Budidaya Tani

Tabulampot Mangga Apel untuk yang Sibuk

Anda ingin halaman rumah dipenuhi tanaman berbuah lebat, tapi sibuk? Jangan khawatir, ada tabulampot mangga apel yang tepat jadi pilihan. Dengan perlakuan minim sekalipun mangga berbentuk bulat seperti apel itu tetap “murah hati” memamerkan buah.

Sesosok tabulampot mangga apel setinggi 1,5 m seperti keberatan menahan puluhan buah sebesar bola tenis. Beberapa ranting merunduk lantaran sarat buah muda berwarna hijau. Tajuk membulat dan kompak dihiasi daun nan tumbuh sehat dan segar. Berkat tangan dingin Eddy Lukito, sang pemilik, ia berbuah lebat hampir tanpa musim.

“Mangga apel rajin berbuah,” tutur pemilik Golden Image Nurseri itu. Itu salah satu syarat tanaman layak dijadikan tabulampot. Lagipula bentuk tajuk harus bagus agar tetap indah meski sedang tidak berbuah. Kedua syarat itu dipenuhi si mangga apel.

Tajuk imbang

Untuk penanaman di pot, Eddy memilih bibit sambungan. Sosok lebih pendek dan cepat berbuah. Namun, ia tidak asal pilih bibit sambungan. “Paling bagus berbatang bawah varietas lalijiwo, madu, atau kweni karena berakar kuat dan berbatang kokoh,” ujarnya.

Bibit berbatang pokok lurus, kokoh, tidak ada cacat atau bekas serangan hama dan penyakit, serta serasi dengan percabangan di atas. Agar cepat menikmati buah, ia memilih bibit besar berumur 1,5 sampai 2 tahun. “Diameter batang utama minimal 4 sampai 5 cm,” lanjutnya.

Idealnya bentuk tajuk tanaman seimbang dengan cabang dan ranting. Namun, menurut Danny, staf Golden Image, bila menggunakan bibit besar sulit mendapatkan tanaman bertajuk ideal. Karena itu beberapa cabang terpaksa dipangkas.

Cabang primer yang letaknya berdekatan kurang dari 30 cm dipotong. Begitu pula cabang yang tumbuh vertikal atau di batang primer. Pemangkasan ringan dilakukan pada daun atau ranting yang layu, merana, berwarna pudar, dan cacat.

Bila percabangan sangat tidak beraturan, pemangkasan berat terpaksa dilakukan. Percabangan baru kemudian diarahkan agar tumbuh merata ke segala arah. Idealnya menggunakan pola percabangan 1-3-9 atau 1-4-16. Disebut pola 1-3-9 jika pada batang utama hanya terdapat 3 cabang primer dengan sudut condong tidak lebih dari 50°. Selanjutnya, masing-masing cabang primer memiliki 3 cabang sekunder. Jarak ideal cabang primer dari tanah 50 sampai 60 cm.

Media tanam

Untuk tanaman berumur di atas 1,5 tahun, Eddy menggunakan wadah berupa drum berdiameter 60 cm. Itu supaya ada cukup ruang bagi pertumbuhan akar dan tanaman. Ukuran lubang cukup 2 sampai 3 cm sejumlah 5 buah.

Tidak ada aturan baku dalam memilih media tanam. Media juga harus porous, cukup ringan agar pot mudah dipindahkan, serta bebas hama dan penyakit,” ungkap Eddy. Hobiis bonsai itu menambahkan pupuk kandang ke dalam media.

Yang dipakai berupa campuran kotoran kambing, sapi, dan ayam dengan perbandingan 1:1:1. Untuk menetralisir pH ditambahkan arang tempurung sebanyak 0,5 bagian. Campuran pupuk diaduk bersama tanah dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.

Saat penanaman, mula-mula isi bagian pot dengan media. Lalu masukkan bola akar tepat di tengah lingkaran pot. Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi sisa media pupuk kandang hingga mendekati permukaan atas pot.

Perawatan selanjutnya, tanaman disiram setiap hari. Namun, air jangan berlebih hingga tumpah melalui bibir pot. Sekitar 1 minggu setelah tanam, siramkan larutan Atonik atau vitamin BI dengan dosis 1 sampai 2 cc/liter untuk merangsang akar tumbuh.

Setiap 2 minggu tanaman disemprot pupuk cair. Pada fase vegetatif dipakai pupuk berkadar nitrogen tinggi seperti Gandasil, Bayfolan, Atonik, atau Complesal. Sedangkan pada fase generatif bisa dipakai Dekamon, Metalik, Goldstar, atau Gandasil B.

Sebulan sekali tanaman disiram larutan minyak ikan. Penambahan 1 sampai 2 kg pupuk kandang dilakukan setiap 3 sampai 4 bulan dengan menaburkan secara merata di permukaan media.

Cocok untuk yang sibuk

Merangsang Keluarnya bunga

Untuk merangsang pembungaan, Eddy memberikan KNO3 dan perangsang tumbuh mengandung paklobutrazol 25%. KNO3 diberikan 2 sampai 3 sendok makan setiap 2 bulan sekitar 10 cm dari batang. Paklobutrazol diberikan setahun sekali, sekitar 3 sampai 4 bulan sebelum berbunga.

Caranya dengan menyiramkan ke seluruh bagian tanaman. Konsentrasi larutan sebanyak 5 cc/5 liter air. Perlakuan itu dibarengi penyiraman 3 sampai 5 liter air/hari. Setelah bunga muncul, volume penyiraman 10 sampai 15 liter/hari.

Setelah terbentuk sebesar jempol, buah diberongsong dengan koran atau kantung jala untuk menghindari serangan hama.

Pandu Dwilaksono