Inilah Para Grand Champion Lomba Ikan Hias di Aquarama

Singapura merajai lomba ikan hias di Aquarama. Dari 5 gelar grand champion, 4 diantaranya direbut peserta asal negeri Singa itu. Diskus, mas koki, arwana, dan cupang adalah jenis-jenis yang sukses membawa pulang hadiah S$500 plus S$500 lagi dari sponsor.

Brosur Aqurama yang dikirim pada Kami menyebutkan, acara pameran di gelar tanggal 31 Mei. Namun, para peserta lomba sudah harus bersiap sejak 29 Mei. Penilaian sendiri dilangsungkan pada sehari kemudian. Untuk menjaga fair play, 28 juri dari Eropa, Asia, dan Amerika ditunjuk. “Setiap kategori dinilai oleh 3 sampai 4 juri. Satu dari Eropa, 1 Amerika dan 1 Asia dan kadang tuan rumah sendiri,” jelas DR Ling Kai Huat ketua dewan juri aquarama.

Menurut Ling Kai yang sudah 2 kali menjadi ketua dewan juri, penilaian ikan didasarkan pada kriteria umum. “Seperti kondisi ikan, ukuran, warna, bentuk, bintik, dan keserasian,” ungkapnya. Cupang grand champion milik Dominic Teo, misalnya memenuhi kriteria juara. “Warna ikannya benar-benar clean, sirip mengembang besar dan menunjukkan sikap agresif,” papar Supawat, juri cupang dari Thailand.

Diskus

Bintang lomba ikan itu masih dikuasai diskus. Leopard milik Lee Tong Juan buktinya tampil prima. Saat beradu dengan para juara 1 diskus dari 6 kelas berbeda, ia mampu memikat juri, “It’s perfect to spotted form,” jelas Julia Mann salah satu juri asal Blue Moon Discus, Amerika. Hal senada diungkapkan hobiis diskus asal Bandung, Mulyadi. “Diskus itu pantas juara. Spotnya terlihat jelas sampai ke pipi. Ukuran tubuh besar ketimbang lainnya, sekitar 10 inci”.

Pada lomba itu seorang wakil Eropa menerobos dominasi wakil Asia. Dialah Guy Kaplan. Bujang Israel itu meraih grand champion guppy dan juara 1 kelas snake skin. Padahal di kelas guppy, ia satu-satunya wakil Eropa. Bahkan keikutsertaan di Aquarama itu untuk pertama kali. Tak heran bila pria berumur 30 tahun itu sangat gembira. “Saingan banyak dan bagus,” kata pemilik Beautifish farm yang mengekspor paling sedikit 250.000 guppy/tahun ke kawasan Eropa dan Jepang.

Indonesia pun boleh berbangga hati. Anthony Djuju satu-satunya wakil diskus yang tampil di sana, berhasil meraih juara 3 untuk kelas solid yellow form. “Diskus yang dikonteskan bagus-bagus, sehingga sulit untuk menyabet gelar terbaik,” papar pemilik Marina Diskus yang beberapa waktu lalu meraih juara diskus di Kuala Lumpur, Malaysia.

Salah satu Grand Champion di kategori diskus
kategori diskus

Berjayanya Singapore Firework

esekali ia memperbaiki letak kacamata. Senyumnya selalu tersungging saat menerima ucapan selamat dari rekan dan kolega. Dialah Lee Tong Juan, peraih grand champion diskus. Hobiis yang tinggal di bilangan Sunset Square, Singapura itu dijuluki star in aquarama 2001 oleh harian The Straits Times.

Langkah gemilang kakek bercucu satu itu terus berlanjut, la nyaris menyapu bersih semua piala diskus di kelas spotted form. Dari 4 diskus leopard yang tampil, 1 diskus meraih juara 1 plus grand champion. Satu lainnya merebut juara 3. “Yang lepas hanya juara 2,” jelasnya.

