Padi Transgenik Rojolele Tahan Hama Penggerek batang

Perut Tryporyza intertulas mendadak berlubang dan ia pun langsung terkapar. Sepuluh menit lalu penggerek batang itu mengisap pakan kegemarannya, padi. Sayang ia salah sasaran. Yang disantapnya padi rojolele yang mengandung Bacillus thuringiensis. Itulah tanaman transgenik keluaran Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Di tengah-tengah suara pro-kontra kehadiran teknologi transgenik, Inez Hortense Slamet-Loedin justru tekun meneliti padi rekayasa genetika. Ia bersama timnya mengembangkan tanaman padi tahan hama penggerek batang.

Lanjutkan membaca

Varietas Cabai Hibrida Dan Lokal Yang Siap Bersaing Dipasaran

Pasar benih Cabai Hibrida Indonesia dibanjiri produsen benih dari mancanegara. “Ada 60 jenis cabai merah dari berbagai merek berkeliaran di lahan pekebun,” ujar Agus Setyono dari PT East West Seed Indonesia. Hiruk-pikuk persaingan itu kini kian ramai dengan hadirnya 3 pendatang baru. Mereka adalah 2 benih hibrida dan 1 lokal.

Ketatnya persaingan itu tampak dari kebiasaan pekebun memilih varietas. Ambil contoh di dataran tinggi. Lahan cabai di sana didominasi hot chili.

Lanjutkan membaca

Serangan Virus kuning Pada Tanaman Cabai

Senyum kecut menghiasi bibir Marsudi pada pertengahan 2002. Betapa tidak, 30 ha cabai luluh-lantak diterjang virus kuning keriting. Produktivitas menurun, modal pun tak kembali. “Kerugian saat ini sudah sekitar Rp200-juta,” tutur pekebun di Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang itu.

Marsudi tidak sendirian mengalami nestapa itu. Banyak pekebun di desa sekitarnya seperti di kecamatan Mungkid, Sawangan, dan Muntilan ikut terkena. Walau jumlah tanaman terinfeksi sedikit, tetapi rata-rata 25% dari total tanaman terpapar virus kuning kering itu.

Lanjutkan membaca

Serangan Bulai Pada Tanaman Cabai

Sudah setahun penyakit bulai cabai dilaporkan kehadirannya. Namun, hingga kini serangannya belum teratasi. Malah, makin meluas ke berbagai sentra. Kalau tidak segera ditangani, pasar bakal mengalami kekosongan pasokan. Dalam 2 – 3 bulan ke depan, harga bakal melonjak. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggungjawab?

beberapa daerah saya melihat, petani mulai “lempar handuk”. Banyak yang beralih ke tanaman lain. Contoh di Muntilan, Kabupaten Magelang, pelaku budidaya cabai mulai melirik tomat dan kol dataran rendah.

Lanjutkan membaca

Virus Dan Hama Penyakit pada Tanaman Cabai

Prawito terpaksa harus gigit jari. Modal Rp200-juta lenyap tak berbekas. Sekitar 10 ha lahan cabai yang digarap bersama petani binaan amblas terserang bulai. Gejala serangan sebenarnya sudah mulai tampak di beberapa titik penanaman sejak kuartal pertama 2002.

Namun, petani di Desa Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, itu tak menduga bila serangan bakal semakin meluas. Karena itu hingga Juli ia tetap mengupayakan penanaman dengan memilih lahan baru. Nyatanya serangan virus tak terbendung.

Lanjutkan membaca

Pasang Surut Bisnis Impor Ekspor kayu Manis Dalam Negri

Sejak 6 kulan lalu PT Nusantara Bangla Abadi (NBA) menghentikan ekspor kayumanis ke mancanegara. Persaingan harga antar eksportir menjadi pemicu. Seperti efek domino, pekebun dan pengepul turut kena getahnya. Beruntung, nasib buntung itu tak menjalar ke eksportir di Padang, Sumatera Barat.

Gejala kelumpuhan ekspor kayu manis itu mulai terasa sejak 1990. Ketika itu terbit surat edaran Dirjen Perdagangan Luar Negeri No 14A/ Daglu-32/82/EX dan KUM804/Daglu/ 1490/87. Isinya mencabut kuota ekspor. Pemerintah tidak lagi membatasi volume ekspor keluarga Lauraceae yang sebelumnya berada pada kisaran 12.837 ton per tahun.

Lanjutkan membaca

3 Jenis Kayumanis Unggulan Sebagai Komoditi Ekspor

Sepuluh tahun menanti Mahmud, pekebun kayumanis di Kabupaten Kerinci, Jambi, dapat mengupas 3—5 kg kulit kering Cinnamomum sp. Sayang harganya cuma Rp3.000/kg kering. Setelah itu ia harus sabar menunggu 6 tahun lagi. Pekebun kayumanis merasa getir, meski tiga jenis selalu diminta pasar.

Kulit kayumanis yang diambil Mahmud itu kelak disuling menjadi minyak kayumanis. Selain kulit, ranting, dan daun juga bisa dijadikan bahan baku penyulingan. Di kulit batang C. Zcylanicum kandungan sinnamaldehida komponen utama minyak asiri cukup tinggi 2,21%.

Lanjutkan membaca

Tabulampot pohon apel india

Dua orang yang bertamu itu berdiri tegak di beranda sebuah rumah di Wologito, Semarang Barat. Pandangan mata mereka diarahkan ke apel india tabulampot setinggi 1 m yang digelayuti 40-an buah. Sosok tanaman berjuluk indian plum itu selalu mengundang rasa ingin tahu. “Saya bilang saja apel india karena cabangnya meliuk seperti tarian india,” kata Maya, sang tuan rumah.

Buah seukuran telur ayam kampung itu berwarna kuning pucat. Buah menyebar di seluruh cabang pohon. Rasanya manis kesat dan renyah.

Lanjutkan membaca

Durian kerantungan Dari Samarinda

Cobalah Durian kerantungan asal hutan-hutan di seputar Tarakan, Kalimantan Timur. Aroma tak menyengat, daging bertekstur lembut, manis, dan tak membuat enek. “Makan 5 buah pun tak akan mabuk,” tutur Gregori Hambali, kolektor di Bogor. Yang tak kalah enak durian tarian berdaging merah.

Kami pertama kali mencicipi kerantongan saat berkunjung ke Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Hutan-hutan di Kalimantan, Sumatera, dan semenanjung Malaysia memang habitat Durio oxleyanus itu.

Lanjutkan membaca

Jalan Jalan Di Pandeglang Surga para Penikmat Durian

“Ini durian pandeglang, dijamin manis,” tutur seorang pedagang di salah satu sudut Pasar Parung, Bogor. Tanpa ragu ia buka sedikit kulit buah, lantas menyodorkan secuil daging untuk budidayatani. Hm…sipedagang memang tak bohong. Rasa manis legit langsung menggoyang lidah. Supaya lebih puas, yuk telusuri langsung ke sentra durian di Pandeglang.

Memasuki Kabupaten Pandeglang dari arah Serang terlihat deretan pedagang durian di kiri kanan jalan. Buah ditata di kios-kios sederhana atau cukup ditumpuk di pinggir-pinggir jalan.

Lanjutkan membaca