--> Archive for Ayam Budidaya tani: Ayam - All Post
Tampilkan postingan dengan label Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2019

no image

Ayam aduan super dari Filipina

ayam aduan super asal negeri gajah putih, Thailand bakal punya pesaing. Di arena kini muncul american emas dan texas dari Filipina. Kedigdayaannya sudah terbukti di berbagai gelanggang

Di samping gagah, kedua ayam jagoan itu bernyali besar. Jarang ayam adu lain yang bisa melawannya. Di Sangir, Sulawesi Utara, pemilik jagoan baru itu harus lihai memegang ayam saat mau diadu. Pasalnya, kedua ayam itu mudah dikenali dari sayapnya. Bila ketahuan american emas atau texas, maka bebotoh ayam akan mengurangkan niat mengadu.

Pendatang baru yang menggegerkan itu masih langka. Samuel E. Tamedia, hobiis di Bekasi, Jawa Barat, baru mendatangkan puluhan ekor dari Filipina sejak Januari 2017. Ketika budidayatani berkunjung ke rumahnya di kawasan Kotabaru, terlihat 6 ayam berumur 1,5 tahun terkurung di kandang.

Sosok mereka elegan. Penampilannya gagah. Ciri khasnya kepala lonjong dengan paruh panjang mirip burung. Dada lebar dan kokoh. Mata bening dengan sorot tajam tanda petarung yang bagus. Tubuh panjang, sayap lebar menutup hingga bagian belakang tubuh dan paha. Ekor lebar dan kaku menyerupai kipas ketika mengembang sempurna. “Peralatan” itulah yang membuat gerakannya lincah dan cepat.

Filipina

 

Kemampuan Meloncat Hingga Dua meter

Kelebihan lain strategi bertanding kedua ayam aduan super itu cukup bagus. Layaknya petinju mirip Mike Tyson, begitu ada lawan langsung dihajar. Pukulannya selalu masuk dan telak. Nyaris tak ada perilaku “nempel” ke lawan bila stamina sudah mulai loyo. Kalau dihitung poin, pasti ayam itu menang. “Umumnya hobiis hanya menjajal 5 menit untuk melihat kemampuannya. Berbeda dengan ayam bangkok yang bisa 15 menit,” kata pria asal Sangir, Sulawesi Utara itu. Kendati demikian, ia pun pintar mengelak bila menghadapi lawan tangguh.

Menurut Samuel bebotoh harus hati-hati bila ingin melawan ayam itu. Ia sudah membuktikan kelihaian terbangnya. Kendati lawan sudah diangkat setinggi 2 m, ayam itu masih bisa menjangkaunya. Para pengadu biasanya memberi ancang-ancang sekitar 6 m untuk melepas ayam. Pertandingan di udara lebih seru, mereka bisa melakukan 3 – 4 kali pukulan.

Kalau dilihat secara postur, american emas lebih cocok untuk lawan bangkok. “Bobotnya setara bangkok, rata-rata 3 – 3,5 kg. Daya tahan bertandingnya juga bisa mencapai 1 jam,” kata alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi, Manado itu. Sementara texas paling hanya 2 -2,5 kg. Oleh karena itu ia lebih pas bila dipakai sebagai ayam adu pisau, seperti di Bali. Waktu yang dibutuhkan paling banter 5 detik untuk meng-KO lawan, mati bersimbah darah.

Ayam Kampung

ayam aduan super American emas dan texas mudah didapat di Filipina selatan. Awalnya mereka hanya sebagai ayam kampung biasa. Warna bulu beragam, mulai putih, merah, hitam, dan blorok. Namun, lantaran sosok dan kemampuan bertanding. Penduduk di sana menggunakannya untuk ayam adu. “Mereka memang gemar memelihara ayam. Mengadu ayam merupakan kegiatan rutin,” ujar pria berusia 32 tahun itu.

Ayam hasil tangkaran terjamin kualitasnya. Peternak memakai jawara di berbagai gelanggang sebagai pejantan. Pantas bila harga bakalan umur 1 tahun mencapai Rp2-juta – Rp2,5-juta. Lain halnya kalau sudah pernah menang di lomba, harga meningkat menjadi Rp3-juta – Rp5-juta. Ayam jawara yang sudah menang minimal 3 kali di arena pertandingan langsung diberi ring. Sebagai ungkapan kebanggaan, pemilik biasanya membuatkan kandang dari kaca.

