Kreasi Unik Kombinasi Dua Bonsai Jadi Satu

dua karakter yang berbeda dapat tumbuh dalam satu sosok pohon
dua karakter yang berbeda dapat tumbuh dalam satu sosok pohon

Duet legendaris Sherlock Holmes dan Dr John Watson bagai hadir di kediaman Wahjudi D Sutomo di Surabaya, Jawa Timur.

Holmes, tokoh detektif rekaan penulis novel Sir Arthur Conan Doyle, digambarkan cerdas tapi urakan. Sementara John Watson kalem dan lebih teratur. Gabungan dua karakter berbeda tapi menjadi satu kekuatan besar itu juga hadir pada bonsai hasil kreasi Wahjudi D Sutomo.

Pebonsai di Surabaya, Jawa Timur, itu mengombinasikan wahong yang batangnya berwarna pucat dan berkesan tua dengan sancang berdaun hijau mengilap.

“Bagai siang dan malam, hidup dan mati, hitam dan putih, hidup itu punya 2 karakter yang berbeda,” ujar Wahjudi. Batang wahong yang berkarakter khas seolah-olah mati dan daun sancang yang hijau dan mengilap sebagai representasi gairah kehidupan itu sangat cocok untuk menggambarkan kontrasnya karakter dalam bonsai yang ia buat.

Tidak ada pakem tertentu yang harus ditaati dalam membuat bonsai duo itu. “Ini murni seni, tanaman dibentuk sesuai imajinasi pembuat bonsai,” kata Wahjudi.

Tanaman Berasal dari Satu famili

Seni yang menampilkan kekontrasan itu mulai terwujud saat Wahjudi menanam wahong di wadah campuran pasir malang, pupuk kandang kotoran kambing, dan serbuk sabut kelapa dengan perbandingan 3:1:1. ia memilih wahong dengan batang berhias ukiran alami berbentuk lekukan dan garis tegas.

Karakter kayu wahong sangat khas. Jin-sebutan untuk pahatan dalam dunia bonsai-merupakan unsur yang paling menonjol pada batang wahong. “Karena dipahat oleh alam, hasilnya lebih alami,” tutur Wahjudi.

Sayang daunnya besar. Makanya batang bawah gadis berbau alias wahong itu dipadukan dengan sancang sebagai batang atas. Sancang memiliki bentuk daun yang lebih atraktif, kecil, dan mengilap.

Oleh karena itu di titik tertentu ia mengokulasi alias menempel pucuk sancang pada batang wahong. Tunas sancanglah yang dibiarkan hidup dan tumbuh. Menurut Budi Sulistyo, ahli bonsai di Jakarta, para pebonsai memang lazim menyambungkan wahong dengan sancang.

Tingkat keberhasilan menyambung wahong Prenma sp dengan sancang Premna mycrophylla tinggi karena keduanya masih satu famili. Di tangan Wahjudi tingkat keberhasilan menyambungtanaman anggota famili Lamiaceae itu mencapai 80%.

“Salah satu kuncinya gunakan batang utama wahong yang sehat,” kata pendiri Forum Komunikaasi Bonsai Surabaya itu. Selain itu pastikan mata tunas sancang menempel rapat ke batang wahong Air yang masuk ke dalam tempelan menyebabkan proses penggabungan gagal karena mata tunas busuk.

Kutu putih yang kerap menyerang batang juga dapat menyebabkan penempelan gagal dan perlu diatasi dengan penyemprotan insektisida berdosis 2 cc/liter.
bongsai Keterangan:

  1. Siapkan bahan-bahan berupa batang wahong, sancang, media tanam, pot dan batu.
  2. Tanam wahong di mdia dan pilih cabang sesuai dengan desain untuk disambung dengan sancang. Pilih sancang yang muda dan sehat. Potong sebagian cabang alami yang tumbuh di batang wahong, tempelkan batang sancang yang berukuran sama dengan wahong.
  3. Satukan sancang dan wahong lalu bebat menggunakan tali plastik hingga tidak ada air yang masuk. Kemudian sungkup dengan plastik bening.
  4. Setelah 14 hari, muncul tunas sancang. Tunas yang sehat berupa daun mengilap menandakan sambungan berhasil. Lepas sungkup secara bertahap agar tunas beradaptasi, caranya dengan melubangi plastik sungkup.
  5. Biarkan perantingan tumbuh sampai sambungan kuat. Beri pupuk susulan berupa pupuk majemuk dengan unsur N tinggi sebanyak 1 gram per liter.
  6. Proses pengawatan (wiring) dan pemangkasan (prunning) sesuai dengan konsep yang diinginkan sudah bisa dimulai. Kira-kira 2 tahun pascasambungan komposisi wahong dan sancang sudah proposional

Dibentuk selama 3 tahun

Jika program penempelan berhasil sempurna bersiaplah menikmati duet keindahan wahong dan sancang. Lihatlah koleksi Wahjudi berupa wahong berkayu warna putih dengan alur garis lengkung

yang halus. Itu dipandu dengan batang sancang yang tumbuh menjuntai ke bawah berdaun hijau segar. Koleksi lainnya wahong berbatang putih dengan alur garis melengkung bersambung dengan liukan batang cokelat Premna mycrophylla yang dipangkas membentuk segitiga besar di bagian atas.

Wahjudi mendapatkan batang wahong berkarakter menarik dari pengepul yang mengambil dari alam. Karena sulit didapat harganya relatif mahal. Makin unik bentuknya makin mahal, kayu diperoleh dengan harga Rpl-juta-Rp 1,5-juta per batang.

Wahjudi membutuhkan 3 tahun untuk membuat bonsai kombinasi sancang dan wahong hingga jadi. Tahun pertama ia menumbuhkan sekaligus menempel mata tunas sancang. Setahun berikutnya untuk menumbuhkan perantingan. Tahun ketiga untuk proses pengawalan dan pemangkasan.

Bonsai ditumbuhkan di atas wadah pot ceper, batuan buatan atau pot besar biasa sesuai karakter yang ingin dihadirkan. Pilih pot ceper jika ingin menampilkan potongan lansekap dari bonsai secara keseluruhan.

Untuk memberi kesan alami, media ditutup dengan lumut atau batuan putih. Selama lima tahun terakhir Wahjudi berhasil membuat 7 pot bonsai kombinasi sancang dan wahong. Tangan dinginnya melahirkan duet yang mempesona.

Halaman terakhir diperbaharui pada 2 Desember 2021

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.