Budidaya Tani

Para Guru Anis Jagoan

Ingin anis merah Anda berkualitas jawara? Isi dengan master-master pilihan. Jalak suren, lovebird, parkit, kenari, dan kacer dapat menjadi pilihan. walang dan jangkrik juga mulai dipilih hobiis untuk menambah variasi suara.

Anis memang kondang sebagai jago ocehan dengan gaya panggung sangat memukau, bagai dewa mabuk. Kepiawaiannya mengoceh berkat kepandaian meniru bunyi hewan lain. Dengan kemampuan itu, hampir semua jenis ocehan bisa ditiru.

Namun, “Tidak semua suara burung tersebut harus ditirukan oleh burung yang dimaster,” papar Sutedjo, hobiis ocehan di Surabaya. Suara yang boleh ditiru sebaiknya bisa menambah keindahan suara anis.

Hal senada disampaikan Djoko Triono dari Tim Solahart, Surabaya. “Burung master harus mempunyai dasar vokal yang sama dengan anis,” ungkap kolektor aneka burung juara itu. Anis dengan dasar kicauan seperti bunyi tembakan “terr-terrr” harus diisi dengan master bersuara sejenis.

Misal jalak suren yang mempunyai suara asli Mr. King, mania lain, memilih lovebird, kenari, cililin, cucak jenggot, dan jangkrik untuk mengisi suara anis kesayangannya. Mereka dipilih karena cocok untuk membimbing sang maskot.

Kicauan bisa berantakan bila suara master tidak sesuai dengan bentuk irama, lagu, dan pembawaan anis. Sifat dan dasar suara maskot yang akan diisi perlu dikenal. Setelah itu baru dicarikan burung master yang memiliki suara sesuai. Jadi, “Yang menentukan ia bisa dipakai adalah suaranya, bukan jenisnya,” ungkap Mr. King.

Ambil contoh kacer Copsychus saularis. Yang cocok dipakai sebagai master anis adalah kacer isian dengan suara ngerol yang merdu dan nonstop. Sedangkan kacer asalan tidak baik karena hanya memiliki suara asli “cer-cer-cert Jalak suren

Penggemar burung di Jawa Timur mengenal ocehan bernama latin Sturnus contra ini sebagai jalak uret. Penyebarannya di daratan Jawa, Bali, Sumatera, Cina, dan India. Keberadaannya saat ini semakin langka karena sering diburu besar-besaran.

Jalak suren termasuk burung pandai. Ia mampu menirukan beragam suara yang datang dari luar. Bahkan, suara manusia pun mampu “direkam” dan dilantunkan kembali. Jika dilatih, ia bisa melantunkan lagu-lagu seperti Indonesia Raya atau Garuda Pancasila.

Meskipun memiliki kelebihan itu, tetapi untuk dijadikan master hobiis lebih suka mempertahankan suara crecetannya yang khas. Suara khas itu meningkatkan kualitas kicauan. Bila nyrecet ia tidak akan berhenti. Jadi, irama kicauan disertai tembakan panjang dan berulang-ulang gampang direkam burung maskot dilantunkan dalam. Pantas kalau jalak suren master favorit bagi hampir semua burung. Khusus untuk anis, master jalak suren sebaiknya tidak bersuara keras.

Lovebird

Lovebird Agapornis sp. dipilih sebagai master untuk diambil tembakannya. Suara crecetan burung berbulu cantik ini panjang dan tidak pernah berhenti. Selain suka nyrecet, ia juga gemar ngriwik sehingga menimbulkan variasi suara. Ia sangat cocok untuk melengkapi tembakan jalak suren yang biasanya berlangsung cepat, tetapi kurang panjang. Lovebird dapat memberikan variasi tembakan pada anis maskot.

Pilih lovebird jantan yang sedang dalam masa berahi untuk master. Ia juga harus dipelihara soliter tanpa pasangan. Dalam kondisi itu burung eks impor itu akan selalu ngoceh untuk memanggil atau mencari betina.

Parkit

Parkit Melopsittacus sp burung hias berbulu cantik berwarna-warni. Suara crecetannya yang merdu dan ramai untuk melengkapi bunyi “tembakan” jalak suren. Biasanya ia menggantikan fungsi lovebird, terutama jika hobiis menghendaki variasi tembakan lebih halus.

Parkit master sebaiknya dipilih jantan. Sebab, ia rajin bersiul saat berahi. Atau saat sedang menunggui pasangan betina yang sedang aktif bertelur di dalam sarang.

Hwa mei

Hwa mei

Ia termasuk salah satu burung berfungsi ganda. Selainjagoan manggung, hwa mei juga dapat dipakai sebagai master. Burung asal Cina ini memang pandai berkicau. Bunyi crecetan “cet-cet-cet” yang dilantunkan Garrulax canorus ini jelas, mantap, nyaring, dan melengking. Cocok untuk mengisi suara anis.

Pancawarna

Burung lokal asli Indonesia ini juga dapat dipilih sebagai master. Suara kicauannya cepat dan tajam. Anis yang meniru suara ini akan mempunyai kicauan panjang dan terus menerus (ngerol).

Burung Cendet

Cendet Lanius schach selalu memainkan ekor panjangnya saat berkicau. Kicauannya yang keras dengan teriakan “tet-tet-tet” dilantunkan dengan irama sangat bervariasi. Variasi suara itu cocok untuk anis. Apalagi ia juga memiliki suara “crecetan” mirip hwa mei. Bila keduanya dipakai oleh anis, bakal muncul variasi irama yang lebih banyak dan bagus.

Burung Kenari

Kenari

Kenari Serinus canarius melantunkan suara lembut mendayu dan mengalun panjang berulang-ulang. Irama banyak variasi. Karena itu ia juga dapat menjadi master untuk menambah variasi suara anis. Pilih kenari impor yang memiliki kualitas suara baik, sambung menyambung tanpa putus. Jika diisi dengan suara terputus-putus, kualitas kicauan anis akan menurun.

Walang dan jangkrik

Selain burung, walang dan jangkrik juga dapat dijadikan master. Kedua serangga ini memiliki suara ngerik yang melengking dan ramai. Suara jangkrik dan walang penting untuk menghasilkan tembakan panjang dan tajam.

Pandu Dwilaksono