Tung Hoi Aquarium: Dua Jam di Farm Koi Terbesar Cina

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Tiga pekerja dengan cekatan meniti pinggir kolam berukuran 5mx3m. Satu orang menenteng ember dan yang lain bergegas menyortir. Sore itu pesanan masing-masing 50 red cap oranda dan kaliko oranda berukuran panjang tubuh 8 sampai 9 cm perlu segera disiapkan.

Pembeli dari Malaysia minta dikirim esok hari. Kesibukan di farm terbesar di RRC itu terekam saat Kami menyempatkan datang ke Tung Hoi Aquarium Co.Ltd di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Cina Selatan.

Bacaan Lainnya

Cuaca terik menyambut Kami saat beranjak dari Hotel Shiweitian Yinshi Jhongxin di Jiangnan Avenue. Siang itu di
pertengahan Juni, ditemani Iskandar dari Metro Lou Han dan Xia Lu, Kami berencana menuju Tong Kwan Kao Pu di Dangguan. Dr Sana, Hong Chu Cheng, peternak ikan setempat menanti. Pemilik Farm Pau An Wei itu sudi berbaik hati menjadi penunjuk jalan ke Tung Hoi Aquarium Co.Ltd.

Taksi yang disewa ¥200 atau setara Rp200.000 segera meluncur. Mazda kuning keluaran 1990 itu melaju rata-rata 80 sampai 100 km per jam melewati 4 ruas jalan tol: Zhuji Road, Guangben Lu Highway, Luanon Dadao Highway, dan Xin Xin Highway. Sederet kebun lengkeng berbuah terlihat di Luanon Dadao. Di tempat lain hanya tampak deretan rumah-rumah dan hamparan tanah kosong.

Jarak dari Jiangnan Avenue ke Tong Kwan Kao Pu ditempuh selama 2 jam 15 menit. Setelah beristirahat sejenak, Hong Chu mulai bertugas memandu. Perjalanan diteruskan menumpang truk Izusu menyusuri Shijie. Shijie kesohor sebagai kawasan penghasil pasir laut. Berkubik-kubik pasir setiap hari diangkut oleh puluhan truk ke seluruh penjuru Guangzhou. Lokasi Tung Hoi Aquarium dicapai dalam 20 menit. Farm yang berdiri sejak 1986 itu terletak persis di depan laut yang pasirnya dikeruk.

Kolam Yang Selalu Bening

Air bening ikan mudah dilihat

Menurut Beryl Jiang, supervisor marketing yang menemani Kami berkeliling farm, total jenderal areal Tung Hoi mencapai 3 ha. “Ini salah satu dari tiga tempat yang dijadikan base camp penangkaran dan pembesaran,” ucap perempuan yang fasih berbahasa Inggris itu. Tempat lainnya berada di sekitar Dangguan.

Tung Hoi menangkarkan setidaknya 45 jenis maskoki. Dari ryukin, lionhead, mata balon, oranda, dan teleskop. Tak ketinggalan butterfly dan ranchu. Semua jenis itu dikelompokan lagi berdasarkan corak seperti merah, hitam, merah putih, biru, dan kaliko.

Cassius auratus tersebut dipelihara terpisah menurut jenis, panjang tubuh, dan kualitas. Panjang tubuh ikan dihitung per sentimeter. Mulai dari 5 sampai 6 cm hingga di atas 20 cm. Kualitas dibagi ke dalam 9 grade: AA, A, AB, B, BC, C, CD, D, dan DE.

Kerabat ikan mas itu menghuni aneka ukuran kolam. Dari 2 m x 2 m hingga 5 m x 3 m dengan kedalaman 30 sampai 50 cm dan ketebalan dinding 10 cm. Total ada sekitar 80 kolam dengan populasi minimal 50 sampai 400 ekor per kolam tergantung ukuran ikan. Kecuali kualitas kontes yang dirawat di 4 kolam besar berukuran 10 m x 3 m dengan kedalaman 1 m.

