Budidaya Tani

Kontes Perkutut: Meteor Makin Mencorong

Di bawah sengatan terik matahari Meteor terus gacor di gantangan nomor 68. Di babak terakhir 3 juri mengganjar perkutut kebanggaan Andrianto Lembono itu dengan bendera 3 warna. Rival terberatnya, Kobe Bryant, gagal memenuhi ambisi Benny Kurniawan, pemilik, untuk jadi yang terbaik. Sang surya yang memanggang mempengaruhi kualitas suara tengah “Suara tengah kadang-kadang tak muncul,” ujar H Maksum, juri konkurs.

Kobe Bryant bukan satu-satunya perkutut yang terantuk cuaca panas. Jagoan lain yang kerap merebut jawara seperti Golden New Era, New Altis, dan Presiden bernasib sama. Lokasi konkurs di lapangan perumahan Bumi Serpong Damai itu memang terasa menyengat. Tak ada pepohonan di sekitarnya.

Namun, bagi Meteor ajang itu menjadi bukti kehebatannya. Bertarung di kelas Best of The Best (BOB), perkutut berumur 1 tahun 5 bulan itu, menyingkirkan 20 rival beratnya. New Altis, Kobe Bryant, dan Umi Kalsum, yang menempel ketat tak menyurutkan mental perkutut juara manggung di gantangan 68 itu. Sejak babak awal sampai akhir, Meteor memimpin.

Di babak pertama ia menorehkan nilai 43,5. Meski tak penuh, angka ini ternyata tertinggi yang diperoleh di kelas itu. Saat itu Kobe pun mendulang poin sama. Poin penuh, 44, diperoleh keduanya pada babak ketiga. Perebutan nilai berlangsung ketat hingga babak ke-4 berakhir. Juri akhirnya sepakat menobatkan Meteor sebagai juara pertama di konkurs Hari Ulang Tahun ke-58 RI. “Meteor menang irama dan stabil,” kata Maksum.

perkutut Meteor
Meteor, 17 kali berturut-turut juara

Medali emas dan trofi pun disabet Meteor. Itu bukan prestasi pertama yang ditorehkan. “Ini juara ketujuh belas diraih Meteor secara berturut-turut,” tutur Andre Andrianto. Anak VP Dragon dan Wat Darussalam itu boleh dibanggakan. Turun pertama kali pada Februari , Meteor langsung menyabet juara I. Dengan data itu. berarti Meteor meraih 3 kali juara dalam sebulan.

Ketat

Jumlah peserta konkurs akhir Agustus itu mencapai 301 ekor, meningkat dari jumlah biasanya 208 peserta. Mereka menempati 7 blok. Kelas BOB menempati 1 blok khusus di tengah arena. Sementara kelas yunior 4 blok dan senior 2 blok.

Banyaknya peserta tidak hanya menjadikan kontes semarak, tetapi juga persaingan ketat. Di kelas BOB, meski hanya diikuti 17 peserta dari 20 peserta wajib, pertarungan berlangsung ramai dan alot. Yang berhak mengikuti kelas itu adalah perkutut yang pernah merebut juara 1—20 di kontes sebelumnya. Penentuan peringkat itu dibatasi setahun.

Kor masing-masing kubu terus bergema saat perkutut berlaga. “Enam delapan,.. kor pendukung Meteor lantang. Hal sama dilakukan Kobe Bryant, Umi Kalsum, dan New Altis. Ke-empat kubu terbilang rajin memompa semangat jagoannya bertarung. Di antara 17 terbaik, mereka yang paling sering gacor.

juara kontes
para juara

Menurut Andre Andrianto, di kelas khusus seperti BOB sulit bagi juri untuk memberi nilai 44. “Perlu syarat suara bagus dan stabil. Tidak boleh kendur sedikit pun,” kata Andre Andrianto. Nayatanya, Meteor mampu meraih prestasi itu pada babak ke-3.

Kelas lain ramai

Di kelas senior persaingan ketat pun terjadi. Dua babak awal Warior di gantangan 19 langsung memimpin dengan perolehan nilai 43,5. Babak berikutnya hanya meraup 42 poin. Angin Timur milik H Djamal Badrun dari Madura langsung menyalip burung di gantangan 32 itu, memperoleh angka 43,5. Sang kuda hitam dikelas senior adalah Yuventus, di gantangan 95.

