Budidaya Tani

Pengendalian Serangan Cacing Emas Dengan Bantuan Tomat Liar

Prahara nematoda sista emas Globodera rostochiensis baru saja terjadi. Setidaknya 200 ha lahan kentang di Bumiaji, Kotamadya Batu, luluh-lantak. Serangan meluas ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Kini secercah harapan datang dari Belanda.

Periset negeri Kincir Angin itu menemukan tomat liar yang mampu melindungi kentang dari ancaman sista kuning.

Tomat liar Solanum sisymbriifolium terbukti efektif mengendalikan nematoda sista emas. Fakta itu hasil riset Jan Vos [efn_note]Timmermans, B. G. H. Solanum Sisymbriifolium (Lam.) : A Trap Crop for Potato Cyst Nematodes. 2005. library.wur.nl, https://library.wur.nl/WebQuery/wurpubs/341521.[/efn_note], ekolog dari Universitas Wageningen dan mahasiwa program doktor perguruan tinggi yang sama, Bart Timmermans. Solanum sisymbriifolium mampu mempercepat penetasan telur nematoda. Namun, setelah dewasa dan menggerogoti akar si tomat liar, siklus hidup nematoda terputus.

Sayang, duduk-perkara matinya nematoda setelah mengkonsumsi kerabat kentang itu belum jelas. Sampai sekarang zat penyebab itu masih diteliti. Nematoda sista emas yang menghebohkan menyerang akar tanaman kentang, sehingga umbi gagal terbentuk.

Usai panen, lantaran tanaman inang habis parasit itu pun mati. Sebelum ajal menjemput, di tubuh betina yang membengkak itu acap ditemukan ratusan telur untuk meneruskan kehidupan generasinya.

Sebagai Pupuk Alami

Cacing emas menyebar di sentra kentang

Ketika nematoda betina mati, sekitar 500 telur mengalami masa dorman. Telur bakal menetas setelah terjadi kontak dengan akar tanaman kentang atau inang lain. Maklum, akar Solatium tuberosum itu mengeluarkan eksudat yang mampu merangsang telur menetas. Solanum sisymbriifolium juga mempunyai zat serupa.

Soal jenis kelamin jabang bayi nematoda, inilah yang menjadi buah si malakama. Lahir jantan jika nutrisi di kebun sangat minim lahan subur, betina. Bila pekebun ingin menuai hasil tinggi, pemupukan cenderung meningkat. Celakanya, itu malah mendongkrak populasi nematoda betina. Alhasil, dalam waktu singkat populasi hama yang ngetop sebagai cacing emas itu secara akumulasi pun melambung.

Oleh karena itu periset Belanda itu menyarankan, penanaman tomat liar usai panen dan menjelang penanaman. Dengan demikian sisa-sisa golden cyst itu dapat dikendalikan saudara kandung kecubung itu. Lagipula saat pembajakan lahan, tomat liar itu dapat menjadi pupuk hijau yang menyuburkan.

Disambung

Saat ini beberapa produsen benih di negeri Ratu Wilhelmina itu tengah menguji coba budidaya tomat liar hingga ratusan hektar. Tanaman asal Amerika selatan itu sama sekali tak mengganggu produktivitas kentang. Pemanfaatan tomat liar sangat dianjurkan lantaran cacing emas sulit dikendalikan. Penggunaan nematisida terbukti malah membikin hama itu resisten.

Ide penggunaan anggota famili Solanaceae sebagai perisai itu diilhami oleh Klaas Scholte. Pada 1990 pensiunan peneliti di Universitas Wegeningen itu menguji coba lebih dari 100 spesies anggota famili kentang-kentangan.

Mereka ditanam di pot dan diamati resistensinya terhadap serangan nematoda Tomat liar merupakan tanaman tahunan, tinggi 1,5 m. Daun memanjang hingga 15 cm, bunga paduan putih dan biru berdiameter 30 mm.

Sedangkan buah yang merah menyala bergaris tengah 10 sampai 20 mm. Ia juga diuji coba untuk disambungkan dengan terung varietas sufala, singnath, dan kazla. Tanaman sambungan itu terbukti resisten terhadap serangan nematoda. Sayang, kelebihan itu tak diwariskan pada keturunannya.

Ras berubah?

Menurut Dr Widjaja W. Hadisoeganda, penemu nematoda sista emas pertama di Indonesia, tomat liar memang resisten terhadap hama itu [efn_note]Nematoda Sista Kentang : Kerugian, Deteksi, Biogeografi, Dan Pengendalian Nematoda Terpadu / Oleh A. Widjaja W. Hadisoeganda | OPAC Perpustakaan Nasional RI. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=174018. Accessed 30 Mar. 2021.[/efn_note]. Periset Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) itu mengatakan, granola sebetulnya juga resisten. Maklum, granola disisipi gen kentang liar Solatium andigenum yang tahan serangan nematoda itu.

Beberapa tahun silam, hak penangkaran granola berpindah tangan dari Jerman ke Den Hartig, Belanda. “Sekarang ada 2 kemungkinan. Pertama, granola sudah direkaya atau biotipe Globodera yang berubah,” ujar doktor Proteksi Tanaman itu. Boleh jadi rekayasa itulah yang menyebabkan tanaman rentan.

Selama ini dikenal 4 biotipe atau strain cacing emas. Granola keluaran Jerman yang disisipi kentang liar itu hanya tahan terhadap Globodera rostochiensis ras a. Belum diketahui biotipe cacing emas yang dite mukan di Indonesia.

Alumnus North Carolina State University itu menduga produsen kentang di Belanda berencana menyisipkan gen Solanum sisymbriifolium ke granola. Dengan begitu diharapkan granola yang banyak ditanam pekebun tanah air ampuh menangkal serangan cacing emas. Dengan begitu, prahara nematoda tak lagi terjadi.

Yudi Anto