Ekspor Getah Pohon ke 4 Negara

Masih ingatkah Anda pada film fiksi ilmiah Jurrasic Park2 Cerita diawali dengan keberhasilan peneliti menciptakan dinosaurus yang gen-nya diambil dari seekor nyamuk purba.

Nyamuk itu, jutaan tahun lalu, rupanya pernah mengisap darah dinosaurus. Karena sang nyamuk terperangkap dalam cairan resin yang kemudian berubah jadi amber gen dinosaurus di pencernaan nyamuk masih hidup.

Ada kesalahan fatal pada pembuatan skenario film itu. Batuan amber yang dipakai berasal dari wilayah Republik Dominika. Amber dari kepulauan ini umurnya 20-juta – 40-juta tahun lalu.

Padahal, dinosaurus terakhir diperkirakan hidup 65-juta tahun lalu. Jadi, deposit amber yang dipakai pada film tadi terlambat hampir 25-juta tahun.

Jurrasic Park memang hanya fiksi. Namun, bahwa amber dapat mempertahankan bentuk tubuh nyamuk secara utuh, adalah fakta. Batuan amber berasal dari resin yang mengalami perubahan sifat selama ribuan tahun.

Hasil akhirnya adalah batu amber, sejenis permata dengan sifat istimewa, berwarna cokelat kekuningan dan tembus pandang.

Sumber Penghasil damar Utama

Amber sebenarnya resin yang sudah menjadi fosil. Orang awam menyebutnya getah damar. Getah ini keluar dari dalam batang pohon dan teroksidasi sehingga mengeras dan menjadi amber. Banyak amber berisi serangga yang terperangkap ketika resin keluar.

Bahkan ada yang berisi gelembung air. Bentuk fisik benda-benda ini tidak berubah setelah jutaan tahun lantaran resin mengawetkannya. Karena amber tembus pandang, serangga dan gelembung air itu menjadi hiasan menarik.

Sumber resin tidak cuma berasal dari pohon Agathis alba (disebut getah damar dan di dunia perdagangan dinamai kopal). Resin pun dapat diperoleh dari ikan paus jenis sperma (disebut ambergis}. Ambergis dikenal sebagai wewangian bernilai tinggi.

Sebutan gum arab di pakai untuk resin asal Acacia arabica dan A. Senegal. Frankincese diproduksi oleh tanaman Boswellia dan sering dipakai untuk aromaterapi. Aromanya bisa menenangkan orang yang menghirup asapnya ketika dibakar sebagai dupa.

Resin paling terkenal, dinamai lak, berasal dari serangga Coccus lacca. Serangga ini mengeluarkan resin secara rutin dan menumpuknya di batang tanaman inang. Masyarakat pedesaan mengambil bahan lengket ini, dimurnikan, dan dijual sebagai bahan campuran vernis.

Kalau di luar negeri, sumber resin, antara lain tumbuhan Pistacia lenticus. Sama seperti di Indonesia, resin dipakai untuk bahan vernis dan lem. Sementara resin di Arab Saudi dan Turki lebih banyak jadi dupa dan bahan pengobatan .Berbagai jenis pinus pun menghasilkan resin bernama rosin. Fungsinya sebagai pelumas pada berbagai macam alat musik gesek.

Resin itu, jutaan tahun kemudian, mungkin saja menjadi amber. Menanti resin beku alih rupa menjadi amber alias batu permata jelas tidak mungkin, Karena itu, resin beku tersebut tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama. Ada pengusaha yang mengekspornya ke luar negeri.

Damar Sebagai Komoditas Ekspor

Ambil contoh PT Damar Murni Indah. Perusahaan ini setiap bulan mengekspor 10 kontainer damar (setara 150ton) ke Perancis dan Jerman. Sedangkan negara Asia yang dipasok ialah Jepang dan Korea Selatan. Separuh dari volume ekspor berbentuk damar batu. Bentuk ini diperoleh dari lelehan getah yang jatuh di pangkal pohon dan meijgeras bagaikan batu.

Pasar lokal, “Paling hanya menyerap 5 kontainer per bulan,” ujar Cahyadi, bagian ekspor DMI. Harga damar di pasar lokal saat ini Rp7.500 – Rp9.000 per kilo. Di luar negeri, damar mata kucing dinilai US$1.275 metrik ton. Sebutan mata kucing diberikan untuk getah damar putih bening bak kristal. Jika terkena cahaya, kristal itu seperti mata kucing yang berkilat.

Di Curup, PT Bengkulu Jaya sejak 5 tahun terakhir juga mengekspor damar mata kucing. Negara tujuannya Aljazair dan Singapura. Volume ekspor hanya 5 kontainer per tahun lantaran sekedar melayani kebutuhan klien. Satu kontainer setara 18ton.

Pada tahun ini, ekspor ke Singapura baru 0,5 kontainer; Aljazair, 2 kontainer. Menurut Sri dari Bengkulu Jaya, damar mata kucing diperoleh dari petani sekitar dengan harga Rp3.000 -Rp7.000 per kilo tergantung kualitas.

Pemain lain di komoditas ini ialah Perum Perhutani yang mengirimnya ke India dan Jerman. Volume ekspor BUMN ini hanya 30 ton per bulan dengan harga US$510 per ton. Bahan baku ekspor diperoleh dari hutan damar di wilayah Banyumas, Purworejo, Sukabumi, dan Tasikmalaya.

Manfaat Dan Kegunaan Damar

Tak semua eksportir memiliki kebun sendiri. Contohnya PT Supari Katta yang mengekspor 60ton damar ke India. Menurut direkturnya, Marzuki, di India itu dipakai sebagai, pengusir nyamuk. Damar yang dibakar menebarkan aroma yang tidak disukai serangga. Untuk menjamin pasokan, perusahaan ini membina 80 petani di Liwa, Lampung Barat.

Di mancanegara, resin alias damar itu dipakai untuk berbagai jenis industri. Produsen jaket kulit memakainya untuk mempertinggi kualitas jaket. Tanpa resin, jaket kulit tidak terasa nyaman tatkala dipakai. Industri lain, seperti cat, furniture, kertas, dan makanan juga menjadi target pasar mereka.

Halaman terakhir diperbaharui pada 4 November 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.