Percantik Taman minimalis Dengan Encephalartos Yang elegan

Taman minimalis

Biaya pembuatan Taman minimalis senilai sepertiga harga rumah mewah itu, sepadan dengan tampilan taman nan elegan karena kehadiran 15 encephalartos.

Encephalartos arenarius blue berdiameter 40 cm itu menghias halaman rumah dengan hamparan rumput nan menghijau. Warna biru daunnya mencolok sehingga sikas aleksandria itu jadi fokus perhatian. Lazimnya arenarius berwarna daun hijau atau keperakan. Tepat di bawah tajuknya bongkahan batu granit menutup tanah.

Itu untuk memberi kesan Taman minimalis kering laksana di habitat encephalartos itu di daerah pegunungan berbatu di Afrika Selatan. Saat malam hari keindahan si daun biru tetap bisa dinikmati karena si empunya taman menempatkan lampu sorot di bawahnya.

Di taman itu sikas aleksandria biru bersanding dengan E. longifolius joubertina E. nataliensis, E. hirsutus dan palem Phoenix Silvestris. “Saya suka encephalartos karena tanamannya ekslusif,” kata Cipto Suwarno Kurniawan, si empunya taman.

Harap mahfum, tanaman anggota famili Zamiaceae itu jarang yang memiliki. Sebab populasinya di alam terbatas. Nurseri di Afrika Selatan-negara asal-yang mampu membudidayakannya pun masih terhitung jari.

Belum lagi pertumbuhannya superlambat. Pantas harganya tinggi menjulang. Untuk mendapatkan E. hirsutus berdaun jarum berdiameter bonggol 25 cm misalnya Wawan, sapaannya, merogoh kocek Rp60-juta.

tumbuhan Encephalartos ferox di pintu masuk perumahan mewah di Surabaya

Encephalartos ferox di pintu masuk perumahan mewah di Surabaya

Taman Minimalis

Total jenderal terdapat 15 encephalartos mengisi taman seluas 120 m2 di kawasan perumahan mewah di Surabaya, Jawa Timur, itu. Disana tanaman purba itu-encephalartos sezaman dengan dinosaurus tampil selaras dengan desain Taman minimalis rumah modern.

Dominasi unsur garis sederhana pada desain rumah pas berpadu padan dengan taman yang sederhana dan tidak memerlukan perawatan rutin. Menurut Iwan Irawan, ahli taman di Bandung, Jawa Barat, encephalartos termasuk tanaman yang lambat tumbuh dan perawatannya gampang sehingga penanaman dalam jangka panjang sekalipun tidak mengubah bentuk Taman minimalis.

Supaya lebih “berwarna” encephalartos disandingkan dengan tanaman lain seperti bromeliad, sansevieria, dracaena, dan agave. Warna dan karakter daun tanaman yang disebut tadi mengimbangi karakter encephalartos berdaun hijau, biru atau keperakan dan bersosok tegas itu. Tanaman seperti bromeliad dan sanseviera juga senada dengan konsep taman minimalis.

Encephalartos juga menghias taman belakang rumah pria 29 tahun itu. Di taman seluas 16 m2 itu E. lehmanil, E. eugene, E. horridus, E. hirsutus, dan E. trispinosus ditata bersama Macrozamia glaucophylla, Dioon meijae, Cycas revoluta, bromeliad, sansevieria, dracaena, dan agave. Berada di sana bagai memasuki potongan hutan tropis di Afrika.

Batu granit disusun manis membentuk bukit kecil dan air terjun mini. Gemericik air terjun buatan di tengah-tengah taman itu benar-benar memanjakan semua indera. Demi menghadirkan tanaman purba di taman nan elok Wawan yang juga importir tanaman hias itu rela menggelontorkan anggaran pembuatan taman senilai sepertiga harga rumah.

Kerabat ence seperti Cycas cairnsianna berdaun biru dan Cycas revoluta serta puluhan blackboy juga menghias halaman kebun tak jauh dari kediaman Wawan.

Harga yang cukup mahal

Di Kota Buaya bukan hanya Wawan yang kepincut menghadirkan encephalartos dan kerabatnya di taman rumah. Cipto Prabowo Atmojo misalnya, menempatkan Macrozamia moorei-sama-sama anggota famili Zamiaceae-setinggi 2,3 meter di halaman rumahnya.

Padahal, tanaman raksasa itu dibanderol Rp35-juta per meter tinggi. Taman belakang rumahnya berhias tiga pohon E. lehmanii bersosok kompak dan besar. Harga setiap pohon bisa mencapai Rp55-juta.

Kehadiran tanaman purba berharga selangit di taman kediaman jadi prestise buat mereka. “Kalau ada kerabat datang ke rumah ada kebanggan sendiri menceritakan taman yang ditanami pohon bernilai puluhan juta,” kata Cipto. Uang tersedia, lahan untuk taman luas, maka encephalartoslah yang menjadi pilihan.

Palem buah roti itu juga menghias taman umum di kawasan perumahan The Millenium Residence. Bongkahan batu besar dan satu buah E. ferox rimbun dengan bentuk daunnya khas seakan-akan tumbuh menyembul dari batuan itu.

Kehadiran encephalartos begitu istimewa di perumahan mewah itu. Sebagian besar dari 20 rumah di perumahan itu menambahkan unsur kerabat sikas seharga jutaan rupiah di Taman minimalis halaman rumahnya.

tanaman Palem roti juga menghias taman halaman rumah Cun Cun Wijaya di Bandung

Palem roti juga menghias taman halaman rumah Cun Cun Wijaya di Bandung

“Makin langka, sehat dan mahal tanamannya maka para hobiis tanaman purba itu boleh berbangga.” kata Cipto. Nun di Bandung, Jawa Barat Cun Cun Wijaya juga melengkapi taman dengan kehadiran encephalartos. Karena pohon buah roti, taman pun tampil elegan.

Encephalartos Membutuhkan Cahaya matahari yang cukup

Encephalartos tumbuh sentosa di habitat asalnya di Afrika yang panas dan kering. Agar beradaptasi dengan baik sesampainya di tanahair, tanam di media yang sesuai untuk si palem roti. Contoh media tanam berupa pasir, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1. Media yang porous melewatkan air agar akar tidak busuk.

Menurut Iwan Irawan, ahli taman di Bandung, Jawa Barat, encephalartos termasuk tanaman yang tidak rewel. Untuk pupuk susulan cukup berikan pupuk majemuk 10 gram setiap 3 bulan per pohon. Ketimbang di pot, encephalartos tumbuh lebih cepat di tanah. Agar warna hijau, biru, dan keperakan daun encephalartos tetap terjaga biarkan tanaman anggota famili Zamiaceae itu bermandikan cahaya.

Halaman terakhir diperbaharui pada 1 Desember 2021

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.