--> Archive for Unggas Budidaya tani: Unggas - All Post
Tampilkan postingan dengan label Unggas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unggas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2019

no image

Ayam aduan super dari Filipina

ayam aduan super asal negeri gajah putih, Thailand bakal punya pesaing. Di arena kini muncul american emas dan texas dari Filipina. Kedigdayaannya sudah terbukti di berbagai gelanggang

Di samping gagah, kedua ayam jagoan itu bernyali besar. Jarang ayam adu lain yang bisa melawannya. Di Sangir, Sulawesi Utara, pemilik jagoan baru itu harus lihai memegang ayam saat mau diadu. Pasalnya, kedua ayam itu mudah dikenali dari sayapnya. Bila ketahuan american emas atau texas, maka bebotoh ayam akan mengurangkan niat mengadu.

Pendatang baru yang menggegerkan itu masih langka. Samuel E. Tamedia, hobiis di Bekasi, Jawa Barat, baru mendatangkan puluhan ekor dari Filipina sejak Januari 2017. Ketika budidayatani berkunjung ke rumahnya di kawasan Kotabaru, terlihat 6 ayam berumur 1,5 tahun terkurung di kandang.

Sosok mereka elegan. Penampilannya gagah. Ciri khasnya kepala lonjong dengan paruh panjang mirip burung. Dada lebar dan kokoh. Mata bening dengan sorot tajam tanda petarung yang bagus. Tubuh panjang, sayap lebar menutup hingga bagian belakang tubuh dan paha. Ekor lebar dan kaku menyerupai kipas ketika mengembang sempurna. “Peralatan” itulah yang membuat gerakannya lincah dan cepat.

Filipina

 

Kemampuan Meloncat Hingga Dua meter

Kelebihan lain strategi bertanding kedua ayam aduan super itu cukup bagus. Layaknya petinju mirip Mike Tyson, begitu ada lawan langsung dihajar. Pukulannya selalu masuk dan telak. Nyaris tak ada perilaku “nempel” ke lawan bila stamina sudah mulai loyo. Kalau dihitung poin, pasti ayam itu menang. “Umumnya hobiis hanya menjajal 5 menit untuk melihat kemampuannya. Berbeda dengan ayam bangkok yang bisa 15 menit,” kata pria asal Sangir, Sulawesi Utara itu. Kendati demikian, ia pun pintar mengelak bila menghadapi lawan tangguh.

Menurut Samuel bebotoh harus hati-hati bila ingin melawan ayam itu. Ia sudah membuktikan kelihaian terbangnya. Kendati lawan sudah diangkat setinggi 2 m, ayam itu masih bisa menjangkaunya. Para pengadu biasanya memberi ancang-ancang sekitar 6 m untuk melepas ayam. Pertandingan di udara lebih seru, mereka bisa melakukan 3 – 4 kali pukulan.

Kalau dilihat secara postur, american emas lebih cocok untuk lawan bangkok. “Bobotnya setara bangkok, rata-rata 3 – 3,5 kg. Daya tahan bertandingnya juga bisa mencapai 1 jam,” kata alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi, Manado itu. Sementara texas paling hanya 2 -2,5 kg. Oleh karena itu ia lebih pas bila dipakai sebagai ayam adu pisau, seperti di Bali. Waktu yang dibutuhkan paling banter 5 detik untuk meng-KO lawan, mati bersimbah darah.

Ayam Kampung

ayam aduan super American emas dan texas mudah didapat di Filipina selatan. Awalnya mereka hanya sebagai ayam kampung biasa. Warna bulu beragam, mulai putih, merah, hitam, dan blorok. Namun, lantaran sosok dan kemampuan bertanding. Penduduk di sana menggunakannya untuk ayam adu. “Mereka memang gemar memelihara ayam. Mengadu ayam merupakan kegiatan rutin,” ujar pria berusia 32 tahun itu.

Ayam hasil tangkaran terjamin kualitasnya. Peternak memakai jawara di berbagai gelanggang sebagai pejantan. Pantas bila harga bakalan umur 1 tahun mencapai Rp2-juta – Rp2,5-juta. Lain halnya kalau sudah pernah menang di lomba, harga meningkat menjadi Rp3-juta – Rp5-juta. Ayam jawara yang sudah menang minimal 3 kali di arena pertandingan langsung diberi ring. Sebagai ungkapan kebanggaan, pemilik biasanya membuatkan kandang dari kaca.