Uniknya, sebutan american emas dan texas tidak berkaitan dengan negara adi daya itu. “Saya juga tidak tahu kenapa dinamakan itu. Paling untuk lebih tren saja,” kata pria yang mengunjungi Filipina minimal sebulan sekali itu. Yang jelas permintaan ayam itu cukup tingi. Bukan saja untuk diadu, kebanyakan malah disilangkan dengan ayam bangkok.

Melatih Fisik Dan Mental Ayam Aduan

Apakah Anda ingin ayam aduan super tampil kekar dengan tulang besar dan berstamina prima? Coba saja kiat peternak diFilipina. Yang pertama dilakukan ialah memilih ayam dengan tulang keras dan otot kuat. Pertulangan sempurna bila tebal, besar, dan kuat. Ayam bertulang tipis tidak disukai hobiis. Demikian juga tulang besar karena membuat gerakan ayam lamban ketika berlaga di gelanggang.

Di Filipina ayam dilatih sejak umur 5 bulan. Atau saat ayam kecil mulai belajar berantem. Setiap ayam segera dipisah di kandang tersendiri. Latihan awal berupa renang. Caranya, lempar ayam ke kolam besar sejauh 1 – 2 meter. Jarak dapat ditambah seiring dengan pertumbuhan dan umur ayam. Latihan itu dilakukan setiap hari dengan frekuensi 2 -3 kali. Tujuannya untuk membentuk dada besar dan otot kuat.

cara merawat ayam aduan

Setiap hari ayam aduan super diletakkan di tenggeran sepanjang 0,5 m terbuat dari kayu atau besi. Tinggi tangkringan 1 m dari tanah. Cara lain dengan membuat ayunan terbuat dari kayu dan tali plastik. Biarkan ayam berada di tempat itu seharian. Kalau mau diberi makan saja ayam diambil.

Latihan itu untuk melatih keseimbangan dan lutut. Begitu ayam berusia 8 bulan atau muncul taji dan kulit kaki kering, latih dengan cara memegang ekornya setiap pagi. Jadi, ayam dipaksa untuk terbang. Hentikan bila ia sudah lemas. Setelah itu letakkan ayam di lantai, lalu l b tekan punggung ke bawah. Latihan itu terus dilakukan sampai gerakannya melemah.

Untuk melatih kekuatan nafas, ayam juga bisa dilatih memutar di dalam kandang saat penjemuran. Masukkan ayam lain di kandang kecil untuk memancing emosi. Seminggu sebelum bertarung, berikan 1 kuning telur,  lalu dicampur 2—3 kapsul super tetra. Berikan campuran itu 3 kali, pagi, siang, dan malam secara berturut-turut selama 3 hari. Pada hari ke-4 dan ke-5 ayam diistirahatkan di kandang. Dengan ramuan itu stamina ayam saat bertanding tetap prima. Dan kalau ayam luka, maka darah yang keluar tidak terlalu banyak.

Senin, 24 Juni 2019

no image

Panduan Dan Kriteria Memilih Ayam Serama Unggulan

Dada membusung, leher menekuk ke belakang hingga menyentuh ekor, salah satu penilaian penting memilih ayam serama. Kriteria lain, ukuran jengger harus proporsional dengan kepala. Hobiis perlu mengenali anatomi ayam asal Kelantan, Malaysia, itu agar sang klangenan sesuai dengan yang diidamkan.

Si kecil bobot di bawah 300 -500 g  itu bertubuh bulat dan padat. Ketika berdiri tegak ia harus tampak sombong dan angkuh, tapi tetap anggun. Gaya berjalannya seperti seorang prajurit. Penggemar tak melulu memelihara serama untuk dinikmati keindahannya sendiri. Impian mereka sang kelangenan cilik kelak berjaya di ajang kontes bagus-bagusan.

Ayam Serama

Nah, untuk mencetak juara harus dipersiapkan sejak memilih bibit. Pilih ayam serama dewasa berumur 1 tahun. Saat itu kualitas sudah terlihat jelas dan stabil. Umur di bawah itu biasanya masih mengalami perubahan fisik. Tanyakan kepada penjual sosok indahnya. Satu hal yang tak boleh diabaikan adalah kesehatan ayam. Cermati mulai dari jengger hingga telapak kaki.

