Salak Condet, Pondoh, Bali Mana Yang paling Unggul?

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
pondoh sleman
Rasa tak kalah daripada pondoh sleman

Salak condet kebanggaan DKI Jaya tinggal kenangan. Tempatnya diisi salak banjar atau manonjaya. Kalau mau melihat yang lebih bagus lagi, salak pondoh dan bali jawabannya.

Tadinya perkebunan salak ini tersebar di tiga kelurahan, yaitu Batu-ampar, Balekambang, dan Kampung Tengah, Kecamatan Kramatjati, Kodya Jakarta Timur. Di kawasan itu pernah terbentang 18.828 ha kebun salak. Kini tinggal tersisa sekitar 40 ha. Karena perubahan fungsi dari kebun menjadi tempat hunian. Letak kebun yang tersisa pun terpencar-pencar dengan luas rata-rata 100 m2 per keluarga. Produksinya rendah, hanya 10 sampai 20 buah per tandan.

Bacaan Lainnya

Bisnis salak memang bagus. Namun, pilih varietas harus pas. Yang diminta salak pondoh super. Artinya, konsumen memilih salak pondoh kuning dari Nglumut, Srumbung, Yogya. Salak pondoh super dari Turi, warnanya merah agak kehitaman.

“Salak pondoh tahun ini mencapai harga tertinggi,” ungkap Suratno, grosir salak pondoh super dan jeruk baby ‘Setia Kawan’ di Pasar Asem Glodok, kepada Trubus. Mulai April 1999 salak pondoh super di pasar swalayan Rp11.000,00 sampai Rp12.000,00. Isi per kg sekitar 11 buah. Sekitar November 1998- harga tertinggi Rp4.500,00, terendah Rp2.225,00 per kg.

“Di tempat asalnya, harga salak sudah tinggi. Barangnya langka,” kata Suratno pula. Walau salaknya ada, saat ini bukan musimnya. Perhari hanya bisa memasarkan 8 kuintal. Pas musim Suratno mampu memasarkan 4 ton per hari. Satu ton di antaranya masuk pasar swalayan.

Keemasan yang menarik

salak sleman
Salak sleman, bisa semakin langka

“Salak bali lebih garing. Rasanya manis, tapi ada rasa masamnya sedikit,” kata Alamsyah alias Didiek, grosir salak bali dan belimbing “Sumber Rejeki” di Jatinegara. Di Bali, pengusaha buah-buahan ini memiliki kebun salak sendiri seluas 15 ha. Pasar utama Sumber Rejeki adalah pasar swalayan dan toko buah segar. Volume 3 sampai 4 ton per hari.

“Yang diinginkan pasar swalayan salak bali kuning keemasan atau cokelat keemasan,” kata Alamsyah. Bentuk buah memanjang. Sedangkan yang beredar di luar pasar swalayan umumnya berwarna cokelat. Bentuk membulat. “Salak bali yang hitam, sebetulnya salak muda, Matang diperjalanan,” jelasnya pula.

Ketahanan salak bali lebih baik dibandingkan salak pondoh. Butiran salak pondoh yang sudah lepas dari tandan, kesegarannya haya tahan 3 hari. Sebaliknya salak bali bisa tahan sampai satu minggu.

Salak-Salak Greg Hambali

Anda ingin menikmati aneka rasa salak? Dari yang sepet sampai full manis. Dari yang berdaging tipis dengan biji besar sampai yang berdaging tebal berbiji kecil? Coba datang ke kebun salak Greg Hambali di Katulampa, Baranangsiang Indah, Bogor.

Greg Hambali, kolektor dan peneliti salak, memiliki bermacam-macam salak hutan. Misal Salacca magnifica, Salacca multiflora, dan Salacca affinis. Bentuk buah bulat memanjang seperti granat, ujungnya berputing. Buahnya lebat, menarik perhatian. Tapi rasanya, pasti kurang disukai orang awam karena masam dan berbiji besar. “Salak multiflora paling cantik,” komentarnya kepada Trubus.

Salak enak pun dikoleksi. Kebanggaannya antara lain salak mangku, buni, gula pasir, bule alias salak turis, pondoh, padangsidempuan. “Mangku di Bali berarti dukun. Salak mangku salaknya para dukun atau raja-raja di Bali,” jelas Greg Hambali. Populasinya masih langka. Salak buni disebut juga salak barak, salak api, atau salak merah. Greg punya koleksi 8 pohon, asal dari Bali.

Salah satu hasil pemuliaannya adalah salak mawar. Ini merupakan persilangan antara salak pondoh, padangsidempuan, dan gula pasir. Satu pohon dapat mengeluarkan 6 sampai 8 tandan per periode pembungaan.

Per tandan menghasilkan 40 buah. Daging buahnya manis dan renyah. Tapi kalau dipetik muda, manisnya mengandung rasa masam. Kadar air buah tinggi mewaris1 sifat salak padangsidempuan.

Dua pohon induk salak mawarnya sedang diperbanyak lewat cangkok dengan pot. “Masing-masing berasal dari pohon yang sama,tapi lain biji,” jelas Greg Hambal Katakanlah, yang pertama salak mawar I, dan yang lain salak mawar II. Saat ini ia sedang berupaya menciptakan varietas yang daging buahnya merah, tapi rasanya nyaman dan lezat seperti salak pondoh.

Pos terkait