Kacang Tuban, jerapah, singa Trio Penolak Aflatoksin

Siapa tak bergidik mendengar Aflatoxin disebut? Metabolit sekunder beracun dari cendawan Aspergillus flavus itu pemicu kanker hati dan lever [efn_note]Barrett, Julia R. “Liver Cancer and Aflatoxin: New Information from the Kenyan Outbreak.” Environmental Health Perspectives, vol. 113, no. 12, Dec. 2005, pp. A837–38.[/efn_note]. Celakanya, kacang tanah paling gampang disusupi oleh kapang itu. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) merilis 3 kacang tanah “agak” tahan Aflatoxin; varietas tuban, jerapah, dan singa.

Pernahkah mengunyah kacang tanah tiba-tiba disergap rasa pahit? Itu tanda kacang tanah sudah mengandung Aflatoxin. Kacang tanah memang rentan terpapar cendawan A. flavus. Sedikit luka saat pertumbuhan kulit polong cukup melicinkan jalan anggota genus Aspergillus itu memproduksi Aflatoxin. Perkecambahan pun tak luput dari intaian penyakit yang berhabitat di dalam tanah itu.

Aflatoxin momok yang tak berkesudahan di kacang tanah. Sebab itu banyak negara menetapkan standar kualitas ketat. Contoh Amerika Serikat yang memasukkan Aflatoxin ke dalam Undang-undang Bioterorisme. “Negara Uni Eropa dan Amerika menetapkan minimal angka 0,5 ppb,” ujar Dr Ir Astanto Kasno, pemulia tanaman di Balitkabi. Indonesia hanya mematok angka 15 sampai 20 ppb [efn_note]Aspergillus Flavus Dan Para Saudara Dekatnya – Cfns.Ugm.Ac.Id/Id/. https://cfns.ugm.ac.id/2020/08/15/aspergillus-flavus-dan-para-saudara-dekatnya/. Accessed 23 Mar. 2021.[/efn_note].

Menurut alumnus Universitas Padjadjaran Bandung itu Aflatoxin sulit diberantas. Cara efektif meminimalkan segala peluang datangnya Aspergillus. “Yang utama menghindari penyakit daun dan cekaman kekeringan,” tutur doktor pemulia tanaman dari Institut Pertanian Bogor itu. Penyakit daun memaksa biji dipanen muda. Artinya peluang disusupi Aspergillus lebih mudah. Sama seperti pada cekaman kekeringan. Ia menyebabkan biji tak tumbuh maksimal, malah berkerut.

Sebab itu pula untuk menekan Aflatoxin, varietas baru harus tahan penyakit daun dan cekaman kekeringan. “Varietas tuban, jerapah, dan singa memiliki kriteria yang disyaratkan itu.

Keuntungan lain ketiganya bertipe Spanish (polong 3, red), sesuai kebutuhan pabrik,” ucap ayah 3 putera itu.

Tuban, jerapah, dan singa

Tahan penyaKit layu

Varietas tuban ada sejak awal 1900-an. Ia diperkirakan diintroduksi oleh pedagang asal Gujarat, India, yang menyebarkan agama Islam. Dugaan lain, ia dibawa oleh balatentara Kubilai Khan saat menyerang tanah Jawa. Peneliti asal negeri Tulip Swarz pertama kali mengidentifikasi varietas, tuban tahan penyakit daun.

Sayang selama perjalanan waktu, galur mumi itu telah bercampur dengan varietas lain seperti gajah, macan, dan banteng. Baru sekitar 1989 upaya penyusuran galur mumi dilakukan lagi sebelum kini terlahir kembali hingga tahan Aflatoxin.

Jerapah berasal dari silangan varietas lokal majalengka dan introduksi asal ICRISAT, India. Singa diperoleh dari perkawinan varietas lokal paraguay dan ICRISAT. Keduanya toleran kekeringan dan penyakit daun. Bahkan jerapah cocok ditanam di lahan masam alias bergambut. “Varietas singa F3-nya kini sedang dibuat tahan thrips,” papar Astanto.