Eugenol Cengkih Polisi Tanaman

Eugenol yang terkandung dalam gagang, daun, dan bunga cengkih berpeluang menjadi pestisida nabati. Penelitian Balittro membuktikan ia paling efektif mengatasi cendawan, bakteri, dan nematoda pengganggu tanaman dibanding tanaman lain.

Eugenol dan turunannya sudah lama diketahui memiliki efek anticendawan, antibakteri, antirematik, dan antiseptik. Dalam industri farmasi ia dipakai sebagai bahan aktif pembuatan obat kumur, obat radang gusi, dan balsam gosok. Industri makanan memakainya untuk mengatasi Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

Hasil uji laboratorium, eugenol juga toksik bagi cendawan patogenik tanaman. Di antaranya Fusarium oxysporum, Phytophthora capsici, Rigidoporus lignosus, Rhizoctonia solani, dan Sclerotium rolfsii, serta Pseudomonas solanacearum.

Penelitian ke arah proses pembuatan formulasi fungisida dan bakterisida pun dilakukan Balittro. Pestisida nabati berbahan aktif minyak cengkih dalam bentuk emulsi dan bubuk kini sudah diformulasikan. Di antaranya MBC 10 BC, EGL 10 EC, MBC 4 WP, EGL 4 WP, dan EGL 10 WP. Metil eugenol, salah satu turunan eugenol sudah menjadi bahan baku produk atraktan komersial untuk memikat lalat buah.

Semua produk

Serasah daun, bubuk daun, gagang, dan bunga, hingga minyak cengkih semuanya mengandung senyawa eugenol. Karena itu produk cengkih tersebut dapat diaplikasikan sebagai fungisida, bakterisida, nematoda, dan insektisida.

Pada lada bubuk cengkih mengendalikan busuk pangkal batang Phytophthora capsici 63,5% sampai 70,9%. Hasil panen meningkat hingga 2,5 kali. Ia juga ampuh mengatasi nematoda Radopholus similes dan Meloidogyne incognita pada tanaman itu.

Pengujian pada jahe, nilam, dan kentang membuktikan, minyak dan bubuk cengkih menekan pertumbuhan P. solanacearum. Pada konsentrasi agak tinggi dapat mematikan.

Pertumbuhan bakteri terhambat dengan menggunakan bubuk daun, gagang, dan bunga pada konsentrasi 500 sampai 1.000 ppm. Pada konsentrasi 4.000 sampai 7.500 ppm bakteri tidak tumbuh. Menggunakan eugenol dan minyak cengkih, pertumbuhan bakteri terhambat pada konsentrasi 100 sampai 300 ppm.

Eugenol Cengkih Menekan serangan busuk batang vanili
Eugenol Cengkih Menekan serangan busuk batang

Di Bali, serasah dan bubuk daun cengkih dipakai menanggulangi infeksi patogen busuk batang F. oxysporum. Hasilnya, ia dapat menekan infeksi hingga lebih dari 85%. Penggunaan eugenol pada konsentrasi 10% mengendalikan imago hama gudang Aphis fasiculatus.

Aplikasi

Sebagai pestisida nabati, produk cengkih mudah diaplikasikan oleh petani. Dengan dosis bubuk atau serasah daun, gagang, dan bunga 150 sampai 200 gram per tanaman cukup untuk mengendalikan patogen tanah. Aplikasinya, taburkan bubuk cengkih secara merata di lubang tanam atau sekitar tajuk. Bisa juga meletakkan serasah daun secara merata sebagai mulsa.

Untuk pengendalian cendawan dan hama, semprotkan 0,3 sampai 0,6% larutan minyak cengkih. Namun, karena minyak cengkih tidak larut dalam air, perlu ditambah pelarut seperti terpentin atau detergen dengan konsentrasi 10%.

Jika daun yang dipakai, buat ekstraknya sebelum disemprotkan. Caranya, 10 kg daun basah dikeringkan, lalu ditumbuk halus. Bubuk daun cengkih kemudian ditambah 19 liter air. Aduk sampai rata, lalu tambahkan 20 gram detergen. Aduk dan biarkan 2 hari. Setelah disaring, larutan pestisida itu siap digunakan untuk lahan 1 sampai 2 ha. Waktu menyemprot pakai 1 sampai 1,5 liter larutan ditambah 20 liter air.

Untuk membuat formulasi bubuk, ambil 20 kg daun atau bunga cengkih kering, ditumbuk halus, lalu diayak. Campur dengan 1 sampai 2 kg deterjen bubuk. Diaduk rata lalu disimpan. Untuk penggunaan, ambil 1 sampai 1,5 kg pestisida bubuk dan dilarutkan dalam 20 liter air.

Selain sebagai pestisida nabati, daun cengkih juga mengandung N, P, K, Mg, Fe, dan Ca dalam kadar cukup tinggi. Karena itu ia juga cocok dipakai sebagai pupuk organik plus. Fermentasi pupuknya dibuat dengan mencampur 1 bagian pupuk organik dengan 3 bagian daun cengkih. Biarkan selama 1 sampai 2 bulan sebelum dipakai. (Ir. Ariful Asman, SU, peneliti madya Balittro Bogor)

Tabel Dosis dan Cara Pemberian Produk Cengkih Pada Vanili untuk Patogen Tanah

No Jenis Produk Dosis (g/tan)
1 Tepung daun 100-200
2 Serasah daun 150-200
3 Tepung gagang 50-100
4 Tepung bunga 25-100
5 Arang sekam + minyak cengkih 25-50
6 Minyak cengkih 10% 0,3%-0,6%

Cara Pemberian

Tabur di sekitar lubang tanam atau tajuk tanaman. Interval 3 bulan Mulsa di sekitar tajuk tanaman, terutama pada tanaman belum ada gejala BBP. Interval 4 sampai 6 bulan

Idem no. 1, interval 4 sampai 6 bulan

Idem no. 1, interval 4 bulan

Idem no. 1, interval 6 bulan

– Oles di bagian luka

– Setek batang dicelup selama 30 menit sebelum ditanam

– Penyemprotan pada tajuk tanaman

Halaman terakhir diperbaharui pada 20 Oktober 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.