Budidaya Tani
jagung kering super

Jagung Tahan Kering, Itu yang Dicari

Meski dilanda kekeringan, pekebun jagung di Pare, Kediri, tetap berseri-seri. Hasil produksi tinggi karena menggunakan varietas tahan kering. Bahkan kini mereka bisa memanen jagung lebih cepat pada umur 95 hari.

Setengah dari bahan pakan ternak berasal dari jagung. Tahun silam saja total general kebutuhan nasional mencapai 3-juta ton. Sepertiganya masih diimpor. Supaya produksi lokal bisa mengisi permintaan itu dibutuhkan bibit jagung dengan produktivitas tinggi, panen cepat, dan tahan kering. Sifat terakhir paling dinanti.

Saat ini berbagai jenis bibit beredar di pasaran. Misal PT Tanindo Subur Prima meluncurkan BISI 7. PT Dupont Indonesia, lewat PT Pioneer Indonesia memproduksi Pioneer 20. Pioneer 21. Pioneer 22, dan Pioneer 23. PT Syngenta Indonesia yang mulai meramaikan persaingan benih pada 2020 mengenalkan NK 11. NK 22. NK 33. NK 55. dan NK 77. Beberapa produk dalam negeri antara lain Andalas dan Bisma 5. turut meramaikan persaingan.

Varietas-varietas baru itu memiliki potensi hasil di atas 10 ton per ha. Bukti di lapangan produksi dicapai 6 sampai 10 ton ha. tergantung ketinggian lokasi penanaman. Bandingkan dengan rata-rata produksi nasional yang hanya 2.4 ton/ha. Zea mays jenis baru itu bertongkol besar dan terisi penuh biji-biji dari pangkal hingga ujung. Warna dari kuning muda, kuning, hingga oranye.

Bisi 7

Produk baru PT Benih Inti Subur Intani itu dipanen pada umur 97 hst. Tongkol besar dan terisi penuh. Dengan kondisi itu, potensi hasil 10,4 ton pipilan kering. Tanaman tegak dan kokoh, dengan daun tegak sehingga efisien memanfaatkan cahaya matahari. Ia tahan penyakit bulai dan karat daun. Setelah panen, daun tetap hijau sehingga dapat dijadikan pakan ternak.

NK 11

jagung NK 11
NK 11

Kelebihan bibit produk Syngenta itu oranye cerah. Warna itu amat disukai petani, pedagang, dan industri pakan karena kandungan pati rendah. Hasil tinggi 8,1 ton/ha. Di daerah rendah, ia dipanen pada umur 98 hari. Tanaman tahan kekeringan dan tahan busuk batang. Ketika tua, klobot menutup tongkol sehingga terhindar dari busuk.

NK 22 Super Jumbo

Jagung NK 22 Super Jumbo
NK 22 Super Jumbo

Ia juga produksi Syngenta. Disebut jumbo lantaran buahnya memang besar dan tongkol terisi penuh. Hasil tertinggi 8.7 ton/ha dari potensi hasil 10.5 ton/ha. Buah berwarna kuning dipanen pada 95 hst. la tahan busuk tongkol dan batang, serta toleran hawar daun. Sistem perakaran sangat baik karena memiliki akar lateral sebagai penopang tanaman.

Super NK 33

NHK 33
Jagung super NHK 33

Varietas ini perpaduan NK 11 dan NK 22. Warna biji oranye dengan tongkol besar. Produksi tinggi 8,1 ton/ha dengan potensi hasil 10,2—12,1 ton/ha. Ia tahan kering, busuk tongkol, dan busuk batang. Sosoknya dicirikan oleh susunan biji yang tidak beraturan di satu bagian. (Yudi Anto)

Yudi Anto

Add comment