Uniknya, sebutan american emas dan texas tidak berkaitan dengan negara adi daya itu. “Saya juga tidak tahu kenapa dinamakan itu. Paling untuk lebih tren saja,” kata pria yang mengunjungi Filipina minimal sebulan sekali itu. Yang jelas permintaan ayam itu cukup tingi. Bukan saja untuk diadu, kebanyakan malah disilangkan dengan ayam bangkok.

Melatih Fisik Dan Mental Ayam Aduan

Apakah Anda ingin ayam aduan super tampil kekar dengan tulang besar dan berstamina prima? Coba saja kiat peternak diFilipina. Yang pertama dilakukan ialah memilih ayam dengan tulang keras dan otot kuat. Pertulangan sempurna bila tebal, besar, dan kuat. Ayam bertulang tipis tidak disukai hobiis. Demikian juga tulang besar karena membuat gerakan ayam lamban ketika berlaga di gelanggang.

Di Filipina ayam dilatih sejak umur 5 bulan. Atau saat ayam kecil mulai belajar berantem. Setiap ayam segera dipisah di kandang tersendiri. Latihan awal berupa renang. Caranya, lempar ayam ke kolam besar sejauh 1 – 2 meter. Jarak dapat ditambah seiring dengan pertumbuhan dan umur ayam. Latihan itu dilakukan setiap hari dengan frekuensi 2 -3 kali. Tujuannya untuk membentuk dada besar dan otot kuat.

cara merawat ayam aduan

Setiap hari ayam aduan super diletakkan di tenggeran sepanjang 0,5 m terbuat dari kayu atau besi. Tinggi tangkringan 1 m dari tanah. Cara lain dengan membuat ayunan terbuat dari kayu dan tali plastik. Biarkan ayam berada di tempat itu seharian. Kalau mau diberi makan saja ayam diambil.

Latihan itu untuk melatih keseimbangan dan lutut. Begitu ayam berusia 8 bulan atau muncul taji dan kulit kaki kering, latih dengan cara memegang ekornya setiap pagi. Jadi, ayam dipaksa untuk terbang. Hentikan bila ia sudah lemas. Setelah itu letakkan ayam di lantai, lalu l b tekan punggung ke bawah. Latihan itu terus dilakukan sampai gerakannya melemah.

Untuk melatih kekuatan nafas, ayam juga bisa dilatih memutar di dalam kandang saat penjemuran. Masukkan ayam lain di kandang kecil untuk memancing emosi. Seminggu sebelum bertarung, berikan 1 kuning telur,  lalu dicampur 2—3 kapsul super tetra. Berikan campuran itu 3 kali, pagi, siang, dan malam secara berturut-turut selama 3 hari. Pada hari ke-4 dan ke-5 ayam diistirahatkan di kandang. Dengan ramuan itu stamina ayam saat bertanding tetap prima. Dan kalau ayam luka, maka darah yang keluar tidak terlalu banyak.

Sabtu, 22 Juni 2019

no image

Harga Indukan Perkutut Mahal, Hobiis Siasati Dengan Arisan Perkutut

Suara riuh terdengar dari sekumpulan pria. Lapaknya ibu-ibu arisan, dengan perasaan was-was mereka menunggu sepotong sedotan keluar dari kocokan. Kegembiraan segera menyeruak di hati Eko Sulistiyo ketika secarik kertas bertuliskan namanya muncul. Ia akan memiliki seekor piyik perkutut dari induk jantan winner C.7 dan betina winner C.23

Itulah kenangan Eko, kung mania di Jakarta pada akhir 2018 silam. Sebelumnya ia membeli sepasang induk itu bersama 14 orang temannya seharga Rp7.500.000. “Saya tidak mampu membeli induk semahal itu sendiri, ” tuturnya. Padahal, ia juga ingin memiliki perkutut yang berkualitas. Karena itu, ia memilih bergabung dengan kelompok arisan.

Ternyata cara itu membuahkan hasil. Kini hanya dengan Rp 500.000 ia bisa memiliki burung klangenan yang bagus. Bidadari, piyik jantan yang diperoleh dari buah arisan itu kini telah memenangkan beberapa konkurs. Sebut saja di Bandung meraih juara 2 dan di Karawang menyabet peringkat ke-10.