Kiprah sukses diskusnya dimulai sejak Aquarama 1997. “Saat itu blue diamond saya meraih grand champion,” tutur suami Betty Lee itu. Torehan prestasi lain dicapai ketika beralih memelihara leoprad. Pada periode 2000 sampai 2001 saja, 2 gelar juara 1 berada dalam dekapan diskus leopardnya. Pertama Mei 2000 pada 1st Singapore International Show dan kedua Januari lalu pada National Discus Show.

Hoki bagi pria berumur 62 tahun yang beternak diskus sejak 1993 itu memang berasal dari turunan F2 Singapore firework. Diskus itu hasil persilangan (betina) snake skin X (jantan) wild spotted green asal Amerika Selatan. F1 yang didapat dinamai Singapore Firework. la kemudian disilangkan lagi dengan wlldcoari. Hasilnya F2 yang memiliki banyak spot. Diskus inilah yang selalu dijagokan dalam setiap kontes.

Sang leoprad juara itu kini siap menunggu pembeli yang berminat. “Bila ada yang mau, saya lepas S$15.000,” ucap pensiunan guru SMP itu. Toh, kalaupun terjual tidak kurang dari 37 turunan Singapore Firework di belakang rumah siap menggantikannya.

No Kelas Grand Champion Asal
1 Diskus Lee Tong Juan Singapura
2 Mas Koki Gng Hoon Leng Singapura
3 Guppy Guy Kaplan Israel
4 Arwana Tan Thiam Boon Singapura
5 Cupang Dominic Teo Singapura
No Kelas Juara 1 asal
6 Gurame Won Tien Loy Jockey Trading
7 Molly Winson Choo

Tropical Fish

International Pte Ltd

8 Platy Lee Bon Chai
9 Ekor Pedang Winsoo Choo

Tropical Fish

International Pte Ltd

10 Tetra Kenneth Tay

Aqua Funa Fish

Industries Pte Ltd

11 Corydoras Winson Choo

Tropical Fish

International Pte Ltd

12 Barbs Wee Chye Huat

Tung-Hu

Aquarium Trading

13 Varietas Baru Winson Choo

Tropical Fish

International Pte Ltd

Andy Yap

Qian Hu

Fish Farm Trading

Ikan Zebra Transgenik dari Aquarama Singapura

Tahun depan mungkin isi akuarium ikan hias air tawar Anda akan berwarna-warni mencolok layaknya akuarium laut. Semua itu berkat penemuan Dr Z. Gong dari National University of Singapore, la mentransfer gen fluorescent ubur-ubur dan anemon ke dalam ikan zebra. Hasilnya, rona tubuh berubah kuning, hijau, ungu, orange, hingga merah.

Gen ubur-ubur pemantul cahaya terang itu diambil lalu ditransfer ke telur zebra. Ketika telur menetas zebra kecil yang seharusnya abu-abu kekuningan berubah warna. Warna tergantung dari gen yang disuntikkan. Gen ubur-ubur dan anemon laut di dalam zebra itu bersifat permanen sehingga kelak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kelebihan lain mentrasfer flourescent ialah kenikmatan menyaksikan lenggak-lenggok ikan tidak terpengaruh kondisi pencahayaan akuarium. Gelap ataupun terang ikan terlihat jelas. Hal itu terungkap di brosur yang diterbitkan Departemen Ilmu Biologi National University of Singapore. Sampai saat ini memang baru gen warna merah, kuning, dan hijau yang dicoba.

“Penemuan yang betul-betul baru dan cukup menakjubkan. Teknologi itu bisa diaplikasikan ke jenis ikan lainnya,” ungkap Mulyadi, hobiis ikan hias di Bandung. Kemajuan teknologi di Singapura itu patut diantisipasi supaya peternak Indonesia tidak ketinggalan. Pasalnya ikan baru akan disusul dengan permintaan importir. (Karjono)

Halaman terakhir diperbaharui pada 18 Oktober 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.