Perawatan di farm peraih ISO 9001 dari DNV Quality Assurance System diterapkan oleh peternak ikan di tanah air. Namun yang mencolok di sana, air di kolam tampak bening. Ikan yang berenang mudah sekali dilihat. Padahal seluruh kolam cuma beratap langit yang memacu alga dan lumut berkembang subur. Selama ini kolam terbuka selalu membikin air jadi kehijauan. Sayang, rahasia air bening itu tidak mau dibeberkan oleh Beryl Jiang.

Filter air alam dipakai pula. Sebuah kolam seluas 4 m x 4 m ditanami ecenggondok. Semua air buangan mesti melewati tanaman penyerap racun itu sebelum’diolah lagi di sebuah bak filter sebesar rumah tipe 21. Kebersihan memang menjadi perhatian utama di sana. Saking ketatnya sebelum bisa masuk ke areal kolam, setiap orang wajib menginjak bak sucihama mirip yang dipraktekkan oleh pekebun-pekebun greenhouse.

Ratusan ribu ekor

Kualitas kontes dirawat di kolam khusus

Trading termasuk bagian yang digarap Tung Hoi. Pencetak oranda berukuran panjang tubuh 40 cm itu setiap tahun mampu mengirim hingga 700.000 ikan beragam jenis dan ukuran ke Eropa, Hongkong, Singapura, dan Malaysia Termasuk ke Amerika Serikat dan Indonesia.

“Semua produksi untuk diekspor,” ucap Beryl. Paling sedikit ekspor dari farm yang berkantor pusat di Sha Tin, N.T, Hongkong itu 30 sampai 40 boks per minggu. Importir ikan hias di Jakarta, Bens Aquarium, secara rutin mengambil 2 boks ikan per bulan. Ukuran panjang tubuh yang paling besar diminta adalah 5 sampai 6 cm hingga 12 sampai 13 cm. Volume itu mendekati 60% dari total seluruh ukuran.

Masing-masing pengimpor memang memiliki jenis favorit. Pembeli asal Singapura misalnya menyukai red white ryukin, kaliko ryukin, red oranda, red cap oranda , dan lionhead. Konsumen dari Eropa dan Amerika Serikat meminati seluruh jenis yang ada, pun Indonesia.

Yang patut ditiru dari manajemen perusahaan yang diawaki oleh Louis Chan itu adalah selektif melayani pembeli. Setiap konsumen perlu berkorespondensi dahulu. Jika disetujui, berbagai pertanyaan perlu dijawab. Misalnya posisi toko atau farm, jumlah tenaga kerja hingga jarak tempuh dari bandara ke tempat bersangkutan.

Semua itu sangat penting pada saat pengemasan. Maklum, anggota genus Cyprinus itu mudah stres. Sehingga, “Suhu di boks akan kami atur sesuai jarak tempuh sehingga ketika sampai ikan mudah langsung beradaptasi,” tutur Beryl. Setidaknya cara itu sukses menekan kematian ikan hingga 0 %.

Koi Berprestasi

Di Cina, Tung Hoi diakui sebagai farm maskoki paling modern. Fasilitas laboratorium hingga pelatihan bagi pekeija dimiliki. Semboyan Zero Defect-do it right at the first time benar-benar dijabani serius. Wajar pada 2001 pemerintah RRC menganugerahkan penghargaan prestasi di bidang perikanan bagi anggota Ornamental Fish International (OFI) itu.

Selama 2 jam Kami menikmati suguhan pemandangan di Tung Hoi ditemani Beryl Jiang. Acara berkeliling farm itu diakhiri melongok ke ruang pameran seluas 3 m x 3 m di sisi kiri kantor. Di sana dipajang piala-piala kejuaraan yang berhasil diraih. Beberapa lukisan dan kerajinan maskoki dari kayu serta batu marmer turut digelar. Matahari yang kembali keperaduan menyudahi kunjungan Kami ke farm terbesar dan termodern di RRC itu.

Pos terkait