Pacu produksi kelengkeng Dengan potasium klorat

Awal Desember 2006 itu mestinya sulit menemukan lengkeng di Thailand. Maklum musim raya Dimocarpus longan itu pada Juli sampai Agustus. Namun, di kebun percobaan seluas 150 ha milik Universitas Maejo, Chiang Mai, Thailand, Budidaya Tani dimanjakan dengan hamparan lengkeng yang tengah berbuah.

Penampilannya sungguh istimewa. Lengkeng yang ditanam dengan jarak tanam 5 m x 5 m itu rata-rata cuma setinggi 2 m. Dari setiap ujung tajuk menyembul dompolan buah berwarna cokelat muda. Hamparan itoh mendominasi kebun di kota Sansai itu. Jenis lain, pingpong dan diamond river.

Di tanah air banyak pekebun mengeluh itoh sulit berbuah. Nun di Demak, Prakoso Heryono mesti menunggu minimal 3 tahun agar itoh koleksi mau berbuah. Padahal dilokasi sama, diamond river dan pingpong memunculkan buah terus-menerus sejak umur 1 tahun.

Dari penelusuran Dr Moh Reza Tirtawinata, MS, “Itoh lengkeng daerah subtropis. Untuk membuahkan di dataran rendah daerah tropis perlu perlakuan khusus,” kata pakar buah di Bogor itu. Varietas terbaik di Thailand itu perlu suhu 10°C selama 10 malam berturut-turut. Itu yang sulit dipenuhi di dataran rendah tropis.

Lain halnya dengan diamond river dan pingpong. Keduanya memang lengkeng tropis yang adaptif di dataran tendah. Makanya tanpa perlakuan apa pun anggota famili Sapindaceae itu mudah berbuah. Nah, buat Prof Pawin Manochai, dosen senior bidang studi hortikultura di Universitas Maejo, potassium klorat kunci buahkan itoh. Cara itu efektif untuk mebuahkan itoh di luar musim pada Desember.

Mundur 5,5 bulan

Begitu tanaman mencapai masa generatif kira-kira 2 tahun pasca penanaman dari bibit asal cangkok Pawin mengaplikasikan 10 sampai 20 g KC1O, per m2. Potassium klorat ditabur mengelilingi tajuk dengan jarak 50 cm dari batang utama. Lalu ditutup dengan tanah yang diambil dari bagian di dekat batang. KC1O, mesti dipendam lantaran mudah menguap.

Pawin pernah mencoba aplikasi dengan cara menyemprot. Dosis 10 sampai 20 g dilarutkan dalam 1 liter air. Sayang, hasil perlakuan lebih lama terlihat. Dengan cara dipendam, dalam 45 hari tanaman berbunga serempak. Bila disemprotkan, bunga muncul 7 hari lebih lambat. Bunga menjadi pentil buah 1 bulan kemudian. Buah siap panen 4 bulan setelah bunga mekar. Jadi, bila longan direncanakan berbuah pada Desember, berarti perlakuan dimulai pada Juli sampai mundur 5,5 bulan.

Dari hasil panen perdana dipetik 20 kg buah per pohon meski di luar musim. “Jumlah itu akan terus meningkat seiring bertambahnya umur tanaman,” kata Pawin. Pria berperawakan sedang itu mencontohkan, dari tanaman berumur 7 tahun dipetik 150 kg buah per pohon.

berbuah di luar musim
E dow pendek berbuah di luar musim di Universitas Maejo

Buah Lebat dengan potasium klorat

Lalu, bagaimana duduk perkara potassium klorat bisa membuahkan itoh di luar musim? Menurut Pawin, potassium klorat mengubah komposisi protein dan asam amino dalam tanaman. Akibat perubahan itu, tanaman jadi stres sehingga dipaksa untuk berbunga. Itu sejalan dengan hukum alam. Bila makhluk hidup berada dalam kondisi terancam mati, mekanisme tubuh langsung bekerja untuk menjaga kelestarian jenisnya. Pada tanaman, caranya dengan mengeluarkan bunga cikal bakal generasi baru.

Sementara Ir Yos Sutioso, pakar nutrisi di Jakarta, menuturkan, “Potassium klorat memperbesar sel noktah di dalam plasmodesmata. Akibatnya serapan air meningkat.” Tingginya kadar air membuat tanaman terpacu memasuki fase vegetatif dengan cepat. Ketika kandungan klor mulai turun, fase vegetatif segera beralih jadi fase generatif. Tanaman pun berbunga.

Namun, lantaran dibuat stres, kondisi tanaman yang diberi perlakuan mesti sehat. Pun tidak boleh sedang mengeluarkan daun muda. Itu berarti aplikasi pemupukan mesti optimal sebelum dan pascaperlakuan. Alpa memupuk, tanaman bisa “lewat”. Apalagi di tanahair, potassium klorat sulit diperoleh karena bisa dipakai sebagai bahan peledak. Sifat eksplosif lantaran klorat yang mengikat kalium tidak stabil. “Untuk membeli di toko-toko kimia harus ada izin khusus,” imbuh Yos. Sementara Thailand mengembangkan potassium klorat yang didesain khusus sehingga aman digunakan.

Makanya, daripada susah-susah mencari “bahan peledak”, Lie Ay Yen di Banyumanik, Semarang, memilih penggunaan pupuk optimal. Yang digunakan 4 jenis pupuk mengandung fosfat dan potassium tinggi yang diracik khusus di Malaysia. Rabuk itu juga berisi unsur mikro mengandung asam amino. Hasilnya, 200 pohon itoh di kebun menghasilkan 20 kg buah setiap bulan. “Ini baru panen perdana. Panen-panen berikutnya pasti hasil bisa lebih tinggi karena tanaman semakin dewasa,” tutur ayah kandung politisi Alvin Lie itu. Itu juga yang dilakukan Budi Dharmawan pekebun di Ngebrug, Kendal.

pemupukan optimal
Di Kendal, itoh berbuah dengan pemupukan optimal

pengeratan kulit batang pohon

Perlakuan lain di kebun Maejo, batang lengkeng dikerat. Itu lazim dilakukan pemilik pohon-pohon lokal di daerah sentra tanahair, seperti Ambarawa, Temanggung, dan Malang. Di Maejo, batang itoh dikerat setelah tanaman berumur 2 tahun memasuki masa produktif. Kulit batang pada ketinggian sekitar 1 m dari atas permukaan tanah dikerat selebar 5 cm. Namun, pengeratan jangan sampai mengenai kambium.

Akibat teknik ringing begitu Pawin menyebutnya aliran fotosintat alias hasil fotosintesis terhambat. Efeknya tanaman stres dan sintesis hormon sitokinin di akar terganggu. Itu dibarengi dengan stres air tanaman tidak disiram selama 2 minggu. Setelah itu pemberian air dilakukan setiap 2 hari dengan cara menyemprot seluruh tajuk. Dua minggu kemudian, bunga bermunculan. Maka di Maejo, itoh pun berbuah di luar musim.