Kepala

Bentuk kepala bulat kecil proporsional dengan jengger. Gerigi jengger maksimal 5, teratur dengan bentuk dasar melengkung. Pangkal jengger tampak kuat, kokoh, dan lebar seimbang dengan tinggi serit. Helai yang baik melebihi bagian belakang kepala. Jengger sehat berwarna merah dan cerah. Bila berubah menjadi gelap kemungkinan stres atau sakit. Anting telinga kecil berbentuk oval. Pial melengkung seimbang berbentuk oval, tanpa lekukan, dan tidak berkerut. Wajah bulat kecil, bebas dari bulu. Paruh pendek melengkung. Lubang hidung kecil dan tidak tersumbat. Mata bulat menonjol berwarna cerah. Ukuran kuping kecil.

Ayam Serama

Leher

Ukuran leher proporsional, tegap, kepala terangkat dengan posisi ke belakang. Nilai lebih akan diberikan bila kepala condong ke belakang hingga menyentuh ekor.

Sayap

Sayap berukuran besar dan panjang. Saat berdiri tegak, sayap lurus vertikal ke bawah menyentuh tanah, menutupi mata kaki. Jangan pilih sayap robek, bulu melintir, dan terpotong, karena ketika lomba akan didiskualifikasi. Sayap dipotong menandakan kaki terlalu pendek atau tubuh tidak proporsional.

Punggung

Punggung rapat membentuk huruf “U” tersembunyi oleh bulu sadel dan bulu leher. Bila dilihat dari atas, ukuran punggung lebih sempit dibandingkan lebar bahu.

Bulu

Bila dilihat dari samping bulu leher tampak condong diagonal ke bawah. Dari depan seperti huruf A tanpa menutupi dada. Bulu leher besar meruncing halus, lebat, dan panjang jatuh terurai hingga menutupi bahu, mengelilingi leher.

Bulu sadel ramping melengkung, berbentuk pedang menggantung, berakhir di atas perut, menyebar ke belakang menutupi ekor, dan menggantung di pinggang.

Tubuh

Tubuh harus mungil dengan punggung terlihat melekuk landai dari depan hingga ke pantat. Pilih ayam dengan tinggi 3,5—4 kali ujung jengger sampai anting telinga.

Dada

Dada terangkat, bidang, gempal, dan menonjol. Kalau ditarik garis vertikal berada jauh dari paruh. “Garis” kepala ke leher menuju dada berbentuk huruf “S”.

Ayam Serama

Kaki

Kaki panjang, bersih, sejajar, tidak bengkok, dan proporsional. Paha pendek gemuk, di ujung meruncing rapi. Tulang kering berukuran pendek, bulat, tersusun rapi. Jari berjumlah empat, agak panjang, lurus, dan ukuran seimbang.

Ekor

Posisi ekor tegak lurus ke belakang dan selalu menyentuh kepala. Ekor lebar, panjang di atas kepala. Ekor pedang berjumlah sepasang: panjang, kuat, melengkung ramping. Kalau dilihat dari belakang, ekor seperti huruf A. Dari atas, simetris; dari samping, mekar sempurna.

 

Sabtu, 02 Maret 2019

no image

Persiapan Persiapan Penting Sebelum Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur

Kebutuhan akan konsumsi telur ayam semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk membangun usaha ternak ayam petelur demi membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan konsumsi telur.

Cara pengembangan usaha ini cukup mudah dan modalnya bisa dimulai dari tingkat yang kecil. Berikut beberapa cara memulai usaha ternak ayam petelur yang mudah.

  1. Tentukan modal

Sesuaikan budget atau modal usaha anda untuk membeli barang dan bahan yang diperlukan. Hitung berapa ekor ayam yang akan anda pelihara untuk pertama kali dan hitung berapa total biayanya. Jumlahkan juga dengan biaya pembelian kandang, biaya pembelian pakan dan perawatan. Pilihlah lahan kosong milik anda sendiri. Jika tidak ada, hitunglah berapa biaya untuk menyewa atau membeli lahan dengan luas yang sesuai kebutuhan.

  1. Tentukan tempat

Jika anda memiliki tempat sendiri, maka modal dapat ditekan. Namun jika tidak ada, anda butuh modal ekstra untuk menyewa tempat. Pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai dan jauh dari pemukiman penduduk namun lebih dekat dari tempat distribusi. Hal ini karena ayam petelur mudah kaget oleh suara-suara dan akan membuat ayam enggan bertelur lagi. Tempat yang dekat dengan pendistribusian akan menekan biaya pengiriman.