Arisan Perkutut
Burung Perkutut super

 

Arisan Perkutut

Tak hanya Eko yang mendapat perkutut idaman dengan biaya ringan. Eddy Sumamo, peternak di Depok, Jawa Barat, mendapatkan anakan dari pasangan kenamaan Leo Abimanyu (jantan) dan Leo Gatotkaca (betina). “Saya memperolehnya hanya dengan Rp 500.000. Coba kalau tanpa arisan, Rp 5-juta harus dirogoh dari kantong sendiri,” ujarnya. Kendati belum menunjukkan prestasi, Eddy bangga memilikinya karena pada perkutut itu mengalir darah juara.

Eko dan Eddy termasuk dua di antara 54 anggota TPM (Tim Perkutut Mania), kelompok penyelenggara arisan. Anggota lain tak hanya dari Jakarta, beberapa orang berasal dari Bandung, Batam, Kalimantan, dan Bali. Mereka terjaring melalui dunia maya.

Kelompok arisan ini terbentuk pada 2018. Berawal dari kumpul rutin sesama peternak lalu berkeinginan untuk meningkatkan kualitas perkutut Indonesia. Caranya, mau tidak mau induk yang digunakan peternak harus berkualitas. Namun, usaha untuk mendapatkan indukan bagus terbentur pada modal, sebab harganya mahal. Akhirnya tercetuslah ide arisan.

Tony Surono Arisan Perkutut
Tony Surono, salah satu pemrakarsa arisan Perkutut

Dikelola Oleh Para Peternak besar

Menurut Tony Surono, salah seorang pemrakarsa saat ini ada 12 pasang induk yang turunannya tengah diarisankan. Induk-induk itu dibeli dari peternak besar yang dikenal sering menelurkan burung juara. Di antaranya, Leo Bird Farm dan Campus di Bandung, Wat dan Tow di Dalam satu kelompok salah seorang ditunjuk untuk memelihara induk. Selanjutnya setiap dua bulan mereka berkumpul untuk mengundi piyik yang menetas dalam kurun waktu itu. Pada setiap putaran, seorang anggota berhak atas satu tetasan telur. Tak jarang seorang anggota langsung mendapatkan sepasang piyik sekaligus jika telur yang menetas 2 butir. ( Baca : Usaha Pembiakan Merpati Balap Modal Kecil )

Jika semua anggota telah mendapat bagian, induk dijual atau diganti salah satunya. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas anakan. “Memang tak semua anggota mendapat anakan yang berkualitas. Namun, paling tidak darah jawaranya diwariskan pada keturunan berikutnya,” tutur Tony.

Tony mengakui tak mudah memasangkan induk. Terkadang mereka tak segera beijodoh, sehingga betina tak kunjung bertelur. Telur yang dihasilkan pun belum tentu menetas. “Akibatnya putaran arisan akan lebih lama,” ujar pemilik Trah Sejati Bird Farm itu. Meski begitu, para peserta arisan tetap sabar menunggu demi mendapat burung klangenan yang diidamkan.

Minggu, 09 Juni 2019

no image

Serangan Virus Pada Pembiakan Ayam Serama

Senyum tak lepas di bibir Januar Budi Dharma ketika melihat kutuk serama berumur 2 bulan berjalan ke sana ke mari mengekor sang induk. Baginya ayam asal Kelantan, Malaysia, itu menjadi hiburan setiap akhir pekan. Sayang, ayam mungil itu tidak lagi didatangkan dari negara asalnya sejak avian influenza (Al) mendera Indonesia pada September 2003.

Sebelumnya, setiap berkunjung ke Kelantan, Januar dengan mudah menenteng 2—3 serama. Dua jawara kontes dari Negeri Gajah Putih juga dibeli seharga Rp 15-juta/ekor untuk menambah koleksi. Ajong, importir di Jakarta, juga rutin setiap bulan mendatangkan 4—5 ekor berumur 6—8 bulan dari Malaysia. Namun, kegiatan itu mandek gara-gara larangan impor unggas dari pemerintah sehubungan dengan mewabahnya Al (avian influenza) di beberapa negara.

Padahal, ayam itu tengah naik daun. Apalagi sejak kontes kecantikan ayam kate itu beberapa kali digelar di Jakarta. Rudiasfie Sjofinal, peternak di Pondokbambu, Jakarta Timur, kewalahan memenuhi permintaan dari berbagai kota. Namun, order itu terpaksa ia tolak karena stok terbatas. Induk pun hanya itu-itu saja. Kalau dikawinsilangkan kualitas akan menurun. “Harus ada suntikan induk baru. Sayang, untuk mendatangkan induk dari negara asal sulit,” ujarnya.

