyuntikan hormon ovaprin dosis 0,2 ml/kg bobot tubuh dapat dilakukan pada siam. Selang 6 jam kemudian, ovaprin kembali disuntikkan. Kali ini dosisnya 0,3 ml/kg bobot tubuh. Berbarengan dengan itu, dosis 0,2 ml/kg disuntikkan pada jambal. Stripping dilakukan 6 jam kemudian. Kepala pagasius itu harus ditutup handuk basah agar tidak meronta saat diurut.

Dengan fekunditas siam yang berkisar 120.000 sampai 200.000 butir telur/kg betina, larva yang dihasilkan sekitar 96.000 sampai 160.000 ekor. Telur yang telah dibuahi sperma dituang dalam akuarium beraerator bersuhu 29°C. Kadar oksigen terlarut dijaga 5 sampai 7 mg/I. Telur-telur itu akan menetas 24 jam kemudian.

Pakan berupa artemia diberikan pada hari ketiga sebanyak 4 kali sehari selang 3 jam. Menginjak minggu kedua, tubifek dapat diberikan. Menurut Ir Firdausi, kepala seksi Pelayanan Teknis BBAT Mandiangin, larva umur sehari sudah laku dijual dengan harga borongan Rp700.000 sampai Rp750.000 per induk bobot 3 sampai 4 kg. “Masyarakat banyak yang antre memesan larva pasupati untuk dideder di bak atau kolam,” katanya.

Patin Termasuk hewan kanibal

Ukuran 3 inci aman untuk ditebar
Kolam budidaya pasupati di Sukamandi

Larva dipelihara di akuarium selama 15 hari hingga mencapai panjang tubuh 1 sampai 2 cm. Sampai umur itu tingkat kematian benih mencapai 50%. Musababnya, larva patin bersifat kanibal sehingga perlu penyortiran. Bibit patin steril 1 sampai 2 cm itu laku dijual seharga Rp90 sampai Rp 100 per ekor.

Pendederan dilakukan di bak beton maupun di kolam tanah dengan pergantian air yang cukup. Bila dilakukan di kolam tanah, sebaiknya dimasukkan dalam waring untuk memudahkan pemanenan. Padat tebar 2.000 ekor/m3. Ukuran bibit 2 sampai 2,5 inci tercapai setelah 20 sampai 30 hari. Pakan berkadar protein 34 sampai 36% diberikan 5 kali sehari sebanyak 10% bobot tubuh/hari.

Pembesaran pasupati dapat dilakukan di karamba dan kolam tanah. Sebagai ikan komoditas dataran rendah, patin menginginkan suhu tinggi 28 sampai 32°C, dan pH 6,5 sampai 8. Banyak peternak yang salah kaprah dan menyamakan budidaya pasupati dengan siam. Padahal, pasupati tidak sekuat siam dalam kondisi kadar oksigen rendah.

Agar pertumbuhan maksimal, minimal kadar oksigen terlarut air 3 ppm. Jika ingin diusahakan dalam kolam, ukuran minimal kolam 200 m2. Kurang dari itu, oksigenisasi dengan mengandalkan angin akan sulit. “Bila luasan terlalu sempit, angin akan membentur pematang. Ombak akan sulit terbentuk,” kata Drs Sularto MSi, peneliti di Loris Sukamandi.

Bibit ukuran 2,5 sampai 3 inci siap ditebar dalam kolam. Agar pertumbuhan optimal, padat tebar diatur 10 ekor/m3. Padat tebar dalam karamba 50 sampai 75 ekor/m3. Pakan pelet berkadar protein 28% diberikan 3 kali sehari sebanyak 5% pada 2 bulan pertama.

Jumlah pelet diturunkan 1% bertahap setiap 2 bulan berikutnya. Setelah 6 sampai 7 bulan, pasupati dapat dipanen dengan bobot 700 g sampai 1 kg/ekor.

Kelompok Pembudidaya Ikan Patanaha di Desa Karang Intan, Banjar, memelihara patin super itu dalam 2 hektar kolam. Peternak di Desa Sungai Alang, memilih karamba. Dalam setiap keramba ukuran 3 m x 2 m x 1 m ditebar 500 bibit berukuran 2 sampai 3 inci.

“Berdasarkan pengamatan pertumbuhan pasupati lebih bagus,” tutur Hidayatullah, S. Pi, kepala Seksi Budidaya Ikan, Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Bila tak ada aral, 2 bulan lagi para peternak di dua desa itu akan panen.

https://www.mitrausahatani.com/pasupati-patin-hibrid-silangan-jambal.html