  1. Tentukan jenis ayam

Ayam petelur ada 2 jenis. Yaitu petelur ringan dan petelur medium. Ayam petelur ringan badannya lebih kecil dari pada ayam petelur medium, walaupun ukuran ayam medium lebih kecil dari ayam broiler. Telur dari ayam petelur ringan biasanya berwarna putih, sedangkan telur dari ayam petelur medium warnanya coklat. Telur yang berwarna coklat ini lebih disukai banyak konsumen karena ukurannya lebih besar dan lebih berat. Ayam petelur medium juga dapat dikonsumsi dagingnya karena ukurannya yang pas dan cukup berdaging.

  1. Pembuatan kandang

Hitung biaya pembuatan kandang. Ukur besar kandang yang muat untuk jumlah ayam yang akan anda ternak. Biasanya, untuk ternak dalam jumlah banyak digunakan kandang koloni yang muat untuk ribuan ayam petelur.

  1. Pakan, obat dan vitamin

Pemilihan pakan yang berkualitas dan pemberian obat serta vitamin juga sangat penting untuk kelangsungan usaha ternak ayam petelur. Ayam yang terawat dan sehat akan menghasilkan telur dengan kualitas terbaik dan penjualan telur anda akan lebih banyak mendapat permintaan dari konsumen.

Poin-poin di atas adalah hal-hal utama yang diperlukan dalam memulai usaha ternak ayam petelur. Jika poin tersebut sudah terpenuhi, anda juga harus tahu cara perawatan dan pengembangan ternak yang baik. Ketahui juga sistem marketing yang lebih jitu didukung dengan produk telur yang lebih unggul dari produk peternak lain.

Produk yang bagus namun masih dapat dijual dengan harga umum akan lebih mudah dijual sehingga anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dari permintaan konsumen yang terus bertambah.

Untuk kesehatan ayam ternak, berikan vaksinasi yang teratur sesuai dosis yang dianjurkan. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam sehingga terhindar dari penyakit menular yang dapat mempengaruhi kualitas telur.

Vaksin ini terdapat 2 jenis, yaitu vaksin aktif dan inaktif. Vaksin aktif akan lebih tahan lama karena mengandung virus hidup, sedangkan vaksin inaktif mengandung virus yang dilemahkan sehingga tidak dapat bertahan lama.

Usaha ternak ayam petelur anda dapat dipastikan berjalan mulus jika sudah terpenuhi faktor-faktor diatas yang dikombinasikan dengan pengetahuan mengenai pemberian vaksinasi untuk ayam ternak.

Sabtu, 17 November 2018

no image

Bakteri Coryza, Penyakit Unggas Yang Sering Menyerang Para Peternak

Penyakit Coryza merupakan penyakit bakterial yang timbulnya dipicu oleh berbagai faktor stres (stress related disease). Kondisi tersebut menyebabkan penyakit Coryza dapat muncul pada semua tingkatan umur ayam Pada kelompok ayam dengan status kekebalan kurang baik, penyakit Coryza cenderung terjadi berulang. Hal tersebut memberi kesan bahwa penyakit Coryza sulit diatasi.
Mata Ayam Yang Terjangkit Coryza Membengkak Berisi Cairan Berwana putih

KASUS penyakit Coryza atau juga dikenal sebagai Infectious Coryza (IQ, dapat ditemukan di peternakan ayam komersial maupun breeder, burung puyuh dan bahkan pada ayam kampung di Indonesia. Ayam merupakan hospes alamiah yang paling peka, sedangkan secara ekperimen tal burung merpati, bebek, dan kalkun tidak peka terhadap infeksi buatan bakteri tersebut Sejauh ini belum pernah dilaporkan kasus H. paragallinarum selam yang teramati pada ayam. Namun yang menarik dicermati, hampir semua umur ayam peka terhadap infeksi penyakit Coryza.
Salah satu karakteristik penyakit Coryza adalah waktu inkubasi yang sangat pendek, antara 24 sampai 48 jam. Sejumlah ayam peka yang kontak dengan ayam sakit akan memperlihatkan gejala klinis setel 24 sampai 72 jam. Penyakit dapat berlangsung kronis antara 2 sampai 3 minggu. Dalam beberapa kasus dapat terjadi infeksi berulang. Kondisi tersebut terutama karena status kekebalan ayam yang kurang baik dan beberapa faktor stres yang disebabkan oleh penerapan tatalaksana pemeliharaan serta biosekuritas yang tidak optimal. Oleh sebab itu kasus penyakit Coryza selalu muncul bersamaan dengan kondisi stres

