Koi Maksi dari Kolam Mini

Lazimnya pembesaran koi di kolam luas berkedalaman minimal 1,8 m Namun, Supiyanto melakukannya di kolam kecil berukuran 3,5 m x4 m dengan kedalaman 2 m. Di sana koi berukuran panjang 10 cm dalam tempo 6 bulan menjadi 25 cm.

Kunci keberhasilan hobiis di Yogyakarta itu terletak pada pengaturan populasi. Awalnya Supiyanto menebar 20 ekor. Berselang 6 bulan kepadatan kerabat ikan mas itu dikurangi sebanyak 50%. “Karena lebih leluasa bergerak pertumbuhan menjadi lebih cepat,” ujar pria kelahiran Magelang itu.

Bukan tanpa alasan Maryanto begitu ia biasa disapa membuat kolam mini. Niat membuat kolam berukuran besar terbentur lahan. Akhirnya lahan di samping rumah seluas 14 m2 pun dimaksimalkan. “Kolam kecil tidak masalah, selama warna dan kualitas tubuh koi tetap bagus,” ujarnya. Solusi untuk mempercepat pertumbuhan dengan mengatur kedalaman kolam dan populasi ikan. “Kedalaman 2 m itu sudah maksimal. Semakin dalam malah jelek, karena ikan terlalu banyak membuang energi untuk mengambil pakan,” katanya.

Sama cepat

Menurut Darmawan, peternak koi di Jakarta Selatan, kolam mini bisa dipakai untuk membesarkan koi. Asal “Luas kolam harus seimbang dengan jumlah koi dan total volume air,” ujar pemilik Jakarta Koi Center itu. Ia juga merawat koi-koi impornya di kolam berukuran 4 mx 3 m x 1 m. Idealnya setiap 12 m3 air hanya diisi 1 ekor, sehingga tubuh koi tetap proporsional.

Fanni Ariffian, hobiis di Yogyakarta, membuktikan kolam 4 mx2 mx2m dapat menghasilkan pertumbuhan koi sama cepat dengan yang di kolam 10 m x 15 m x 2 m. “Dari burayak sampai ukuran 25 cm sama-sama butuh waktu setengah tahun,” ujarnya. Hasil itu bisa dicapai karena kepadatan ikan di kolam kecil diatur. “Maksimal 20 ekor sampai ukuran 25 cm,” kata Fanni.

Pun Darjito di Ngasem, Yogyakarta. Kolam miliknya yang berukuran 2 m x 1 m masih bisa dipakai memacu pertumbuhan 30 koi dari ukuran 10 cm ke ukuran 25 cm dalam waktu 7 bulan. “Kalau sudah mencapai ukuran di atas 30 cm, kolam itu hanya bisa diisi maksimal 2 ekor,” ujarnya.

Air mengalir

Layaknya kolam besar, kolam mini tetap membutuhkan filter untuk menjaga kualitas air. Kapasitas filter mencapai 1/3 volume kolam atau 20 sampai 30% dari luas kolam. Ia dapat diletakkan di pinggir atau di atas kolam. Karena kolam kecil, filter hanya terdiri dari 3 ruang (chamber). Ruang pertama berisi bioball. Selanjutnya berturut-turut melalui zeolit dan karbon sebelum kembali ke kolam.

Pada kolam mini, filter dapat dirancang sebagai bagian hiasan. Fanni misalnya. Ia menggunakan 3 gentong berdiameter 60 cm dan 40 cm untuk ruang filter. Gentong-gentong itu diletakkan sejajar dengan kemiringan 15°. “Supaya air yang masuk ke kolam seperti pancuran, filter harus diletakkan di atas kolam,” tuturnya.

Proses kerja filter sederhana. Air masuk melalui pipa penghubung ke gentong pertama berisi bioball. Selanjutnya air jatuh ke gentong kedua dan ketiga yang berisi zeolit serta karbon. Tugas filter memang menjadi ganda. Selain menyaring, ia juga menciptakan suasana alam di kolam.

Kecepatan arus, ikut mendukung pertumbuhan koi. Kolam mini yang mengandalkan kedalaman air, perlu diberi arus agar koi bergerak lebih lincah. Karena itu kolam mesti dipasang pompa yang mampu memutar air sebanyak 2 kali. “Kekuatan pompa sebaiknya 1:2 dari volume air/jam,” ujar Fanni.

Beda ukuran

Agar pertumbuhan maksimal, pakan perlu diatur. Jumlah yang diberikan 10% dari bobot tubuh. Supaya semua habis, pakan diberikan sedikit-sedikit tapi sering. Dalam waktu 18 jam misalnya, koi diberi pakan sebanyak 6 kali. Cara itu ikut membantu menjaga kualitas air karena tidak ada pakan terbuang.

Secara alami pertumbuhan di kolam kecil melambat saat ikan mencapai ukuran 40 cm. Bukan lantaran kekurangan pakan,tapi pergerakan koi mulai terbatas. Untuk mencapai ukuran 60 sampai 70 cm saja dibutuhkan waktu 6 sampai 7 tahun. Itu jauh lebih lambat daripada pemeliharaan di kolam besar yang memakan waktu 2 sampai 3 tahun. “Selama ikan itu untuk dinikmati sendiri, tidak masalah,” ujar Maryanto.

Hal senada diamini Fanni. Menurutnya, kolam mini dengan kedalaman kurang dari 1 m hanya bisa membuat koi sepanjang 30 cm. “Selebihnya tubuh akan turun dan melebar,” tutur Fanni. Itu pertanda kepadatan harus dikurangi. Pada kolam 4mx2mx2m, setelah mencapai ukuran 40 cm total koi yang bisa dipelihara 4 ekor. Pengecekan ukuran bisa dikerjakan sebulan sekali. Asalkan cermat, niscaya koi di kolam mini pun dapat tumbuh bongsor.