Budidaya Tani

Kelengkeng Pingpong Vietnam Panen di Thailand

“Ada yang mau ping pong? ” tanya Araya Ngamleatkul kepada rombongan agrowisata Budidaya Tani ke Bangkok, Thailand. Yang ditawarkan bukan olahraga tennis meja, melainkan buah lengkeng seukuran bola pingpong. Perempuan berparas cantik itu lalu menggunting dompolan lengkeng di pohon dan menyuguhkannya. Udara panas segera sirna begitu lidah mencicip daging buah nan bening dan manis itu.

Jangan bayangkan udara sejuk dan suasana teduh seperti sentra di Ambarawa yang berketinggian 700 m dpi. Bila berkeliling kebun milik Araya, pengunjung mesti berlindung di balik payung atau topi dari terik metahari. Maklum kebun seluas 5 ha itu berada di ketinggian kurang dari 100 m dpi.

Udara sangat panas, apalagi saat kemarau Budidaya Tani berkunjung pada pertengahan Juli. Toh, pohon-pohon setinggi 2 m tetap disarati buah sebesar bola pingpong makanya disebut lengkeng pingpong. Wajar saja karena Dimocarpus longan yang sedang naik daun di negeri Gajah Putih itu varietas khusus dataran rendah. Ia tidak butuh hawa dingin untuk memacu pembungaan.

Terbang ke Vietnam

Bukan tanpa alasan pingpong beken di Thailand. Bila dibanding dengan varietas lokal, misal phet sakhorn dan ido, lengkeng asal Vietnam itu memang terlihat bongsor. Daging buah bening, manis, kering, renyah, dan harum mengundang selera. Makanya T&N Agricultural Chemical Part Ltd., perusahaan agrikultur milik Araya, berani mengebunkan di Wad Wangyen, Nakhornpathom, pinggiran Bangkok, hingga 50.000 pohon.

Gara-gara membaca berita kelengkeng pingpong di sebuah surat kabar Vietnam, Araya mengirim beberapa tenaga ahli ke negara di kawasan Indocina itu. Di surat kabar itu disebutkan, si bulat manis 3 tahun berturut-turut meraih juara pertama pada kontes buah di Vietnam. Xuong com vang longhuyen nama di Vietnam itu memang lengkeng daerah panas yang adaptif di tanam di berbagai kondisi tanah.

panen kelengkeng
Panen 2 kali setahun, Juli dan Januari

Para ahli T&N Agricultural Chemical Part Ltd. Langsung menemui Dr Nguyen Minh Chau. Pakar buah di Vietnam itu meyakinkan pingpong cocok ditanam di Thailand. Dengan garansi sertifikat dari pemerintahan Vietnam, sejumlah bibit pun didatangkan ke negeri Siam. Kini di Indonesia ia mulai dikebunkan.

Dipangkas rutin

Tiba di Thailand, lengkeng ditanam di dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Persiapan lubang disesuaikan dengan kondisi tanah. Untuk tanah berpasir, ukuran lubang 50 sampai 100 cm x 50 sampai 100 cm dengan kedalaman 50 sampai 80 cm. Lalu dikeringkan 3 sampai 5 hari sebelum bibit ditanam. Ukuran lubang pada tanah liat, 50 cm x 50 cm dengan kedalaman 40 cm dan dibiarkan 10 sampai 15 hari. Sedangkan pada tanah gembur, disesuaikan ukuran bibit dan tidak perlu dijemur. Tinggi bibit yang akan ditanam sebaiknya 50 sampai 100 cm.

Selang 20 sampai 25 hari setelah ditanam, taburkan 1 karung pupuk kandang di sekeliling lubang tanam. Kemudian langsung disiram dengan air. Jika menggunakan kotoran ayam, dosis lebih sedikit. Bibit rutin disiram 2 sampai 3 hari sekali. Setelah dewasa, 5 sampai 7 hari sekali.

kebun lengkeng ping pong
Kebun kelengkeng

Setelah tinggi batang utama mencapai 70 cm lakukan pemangkasan. Ranting paling ujung dipotong hingga tersisa 2 sampai 5 cm. Tujuannya agar terbentuk cabang sekunder. Dari cabang baru keluar 2 sampai 4 tunas. Setelah cabang sekunder mencapai 30 sampai 40 cm, ranting-ranting kedua dari ujung dipotong hingga tersisa 1 sampai 2 cm. Nantinya terbentuk cabang tersier. Begitu mencapai panjang 30 sampai 40 cm, ranting-ranting ujung kembali dipangkas. Dengan pemangkasan itu tinggi pohon dipertahankan tidak melebihi 2,5 m. Itu untuk mempermudah panen dan pemeliharaan.

2 kali panen

Pada umur 18 bulan, kelengkeng pingpong siap dibuahkan. Umumnya lengkeng hanya berbuah 1 kali dalam setahun. Bunga muncul pada April, buah dipanen Juli. Namun, pingpong dapat panen pada Januari dan Juli. Pembungaan di luar musim dipacu dengan menoreh batang dan perlakuan stres air. Perangsangan itu hanya dilakukan pada pohon berumur di atas 5 tahun.

Setelah panen pertama (Juli), pangkas ranting yang kering. Kemudian benamkan 1 sampai 2 karung pupuk kandang dan 1 sampai 2 kg NPK 15-15-15. Dua bulan kemudian, berikan NPK 8-24-24 dengan dosis sama. Setelah 1 bulan dari pangkas, baru pohon dirangsang berbunga. Buat torehan berbentuk cincin pada beberapa cabang. Penyiraman dihentikan sementara selama 10 sampai 15 hari. Setelah itu, normal kembali. Selang 15 sampai 20 hari kemudian keluar pucuk sambil membawa bunga. Buah dipanen 4 sampai 4,5 bulan kemudian.

Begitu bunga mekar, semprotkan larutan pupuk setiap 7 sampai 14 hari. Formula yang digunakan, 30 sampai 40 g NPK 10-52-17 ditambah 20 cc suplemen (escorgen) dan 20 1 air. Saat pentil buah keluar, formula menjadi 30 sampai 40 g NPK 20-20-20 ditambah 20 cc suplemen (escorgen), 5 sampai 10 cc giberelic acid, dan 20 1 air. Semprotkan setiap 10 sampai 14 hari.

Di luar itu, berikan larutan untuk pemeliharaan rutin, 4 sendok makan (sdm) NPK 30-20-10 atau 21-21-21 ditambah 2 sdm suplemen (escorgen), 1 sdm AZMO, dan 20 I air. Pupuk disemprot setiap 10 sampai 15 hari hingga tanaman berumur 2 tahun. Setelah memasuki tahun ke-3 formula diubah. Frekuensi pemberian 15 hari sekali. Pertama benamkan 100 g NPK 15-15-15 atau 16-16-16. Selang 15 hari pupuk dengan dosis dan jenis yang sama. Pada 2 kali pemupukan berikutnya, setiap 15 hari, berikan 100 g NPK 8-24-24.

Lantaran buah rawan serangan serangga dan cendawan, atasi dengan pestisida dan fungisida setiap 10 sampai 14 hari. Formulanya 2 sdm endosulfan ditambah 1 sdm metamidofos, 1 sdm abamactin, dan 20 1 air. Untuk fungisida, 1 sdm Carbendazim 50% ditambah 1 sdm Mancozeb dan 20 1 air. (Pandu Dwilaksono)

Pandu Dwilaksono

Add comment