Empat Maskoki Pendatang Baru dari Negeri Seberang

Selamat datang para tamu! Paling tidak saat ini ungkapan itulah yang paling tepat bagi tosakin, sakura ryukin, black ranchu, mutiara kepala tikus, dan celestine pompom. Kesemuanya adalah nama beberapa jenis maskoki khas negara-negara Asia Timur dan Tenggara yang kini hadir di Indonesia.

Cukup sulit mendapatkan ikan-ikan ini, apalagi maskoki asal Jepang,” ujar Y.B. Hariantono, sang pemilik. Namun, menurut anggota Gold Fish Society of Indonesia ini, variasi bentuk unik dan warna yang indah membuat tak surut untuk mengkoleksi maskoki idaman, la kerap ke Jepang yang banyak memiliki maskoki berkualitas. Sayang negeri sakura itu fanatik dan ketat menjaga kekhasan ikan-ikannya sehingga sulit ditembus.

Hariantono memakai kiat khusus untuk memperolehnya. “Saya dapat dari koneksi teman yang jadi juri kontes maskoki di Singapura,” ujar pria berkaca mata itu. Kini tinggal lionhead klasik saja obsesinya yang belum tercapai. Ikan itu jenis langka milik kaisar.

Berikut pendatang baru yang hadir di Indonesia

  1. Tosakin

    Maskoki khas kebanggaan peternak Jepang. Tampilannya seperti tosa biasa, tetapi ekor lebih mengembang, terbuka bak kipas melipat. Di Jepang ikan ini tidak dipelihara di kolam melainkan di pot bunga bulat agar bentuk tetap bagus. Idealnya akuarium berisi sepasang tosakin.
  2. Black ranchu

    Ia asli Jepang, tetapi justru berkembang pesat di Thailand. Kualitas black ranchu Thailand memang paling bagus. Warna hitamnya pekat menutupi bagian tubuh hingga dada. Tampilan beda terdapat pada black ranchu Cina yang kurang pekat tapi berukuran lebih besar.
  3. Celestine pompom

    Tidak banyak hobiis yang berminat dengan maskoki asal Cina ini. Padahal, celestine pompom termasuk jenis klasik yang unik dan langka. Matanya terbalik menghadap ke atas disertai pompom di depannya.
  4. Mutiara kepala tikus

    Kepala mirip tikus, kecil dan kontras sekali dibandingkan tubuhnya yang menggelembung besar. Sisik mutiara mendominasi badan dengan ekor pendek rapi. Untuk membentuk tampilan mutiara optimal, peternak Malaysia memelihara ikan ini di kolam terbuka dengan kedalaman air 10 cm, “Seperti panci rebus”, ujar Hariantono.