Nikmatnya Petik Anggur Belgia dari Pergola Sendiri

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Hari itu sepulang sekolah, begitu selesai meletakkan tas Harun langsung menuju halaman depan rumah. Sebuah tangga kecil didorong ke dekat dinding. Sekejap saja ia sudah asyik memetiki dompolan buah anggur belgia sebesar kelereng berwarna kuning terang. Ya, saat itu anggur belgia yang ditumbuhkan sang ayah di pergola halaman rumah berbuah lebat.

Tak hanya Harun yang tergoda. Beberapa anak tetangga kerap bertandang untuk ikut mencicipi. Pejalan kaki berhenti di depan rumah bukan sekali dua terjadi. Siapa tak tergiur melihat puluhan buah masak bergelantungan di pergola setinggi 2 m. Malah kerap ada yang bertanya, “Kok anggur di rumah saya tidak bisa berbuah seperti ini ya?”

Bacaan Lainnya

Untuk menghadirkan buah berdompol seperti kerucut terbalik itu tak sulit. Asalkan tanah gembur, tidak mengandung garam, dan lempung ia tumbuh subur. Penanaman di halaman nan sempit tak masalah. Yang penting lahan terkena sinar matahari minimal 8 jam per hari dan tidak terlindung tanaman lebih tinggi.

Cukup sediakan bibit anggur belgia serta kayu dan kawat antikarat untuk para-para. Lalu lakukan perawatan rutin seperti pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan. Dalam 1 sampai 1,5 tahun dompolan buah siap dipanen. Ingin mencoba? Inilah tahap-tahapannya.

Media Tanam

Pilih bibit sehat

Di lokasi yang sudah ditentukan buat lubang tanam berukuran panjang dan lebar 70 cm dengan kedalaman 60 cm. Tanah bagian atas pisahkan. Nantinya ia diaduk bersama pupuk kandang, kompos, dan pasir sebagai media tanam. Perbandingan ideal 1:2:1:1. Pasir bisa ditiadakan bila tanah sudah mengandung unsur itu. Ia berperan untuk menggemburkan tanah sehingga akar leluasa “bergerak”.

Pupuk kandang digunakan kotoran kambing, sapi, atau ayam. Kotoran kambing praktis karena bisa langsung digunakan. Kotoran sapi dan ayam mesti diangin-anginkan selama sebulan. Kecuali bila membeli yang sudah jadi.

Isi */2 bagian lubang tanam dengan campuran media. Sebelumnya taburkan 10 sampai 15 g atau segenggam antirayap seperti Dursband dan Furadan. Lalu letakkan bibit tepat di tengah 1 lubang cukup 1 tanaman. Baru timbun kembali dengan sisa media hingga mencapai ketinggian 2/3 lubang. Pengisian tidak penuh agar pupuk tidak “lari” bila tanah disiram. Syaratnya tanah berdrainase baik. Waktu penanaman tidak dibatasi musim.

Dirambatkan dengan bantuan rafia

Bibit anggur belgia yang baik berumur minimal 2,5 bulan dari penancapan setek di polibag. Cirinya, muncul tunas baru. Daun hijau, gemuk, dan sehat.

Saat bibit ditanam, lengkapi dengan tali rafia yang dibentangkan dari batang ke para-para. Tujuannya untuk membantu sulur memanjat sekaligus mencegah bibit roboh bila terkena tiupan angin atau tersenggol orang. Sulur cukup diselipkan di bagian tengah rafia yang disobek.

Rangka para-para terbuat dari bambu. Supaya lebih awet dipakai besi atau beton cor tulang, tapi biaya lebih mahal. Dari rangka itu dibentangkan kawat antikarat sehingga membentuk kotak-kotak berukuran 40 cm x 40 cm. Ujicoba dengan buluh bambu ternyata hanya tahan kurang dari setahun.

Satu tanaman anggur cukup mengisi para-para berukuran 3,5 m x 3,5 m. Luasan lebih kecil, misal 2 m x 2,5 m memungkinkan, asal tanaman lebih rajin dipangkas. Ketinggian para-para di atas 2 m agar buah tak terganggu lalu-lalang orang.

Posisi tanaman idealnya terletak tepat di pusat para-para. Tujuannya agar begitu tanaman dipangkas percabangan memayung seimbang. Bila tidak memungkinkan, misal lokasi itu untuk lalu lalang mobil, anggur ditanam di tengah salah satu sisi bukan di sudut. Pembuatan para-para sebaiknya sebelum penanaman.

Pangkas untuk pembentukan cabang

Pada umur 1 sampai 3 bulan, pupuk dengan Urea dan NPK seimbang dengan dosis masing-masing 10 g. Pemberian setiap 10 hari. Memasuki bulan ke-4 sampai 8 pemupukan menjadi 25 g Urea, 25 g NPK, 10 g Barate, dan 25 g KC1. Pada bulan ke-9 sampai 10 masing-masing menjadi 50 g, 50 g, 10 g, dan 25 g ditambah 50 g Amopos. Mulai bulan ke-4 dibenamkan 25 kg pupuk kandang setiap 3 sampai 4 bulan.

Untuk menjaga kesehatan tanaman anggur belgia, semprotkan pestisida dosis ringan setiap minggu. Bila muncul ulat segera dienyahkan secara manual. Kehadiran lumut diatasi dengan menyikat sampai bersih. Penyemprotan pestisida dihentikan 14 hari menjelang panen.

Digunduli total

Begitu tinggi tanaman anggur belgia mencapai 60 cm di atas para-para, pangkas pucuk. Nantinya muncul 3 sampai 4 sulur calon cabang yang mengarah ke segala arah. Biarkan tumbuh sepanjang 40 sampai 60 cm, baru dipangkas lagi. Begitu terus sampai tanaman berumur 1 tahun. Waktu itu para-para sudah dipenuhi sulur. Pemangkasan juga dilakukan pada tunas di ketiak daun. Terutama sebelum tanaman mencapai para-para supaya tumbuh lebih cepat.

Setelah berumur setahun tanaman siap dibuahkan. Caranya ia dipangkas total. Setiap sulur berwarna hijau dipangkas. Yang disisakan hanya cabang berwarna cokelat. Daun digunduli sehingga mirip tanaman mati. Sisakan 3 sampai 4 mata untuk calon tunas baru. Selang 7 sampai 21 hari muncul tunas baru disertai kuntum bunga. Untuk merangsang pembungaan bisa disemprotkan paklobutrazol. Selama proses itu frekuensi penyiraman ditambah dari 1 menjadi 2 kali sehari. Volume 40 1 per tanaman.

Seleksi setelah Muncul tunas disertai dompol bunga

Pada saat buah seukuran pentul korek api lakukan penjarangan hingga 30% populasi agar besar dan seragam. Penjarangan menggunakan gunting kecil agar buah tak rontok. Setelah 3 bulan 10 hari dari pemangkasan berat, ia dipanen. Hasil panen perdana antara 1 sampai 5 kg per pohon. Supaya rasa anggur belgia lebih manis, penyiraman dihentikan 10 hari menjelang panen. Kematangan merata diperoleh dengan membungkus buah dengan koran 15 hari sebelum pemetikan.

Begitu buah selesai dipanen seluruhnya istirahatkan tanaman selama 15 hari. Setelah itu bila hendak dibuahkan lagi, lakukan kembali pemangkasan berat dibarengi dengan pemupukan rutin. Perlakuan serupa tak hanya pada anggur belgia, tapi juga cocok untuk jenis bali, lavale, dan Caroline. Nah, selamat panen dari pergola sendiri.

Pos terkait