Menanam nanas dalam pot

Menanam nanas dalam pot ternyata mengasyikkan. Ia “mewarisi” kekompakan daun khas Bromeliaceae sehingga bisa dipajang sebelum berbunga. Setelah berbuah, pemilik mendapat “bonus” petik dan nikmati kesegaran buah. Cara membuatnya gampang.

Itulah sebabnya M. Hendry Yamin tertarik menanamnya dalam pot. Menurut pemilik kavling 10 & 12 di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan itu nanas gampang dirawat, sama dengan bromelia lain. Perawatannya disamakan dengan anggrek dan tanaman hias lain.

Kalau tujuan penanaman untuk keindahan pilih nanas variegata karena berdaun hijau bergaris putih. Buah muda merah dan jadi oranye setelah matang. Ukuran buah kecil, 10 cm, rasanya kurang enak karena sangat berserat. Jika mengutamakan rasa, pilih jenis queen, yakni nanas palembang atau bogor.

Rasanya manis tetapi sosoknya kurang menarik, tinggi kurus. Nanas subang meski bersosok tinggi dan besar, tetapi ukurannya bisa dikecilkan sehingga lebih pas. Buahnya bulat oval, warna hijau-kuning, dan manis asam. Yang paling menarik bentuk buahnya, nanas kipas dari Sumatera Selatan, tetapi ia langka.

Pakai bibit anakan yang muncul di pangkal batang. Satu pohon menghasilkan 2 sampai 6 tanaman baru. Meski tanpa akar, anakan itu bisa dipotes, dengan syarat minimal berdaun 6 lembar. Anakan di atas buah alias mahkotajuga dipakai setelah dipotong dari buah. Bahan ini paling mudah diperoleh karena bisa dibeli bersama buah.

Nanas variegata dan bogor yang bersosok kecil cukup ditanam dalam pot 20 sampai 25 cm. Sedangkan nanas subang dan kipas perlu gentong atau drum.

Nanas subang sosok menarik, buah nikmat
Nanas subang sosok menarik

Sebagai media, Hendry Yamin menggunakan campuran pupuk kandang, cacahan pakis, dan humus dengan perbandingan 2:1:1. “Sebenarnya pakai tanah dan pupuk kandang juga bisa seperti kalau dikebunkan,” tutur Yamin. Tabulampot baru itu diletakkan di bawah jaring peneduh. Pertumbuhan nanas di pot tidak rewel, la sebaiknya disiram setiap hari agar cepat tumbuh.

Tanpa fosfor

Untuk pupuk, Herbagiandono, pakar nanas di Lembang, Bandung, menyarankan hanya menggunakan unsur N dan P, fosfor kurang diperlukan. Urea diberikan sebanyak 38 sampai 45 gr per pohon.

Volume itu diberikan 3 kali, pada umur 3, 5, dan 7 bulan 10 hari. Sedangkan unsur K diberikan dalam bentuk kalium sulfat agar buah manis dan dagingnya kuning jingga. Dosis K2 SO4 15 gram, dilarutkan atau ditebar dipermukaan media.

Pemupukan terakhir 50 hari sebelum usaha pembungaan. Pada umur 9 bulan nanas dalam pot siap dibungakan. Menurut Herbagiandono, ia perlu lebih cepat dibungakan agar sosoknya tidak terlalu besar.

Caranya larutkan ethrel 2 cc/ 1 air. Sebanyak 50 cc disiramkan ke pucuk tiap tanaman. Pada hari ke-50 setelah aplikasi, bunga mulai terbentuk.

Pada awal terbentuk bunga, penyiraman harus lebih intensif. Setelah ukuran buah maksimal, penyiraman dikurangi agar warna buah bagus dan rasanya manis.

Pada bulan ke-4 setelah dirangsang atau umur tanaman 14 bulan, buah sudah matang dan bisa dipetik. Rasanya manis, meski masih kalah dibandingkan dengan yang ditanam di tanah.

Halaman terakhir diperbaharui pada 21 Oktober 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.