 

Serangan Virus Unggas

Saat ini serangan flu burung memang tidak segencar periode November 2003 hingga Februari 2004. Namun, Balai Besar Karantina Hewan (BBKH) belum membuka kran impor unggas kembali. Hal itu mengacu pada peraturan Office International des Epizooties (OIE)— badan kesehatan hewan dunia. Badan itu berhak mengevakuasi penyakit hewan di seluruh dunia, termasuk AL

Amerika Serikat, Kanada, dan Belgia termasuk negara berstatus outbreak— mewabah. Menurut Yulianto, kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan BBKH Soekarno Hatta, status itu juga disandang Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand, Hongkong, Cina, Pakistan, dan Banglades. “Artinya semua produk unggas, seperti telur, daging, induk, atau bibit dari negara-negara itu dilarang masuk,” ujarnya.

“Malaysia dan Filipina berstatus pandemik. Saat ini tidak terjadi serangan, tapi suatu saat bisa tiba-tiba memuncak,” jelas alumnus fakultas kedokteran hewan Universitas Gadjah Mada itu. Oleh karena itu, menurut Yulianto meski tidak bebas, masih ada peluang mengimpor serama dari Malaysia. Syaratnya, importir harus memenuhi prosedur yang ditetapkan BBKH.

Ayam Serama Bersertifikat

Importir harus mengantongi surat persetujuan impor dari Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan sebelum mengimpor serama. Sertifikat kesehatan dari negara produsen juga disertakan sebelum serama tiba. “Dokumen itu harus asli, bukan hasil foto kopi ataupun dikirim melalui faks,” ujarnya.

Meski semua kelengkapan dokumen sudah dipenuhi, importir tidak begitu saja membawa pulang serama kesayangan. Begitu tiba, ayam harus menjalani masa karantina di instalasi kesehatan hewan sementara milik BBKH selama 3 minggu. Selain pemeriksaan fisik, pengecekan kesehatan juga dilakukan di laboratorium BBKH Soekarno Hatta atau Balai Veteriner di Bogor. Hal itu penting untuk menguji beberapa penyakit karantina golongan I atau II, termasuk Al. Ayam yang terinfeksi Al ditandai ujung pial hitam karena nekrosis— kematian sel bintik merah di kaki, seperti pendarahan. “Ayam yang terserang Al segera dimusnahkan,” ujar Yulianto.

Pun yang terbukti mengidap penyakit golongan I, seperti sampar pasti dimusnahkan. Namun, bila hanya terserang penyakit golongan II, seperti infection laryngotracheitis dan newcastle disease ayam diberi vaksin atau diobati sampai sembuh. Setelah itu BBKH mengeluarkan surat pelepasan karantina. Ayam Serama pun segera dibawa pulang untuk meramaikan pekarangan.

Sabtu, 02 Maret 2019

no image

Persiapan Persiapan Penting Sebelum Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur

Kebutuhan akan konsumsi telur ayam semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk membangun usaha ternak ayam petelur demi membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan konsumsi telur.

Cara pengembangan usaha ini cukup mudah dan modalnya bisa dimulai dari tingkat yang kecil. Berikut beberapa cara memulai usaha ternak ayam petelur yang mudah.

  1. Tentukan modal

Sesuaikan budget atau modal usaha anda untuk membeli barang dan bahan yang diperlukan. Hitung berapa ekor ayam yang akan anda pelihara untuk pertama kali dan hitung berapa total biayanya. Jumlahkan juga dengan biaya pembelian kandang, biaya pembelian pakan dan perawatan. Pilihlah lahan kosong milik anda sendiri. Jika tidak ada, hitunglah berapa biaya untuk menyewa atau membeli lahan dengan luas yang sesuai kebutuhan.

  1. Tentukan tempat

Jika anda memiliki tempat sendiri, maka modal dapat ditekan. Namun jika tidak ada, anda butuh modal ekstra untuk menyewa tempat. Pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai dan jauh dari pemukiman penduduk namun lebih dekat dari tempat distribusi. Hal ini karena ayam petelur mudah kaget oleh suara-suara dan akan membuat ayam enggan bertelur lagi. Tempat yang dekat dengan pendistribusian akan menekan biaya pengiriman.

