Budidaya Tani

Katakan dengan Tabulampot

“Saya ingin yang jumlah buahnya 88,” tutur salah seorang pelanggan di gerai tabulampot Taman Buah Mekarsari (TBM). Yang dimaksud, jeruk kasturi dalam pot untuk parsel Imlek. Tabulampot itu tampil menarik dihias pita dan kartu sembahyang berwarna merah menyala. Soal pilihan angka, “Mungkin hokinya ada pada angka 88 itu,” papar Indradewi Triratna, kepala Bagian Pengembangan Usaha Agro TBM.

Kebun buah di Cileungsi, Jonggol, itu juga menyediakan parsel tabulampot untuk menyambut Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Jenis buah yang dipotkan hampir sama. Sebut saja beragam jeruk, mangga, sawo, jambu biji, belimbing, delima, dan srikaya.

Ada juga tanaman langka seperti duwet putih, karendang, serta delima wulung dan putih. Yang membedakan hiasan yang disematkan. Ketupat plastik warna-warni dipasang menghias tabulampot untuk Idul Fitri; Natal, bola-bola lampu; dan Imlek, kartu sembahyang. Penampilan makin indah dengan pot cantik dan pita yang dililitkan di sekeliling pot.

Bukan tanpa alasan TBM menyediakan tabulampot itu. Parsel buah atau makanan sudah terlalu lazim digunakan untuk mengucapkan selamat pada perayaan hari besar. “Kalau yang diberikan parsel tabulampot marak buah pasti lebih istimewa,” ujar A. F. Margianasari, kepala Bagian Produksi TBM. Bingkisan unik dan indah itu rutin diproduksi TBM sejak 1996.

Jenis khas

Idul Fitri, Natal, Imlek, dan Tahun Baru masa-masa sibuk buat karyawan bagian produksi dan pemasaran TBM. “Kadang malam takbiran kami masih mengirim parsel ke pelanggan,” ujar Wiwik, panggilan akrab Indradewi. Maklum pesanan tak hanya 1 sampai 2 tabulampot, tapi ratusan.

Imlek misalnya, pesanan bisa mencapai 300 sampai 400 pot. Untuk Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru berkisar 100 sampai 200 pot. Itu di luar parsel untuk acara ulang tahun dan pernikahan yang berlangsung sepanjang tahun. Tercatat Mien Uno, Haryono Suyono, serta beberapa perusahaan seperti: BCA, Texmaco, Rio Tinto, dan Abacus sebagai pelanggan tetap.

Meski jenis yang disediakan sama, toh tetap ada buah favorit untuk perayaan tertentu. Karendang, laris manis menjelang Natal. Kombinasi buah yang merah dan daun hijau disukai 2 warna itu khas Natal. Sementara mereka yang merayakan Imlek lebih memilih beragam jeruk berwarna kuning. Kasturi banyak diminati karena penampilannya cantik. “Bahkan ada yang memesan jumlah buah harus 88 tanpa dipotong,” kata Wiwik.

Angka 8 istimewa buat etnis Tionghoa. Angka itu melambangkan harapan rezeki yang melimpah dan terus-menerus seperti cara penulisannya yang tidak putus. Delima, srikaya, dan pamelo juga menjadi tanaman khas pada perayaan Imlek. Menurut kepercayaan mereka, pemilik tanaman srikaya akan panjang rezeki. Untuk parsel Idul Fitri dan Tahun Baru tak ada buah khusus. Meski kedondong dan sawo paling diminati karena rajin berbuah.

Tanaman tampil prima

Tanaman disiapkan 1 tahun sebelumnya agar saat dikirim sedang berbuah. Dari sejumlah bibit yang disiapkan tak semua layak dijadikan parsel tabulampot. “Hanya tanaman prima yang boleh dijadikan parsel tabulampot. Berbuah lebat, sehat, dan ukuran proporsional dengan pot,” ucap A. F. Margianasari. Tanaman yang tidak berbuah, daun rontok, dan terserang ulat, tidak lolos penyortiran.

Harga parsel berkisar Rp 100.000 sampai Rp2.500.000/pot. Selain tabulampot, konsumen juga bisa memilih bingkisan berisi peralatan berkebun, pupuk, media tanam, dan buku-buku bertanam buah terbitan dalam maupun luar negeri. Pembelian di atas Rpl.000.000 mendapat bonus 1 tabulampot.

Saat pengiriman, buah diikat satu per satu dengan net, dibungkus, dan diganjal. Itu untuk mencegah buah rontok akibat guncangan saat perjalanan. Pemesanan dilakukan minimal 1 bulan agar ada masa pemulihan tanaman setelah re-potting. “Pokoknya parsel harus diusahakan utuh dan cantik saat sampai di tempat tujuan,” ujar Riris, panggilan akrab Margianasari.

Pandu Dwilaksono