Gejala klinis utama infeksi Coryza adalah radang akut saluran respirasi bagian atas (pada cavum nasalis, sinus), pembengkakan muka, serta konjungtivitis (radang kelopak mata). Pada kondisi tersebut segera diikuti eksudasi (keluarnya lendir) dari cuping hidung yang mula-mula encer dan kemudian berlanjut menjadi kental. Ciri utama eksudat (lendir) Coryza “berbau sangat khas”. Disamping itu kebengkakan muka menjadi lebih nyata, jika diamati dari depan kelihatan sekali muka menjadi asimetris. Pernafasan menjadi terganggu sehingga terdengar bunyi ayam ngorok sebagai ekspresi sumbatan saluran pernafasan. Ayam sering menggaruk mata disebabkan iritasi, sehingga kasus melanjut karena adanya infeksi sekunder stafilokokkus. Mata membengkak berisi eksudat keputihan.

Pada pemeriksaan pasca mati cuping hidung ayam, akan teramati eksudat khas penyakit Coryza. Pada umumnya selain organ respirasi bagian atas, tidak ditemukan lesi (perubahan) tertentu di organ dalam, kecuali adanya infeksi ikutan. Pada infeksi tunggal jarang teramati  pneumonia dan radang kantong , udara. Secara mikroskopis sejumlah lesi pada jaringan sinus infraorbita, cavum nasi, dan trakhea bervariasi menurut derajat keparahan penyakit.

Kerugian Ekonomi Yang Ditimbulkan Oleh bakteri Coryza

Kasus penyakit IC menyebabkan kerugian yang cukup signifikan karena mampu menyebabkan angka morbiditas cukup tinggi, meskipun mortalitasnya rendah. Pengamatan dilapangan dan beberapa laporan kasus i IC, morbiditasnya dapat mencapai j 60% dan penyebaran penyakit diantara ayam dalam suatu flok cukup cepat. Pada infeksi tunggal tanpa komplikasi mortalitas berkisar 2 sampai 5% saja Namun demikian, apabila kasus tersebut tidak segera ditangani penyakit segera menyebar ke sehingga flok dan dapat bertindak sebagai pintu gerbang infeksi yang lain. Menurut suatu laporan kasus,

IC pada ayam broiler tanpa adanya komplikasi menyebabkan afkir cukup tinggi, mencapai 69%. Disamping itu. pada kondisi tersebut juga menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat dan FCR membengkak. Pada ayam periode petelur, infeksi H. parayaihnanon menyebabkan penurunan produksi cukup tinggi, berkisar antara 10 sampai 40%, serta angka culling meningkat Kerugian yang lain adalah biaya pengobatan, waktu dan tenaga tersita untuk penanganan kasus ini. beberapa kasus yang pengobatannya tidak tuntas, dan biosekuritas tidak memadai, akan menyebabkan kasus IC muncul kembali, sehingga pengobatannya menjadi lebih kompleks, seolah kasusnya menjadi lebih sulit diatasi.

Penyakit Coryza sangat dikacaukan dengan beberapa penyakit lain, seperti CRD, Cholera. Pox difteritik, dan Swollen Head Syndrom (SHS) yang menunjukkan kemiripan gejala klinis. Di antara penyakit tersebut tampaknya IC sering kali dikelirukan dengan SHS, atau sebaliknya. Untuk membedakan diantara keduanya ada beberapa hal yang bisa dipakai untuk analisis, yaitu: kepekaan atau respons pengobatan antibiotik. Penyakit Coryza berespons baik ketika diberikan antibiotik, sebaliknya SHS tidak Pada kasus SHS terdapat pelebaran celah mulut (choane) sedangkan pada iC tidak ada Kebengkakan pada IC terjadi pada muka dan teramati eksudat berbau khas pada cuping hidung, sedangkan pada SHS kebengkakan terutama pada kepala bagian atas dan cuping hidung bersih tanpa eksudat. Pada kasus SHS terdapat radang dengan eksudat dan hemorhagi subkutan di kepala. Isolasi bakteri dalam kasus tersebut pada umumnya ditemukan bakteri E. coli.

