Budidaya Tani

Rainbow King: Cetak Biru Si Rona Pelangi

Teddy, pengunjung show room Metro Lou Han di Cempaka Mas Jakarta terpaksa mengurungkan niat membeli rainbow king. “Saya ragu apakah ia benar-benar rainbow king atau bukan,” papar remaja berusia 19 tahun itu.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu pantas ragu membeli lou han anyar keluaran Malaysia. Sebab, penampilan lou han berukuran 3 cm yang ditawarkan mirip lou han biasa. Padahal, harganya cukup mahal, Rp350.000/ekor. Lou han jenis lain seperti cencu paling banter hanya berharga Rpl50.000/ekor untuk ukuran serupa.

Tak hanya Teddy, Trubus yang berkeliling show room untuk melacak kehadiran rainbow king juga sempat meragukannya. Pasalnya, beberapa ekor bertubuh memanjang layaknya cinhua kecil dengan bibir tebal terkatup rapat. Apalagi marking di tubuhnya berbaris horizontal, bukan tersusun vertikal seperti yang dibayangkan Trubus.

Anggapan rainbow king tampil short body memang tak bisa dijadikan patokan. Meski idealnya tubuh rainbow king berbentuk bulat persegi, ada juga rainbow king yang bertubuh memanjang. “Mungkin tetuanya ada yang bertipe long body,” papar Iskandar dari Metro Lou Han.

Johnson, pemilik Aquarama Lou Han juga berpendapat sama. Menurutnya, sekitar 10 sampai 20% rainbow king yang beredar di pasaran bertubuh memanjang. Apalagi di waktu kecil.

Corak tebal

Menurut Johnson, selintas memang sulit membedakan rainbow king saat berukuran kurang dari 5 cm. -Corak pada “bayi” rainbow biasanya masih tersusun horizontal, tak beda dengan lou han lain. Hanya saja, corak rainbow king muda di bawah 5 cm tampak lebih tebal meski panjangnya tak sampai perut.

Corak vertikal baru tampak setelah berukuran di atas 4 inci. Seiring pertumbuhan ikan, marking tebal di barisan tengah perlahan-lahan pecah dan membentuk garis-garis vertikal yang lebih tipis.

Selain bercorak vertikal, ada juga rainbow king bercorak horizontal meski hanya separuh tubuh. Pola marking rainbow king jenis ini juga perlahan-lahan terpecah. Namun, tidak semua pecah dan mengembang. Karena itu marking hanya berkembang ke arah horizontal mengikuti panjang tubuh.

Rainbow king bercorak horizontal memancarkan warna-warna lembut pelangi. Sedangkan warna pelangi pada corak vertikal tampil menonjol, kontras dengan warna tubuh yang agak gelap.

Ciri Yang khas

Rainbow king sebenarnya dapat dipastikan jenisnya sejak dini. Sebab, bila dicermati ia memiliki ciri khas. “Tubuh rainbow king lebih tebal, sehingga tampak lebih bongsor dibanding lou han biasa,” papar Iskandar.

Pada ukuran 2 inci pola warna lou han yang satu ini sudah mulai menonjol. Terutama warna merah yang mulai tampil memenuhi separuh tubuh bagian depan, mulai dari tutup insang hingga perut. Lalu diikuti munculnya warna kuning di bagian atas tubuh. Hal seperti itu hampir tidak pernah dijumpai pada jenis cencu maupun cinhua.

Meski tak sebanyak mutiara pada cencu. butiran-butiran mutiara pada rainbow king tampak lebih besar dan lebih bersinar. Memang umumnya hanya bagian perut hingga ekor yang bertabur mutiara. Namun, saking tegasnya, taburan mutiara sudah jelas menonjol sejak usia dini.

Corak pada jenis rainbow king telah muncul cukup tegas, tebal, dan rapat sejak usia muda. Berbeda dengan lou han jenis lain yang markingnya mulai tampak pada ukuran 5 cm. Itu pun kebanyakan hanya muncul berupa spot-spot kecil yang terputus-putus. Dari tampilan sirip, rainbow king muda juga terkesan garang. Sirip cenderung membuka sempurna, ciri lou han short body.

Terbilang Cukup banyak

Menurut Johnson, masih mahalnya lou han jenis rainbow king lantaran merupakan temuan baru peternak Malaysia. “Baru beberapa peternak saja yang bisa memproduksi,” lanjutnya. Tak heran jika jumlahnya masih terbatas. Pria bertubuh langsing itu menduga total produksi baru sekitar 15.000 ekor. Itu pun tak semua dilempar ke pasaran.

Perkembangan populasi rainbow king tak sepesat jenis lain. Malah belakangan Johnson sulit menemukan lagi rainbow di pasaran Malaysia dan Singapura. Itu lantaran ia kurang diminati hobiis Singapura. Padahal, rainbow king awalnya diproduksi terutama untuk mengisi pasar Negeri Singa itu.

Johnson menduga peternak Malaysia menghentikan produksi lantaran kurang mendapat tanggapan di pasar Singapura. Peternak juga belum menemukan . induk terbaik yang bisa menyempurnakan penampilannya. Padahal, meski marking tak sebagus lou han cinhua atau cencu, campuran warna yang dimiliki menarik untuk dinikmati. Dengan campuran warna pelangi: merah, oranye, kuning, dan biru, keindahannya bagai tak tertandingi.

Yudi Anto