Di babak ke-3 perkutut milik Sun Hi Am bertengger di urutan atas bersama Angin Timur dengan nilai 43,5. Babak keempat Yuventus memperoleh nilai 43,5. Namun, hasil ini tak mampu menggeser posisi teratas Warior yang juga memperoleh angka sama 43,5. Warior akhirnya meraih juara I kelas senior.

Kelebihan Warior diakui Zaenal Arifin, “Kualitas suara menang di ujung,” kata juri nasional selama 20 tahun lebih itu. Penilaian sama diakui Prabowo, orang yang menangani farm Xena, tempat Warior berasal. “Suara ujung luar biasa panjang, seperti orang menangis,” tutur Prabowo.

Anak DN 103 dan Palm Sk 46 itu memang memukau. Perkutut milik mantan Pangdam III Siliwangi Zainuri Hasyim, itu baru 3 kali manggung. Namun sudah 2 kali juara, di Bali dan HUT ke-58 RI di Tangerang. Di Gresik, Warior menempati posisi kedua di bawah Meteor.

Di kelas yunior kejutan terjadi. Presiden milik Prabukusumo yang biasa merajai di kelas itu, tak bersuara. Ia disalip 3 nama baru: Kiwir-kiwir, Elang Mutiara, dan David Beckham. Persaingan pun tak kalah ketat dibanding kelas senior dan BOB.

Elang Mutiara langsung menggebrak dibabak pertama hingga menuai angka 43,5. Ia ditempel oleh Kiwir-kiwir dan David Beckham. Di babak berikutnya mereka memperoleh angka sama 43,5. Elang Mutiara di gantangan 262, hanya memperoleh angka 43.

Warior, sang jawara baru

Juara di kelas ini akhirnya diraih Kiwir-kiwir millik H Gunawan dari ring Leo, Bekasi. Posisi kedua ditempati Elang Mutiara milik H A Toha dari ring Kopa Surabaya., Sementara posisi ke-3 ditempati David Beckham milik Boby dan Adam dari ring Inter Bandung, Pamulang.

Kurangi poin

Konkurs yang diadakan Korda Tangerang untuk memperingati HUT ke-58 RI itu terbilang lomba kung bergengsi. “Konkurs ini poin-nya 50 dan ikut menentukan peringkat di Liga Perkutut Indonesia (LPI),” ungkap Darwin Munandar, panitia lomba. Menurutnya, LPI akan mengurangi 20 poin bagi yang absen. Di kelas BOB, tiga korban terkena potongan nilai, yaitu Peristiwa, Elvis, dan Franco Nero.

“Peserta yang ikut pun bisa bergeser peringkat jika dia kalah,” ungkap Darwin. Juara satu poin-nya akan bertambah 50. Juara dua 45, juara 3 bertambah 40, dan seterusnya berkurang 5 poin setiap tangga juara.

Berdasarkan Liga Perkutut Indonesia sampai Agustus, Meteor megumpulkan 457 poin, menduduki peringkat teratas. Dengan poin itu Darwin memprediksi Meteor susah dikejar, kecuali oleh New Altis yang saat ini meraup poin 400 di peringkat ke-2.

Golden New Era 255 poin. Rangking terakhir (20) ditempati Grand Tiara dengan 52 poin. Dengan jumlah poin itu, Darwin memprediksi Meteor susah dikejar, kecuali oleh New Altis. Selain poinnya jauh dengan yang lain, juga sering mendominasi di setiap lomba

Seperti sudah faham dengan aturan itu, peserta yang hadir terbilang membludak. Mereka tidak hanya berdatangan dari peserta tetap seperti berbagai kota di Jawa, tetapi juga Banjarmasin, Balikpapan, Banten, dan Bali.

Bagi Jett Resdianto, harapan agar perkutut menjadi merakyat dan tersebar luas di seluruh provinsi, mulai membuahkan hasil. Kini menurut Jett Resdianto, sudah 17 provinsi yang aktif di arena konkurs (Pandu Dwilaksono)

Pandu Dwilaksono

Add comment