Penanganan Ayam Yang Terjangkit Bakteri Coryza

Pada dasarnya bakteri penyebab penyakit Coryza peka terhadap berbagai antibiotik yang dewasa ini banyak beredar di lapangan. Namun demikian hendaknya pemakaian antibiotik perlu dipahami jenis, waktu eliminasi dan dosis yang dipakai, agar tidak terjadi peluang resistensi antibiotik. Pengobatan juga harus diberikan sesuai waktu standar pengobatan atau dengan kata lain pengobatan harus tuntas. Dalam hal ini peran ‘Technical service”, yang mendistribusikan obat/ antibiotik tersebut perlu menjelaskan dengan benar kepada peternak. Kadangkala meskipun pengobatan lelah selesai tetapi beberapa ayam masih menunjukkan kebengkakan muka. Dari pengalaman penulis, beberapa kasus yang telah diobati dengan benar meskipun masih ada gejala kebengkakan tersebut ketika dilakukan kultur bakteri menunjukkan hasil negatif.

Hal ini berarti bahwa bakteri penyebab penyakit sudah mati’ tetapi reabsorbsi kebengkakan dari perbaikan jaringannya saja yang belum tuntas. Perbaikan jaringan ini dapat berlangsung antara 14 sampai 21 hari. Langkah lebih lanjut adalah supporbf terapi dengan pemberian multivitamin yang berkualitas. Ini Sangat dianjurkan untuk meningkatkan dava tahan tubuh ayam yang terinfeksi. Beberapa ayam yang menunjukkah gejala klinis parah sebaiknya diafkir, untuk mengurangi penyebaran bakteri. Perlu dilakukan evaluasi program vaksinasi penyakit Coryza, apakah waktu pemberian sudah tepat sesuai dengan perkiraan potensi kasus IC biasa muncul, serta kondisi kandang dan lingkungan masing-masing.Perlu juga dievaluasi kualitas vaksin, dengan mengacu kondisi lapangan yang ada. Di beberapa lokasi farm komersial yang rawan atau risiko tinggi, dewasa ini vaksinasi Coryza dilakukan sampai tiga kali. langkah-langkah penanganan ini harus diikuti penerapan sanitasi

Rabu, 05 Oktober 2016

no image

Berternak Ayam Kampung bisnis sampingan yang menjanjikan

Sebelumnya saya mengira tidak ada istimewa dari peternak ayam kampung sebab bisnis unggas lokal yang satu ini sudah menjadi komoditas masal yang di usahakan oleh sebagian besar masyarakat di tanah air. jadi kalau hanya untuk memelihara, merawat hingga memasarkan ayam kampung siapapun bisa melakoninya namun tidak semua peternak ayam kampung mampu menangkap peluang rupiah dari bisnis ini

hal itu terbukti dari 95% usaha tersebut masih di jalani secara traditional alias tanpa dengan perawatan yang intensip karena itu permintaan daging ayam kampung yang begitu amat besar akhirnya tidak dapat di penuhi oleh peternak. Sebagai gambaran di pasar jakarta, bogor, depok, tanggerang dan bekasi kebutuhan ayam kampung di perkirakan mencapai 200.000 ekor perhari dari permintaan ini setiap hari para peternak ayam tersebut hanya mampu memasok sekitar 35.000 ekor dan inilah celah bisnis itu, permintaan tinggi tapi tidak di imbangi dengan rendahnya penawaran.

Potensi gurihnya bisnis usaha ternak ayam kampung akhirnya membawa saya ke Sukabumi Jawa Barat tempatnya di bilangan sadamukti 58 desa tenjo layah kecamatan cicurug di daerah ini terdapat kelompok peternak rakyat ayam kampung di bawah bimbingan Ade M. Julkarnain. Ade begituh panggilan akrabnya bukan peternak ayam kampung biasa, karena dengan pola berternak ayam kampung secara intensif yang di kembangkan semenjak 2004 Ade kini mampu meraih omset hingga 450 juta rupiah perbulan.

Di bandingkan peternak unggas yang lain misalnya ayam ras, semua produk ayam kampung memang memiliki harga yang tinggi ini terlihat dari penjualan ayam kampung yang di hargai secara satuan tentu berbeda dengan ayam ras yang di jual perkiloan. Selama ini harga ayam kampung pun lebih stabil dibandingkan ayam ras selisih harganya mencapai 50% lebih mahal.

Produk premium, inilah keistimewaan ayam kampung otoritas harganya justru ada di tangan peternak bukan di pihak pedagang seperti yang lazim terjadi di saat ini hanya saja bukankah peternak ayam kampung secara intensif seperti milik ade ini banyak kendala nya.

Mmmhhh pantas saja, saat peternak ayam ras berteriak akibat naiknya harga pakan peternak ayam kampung masih bisa bertahan sebab pakannya tidak harus bergantung dengan membeli di pabrik. Woahhh sepertinya usaha ayam kampung dengan pola intensif ini makin menarik saya menjadi ingin tahu prospek bisnis ke depannya dan bagaimana cara memulai usahanya.   

Keuntungan usaha peternakan ayam kampung memang sangat menggiurkan tidak hanya untuk keperluan dagingnya saja membuat usaha penetasannya pun sudah terbilang untung cukup hitung saja saat ini harga telur ayam kampung hanya 800 rupiah per butir sedangkan anak ayam yang baru menetas atau biasa di sebut DOC mencapai 2.000 rupiah.

setiap ekor artinya bila di tetaskan mungkin makin usaha ini lebih dari 100% bukan sementara berdasarkan hitungan sederhana untuk usaha 1.000 ekor ayam kampung pedaging setiap peternak mampu meraup untung bersih sebesar 3 juta rupiah sekali panen ini dengan asumsi perkilogram ayam kampung di jual 22.000 ribu rupiah. Benar bukan tidak ada istilah gencek dalam bisnis ayam kampung sebab struktur pasarnya sudah terbentuk jadi tidak perlu takut bila musim panen datang harga jual ayamnya akan jatuh.

Kalau begini garansi pasarnya saya menjadi tidak sabar ingin memulai usaha ayam kampung ini tapi tunggu dulu karena sebelum memulai usaha tersebut harus tau bagaimana cara memilih bibitnya, pemberian pakannya, pemeliharaan dan teknik perkandangan. Kandang yang baik harus terletak jauh dari pemukiman, model kandang yang di anjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang di lapisi liter, lantai ini terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji, dan kapur nahh setelah kandang siap barulah membeli bibit yang bagus untuk di ternakkan.

Bibit ayam kampung dapat di peroleh dengan cara membeli di uc ayam langsung dari pembibit, membeli telur tetas lalu menetaskan nya sendiri atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian di tetaskan sendiri baik secara alami atau dengan mesin menetas bibit ayam kampung yang sehat dan baik memiliki kriteria antara lain bisa berdiri tegap, sehat, tidak cacat, mata bersinar serta bulu bersih mengkilap.

Nah untuk pakan ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit ayam negeri jadi bisa memberi konsentrat, dedak, jagung dan pakan alternatif lain seperti sisa dapur atau warung yang terpenting dalam menyusun atau memberikan langsung pakan tersebut kebutuhan nutrisi ayam kampung bisa di penuhi yaitu protein kasar sebesar 12% dan energi metabolis sebesar 2.500 kilo kalori per kilogram.

Kunci sukses peternak ayam kampung terletak pada tata laksana pemeliharaan unggas meski bibit yang di pilih cukup baik dan pakannya pun memadai bila salah mengelola hasil yang di peroleh bisa jauh dari harapan. dengan pola pemeliharaan intensif seperti ayam ras, tingkat keberhasilan usaha ayam kampung akan semakin tinggi. Total biaya produksi untuk pemeliharaan ayam kampung hingga siap panen mencapai 18.000 ribu rupiah per ekor, jadi bila anda ingin memulai usaha ini tinggal di kali kan saja berapa skala usaha yang ingin di pilih.

Terbuktikan usaha ayam kampung memang menguntungkan pada kondisi normal saja pendapatan yang di peroleh bisa sebesar 5 juta rupiah selama 50 hari apalagi menjelang puasa dan perayaan hari raya pastilah harganya bagus dan permintaan semakin besar. Bagaimana sangat menggoda bukan beternak ayam kampung mengapa tidak di coba.