  1. Tentukan jenis ayam

Ayam petelur ada 2 jenis. Yaitu petelur ringan dan petelur medium. Ayam petelur ringan badannya lebih kecil dari pada ayam petelur medium, walaupun ukuran ayam medium lebih kecil dari ayam broiler. Telur dari ayam petelur ringan biasanya berwarna putih, sedangkan telur dari ayam petelur medium warnanya coklat. Telur yang berwarna coklat ini lebih disukai banyak konsumen karena ukurannya lebih besar dan lebih berat. Ayam petelur medium juga dapat dikonsumsi dagingnya karena ukurannya yang pas dan cukup berdaging.

  1. Pembuatan kandang

Hitung biaya pembuatan kandang. Ukur besar kandang yang muat untuk jumlah ayam yang akan anda ternak. Biasanya, untuk ternak dalam jumlah banyak digunakan kandang koloni yang muat untuk ribuan ayam petelur.

  1. Pakan, obat dan vitamin

Pemilihan pakan yang berkualitas dan pemberian obat serta vitamin juga sangat penting untuk kelangsungan usaha ternak ayam petelur. Ayam yang terawat dan sehat akan menghasilkan telur dengan kualitas terbaik dan penjualan telur anda akan lebih banyak mendapat permintaan dari konsumen.

Poin-poin di atas adalah hal-hal utama yang diperlukan dalam memulai usaha ternak ayam petelur. Jika poin tersebut sudah terpenuhi, anda juga harus tahu cara perawatan dan pengembangan ternak yang baik. Ketahui juga sistem marketing yang lebih jitu didukung dengan produk telur yang lebih unggul dari produk peternak lain.

Produk yang bagus namun masih dapat dijual dengan harga umum akan lebih mudah dijual sehingga anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dari permintaan konsumen yang terus bertambah.

Untuk kesehatan ayam ternak, berikan vaksinasi yang teratur sesuai dosis yang dianjurkan. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam sehingga terhindar dari penyakit menular yang dapat mempengaruhi kualitas telur.

Vaksin ini terdapat 2 jenis, yaitu vaksin aktif dan inaktif. Vaksin aktif akan lebih tahan lama karena mengandung virus hidup, sedangkan vaksin inaktif mengandung virus yang dilemahkan sehingga tidak dapat bertahan lama.

Usaha ternak ayam petelur anda dapat dipastikan berjalan mulus jika sudah terpenuhi faktor-faktor diatas yang dikombinasikan dengan pengetahuan mengenai pemberian vaksinasi untuk ayam ternak.

no image

Kalkulasi Perhitungan Modal Dan Keuntungan Bisnis Telur Puyuh

Bisnis telur puyuh adalah salah satu bisnis peternakan yang sampai saat ini masih menjanjikan. Dengan cita rasa yang khas serta kandungan gizi yang tinggi serta harga yang terjangkau, permintaan telur puyuh di pasar selalu mengalami peningkatan. Lebih dari 8.000 butir per hari untuk setiap pengusaha telur puyuh.

Selain modalnya tidak terlalu besar, keuntungan yang dihasilkan dari bisnis telur puyuh ini ternyata cukup menggiurkan. Dengan modal usaha 15 juta, dapat menhasilkan uang 36 juta dalam setahun. Apabila ditekuni dengan baik, ini bisa menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga.

Sebelum menghitung perkiraan keuntungan dari bisnis telur puyuh, terlebih dahulu kita mengenal beberapa hal terkait dengan peternakan burung puyuh. Untuk berternak burung puyuh, beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain:

  1. Pemilihan bibit burung puyuh

Bibit burung puyuh ada dua macam, ada yang berupa DOQ (belum siap tetas), dan ada yang berupa puyuh petelur fase growen (burung puyuh umur 30 hari, siap tetas). Untuk pemula lebih baik membeli jenis bibit yang ke dua karena resiko kematiannya lebih kecil. Untuk DOQ harganya kisaran Rp 2.700,-/ekor, sedangkan jenis puyuh petelur fase growen harganya kisaran Rp 9.800,-/ekor.

  1. Pemilihan lahan peternakan

Berternak burung puyuh memang harus memiliki lahan yang benar-benar jauh dari pemukiman, karena kandang burung puyuh mengeluarkan bau yang tidak sedap dan apabila tidak bisa merawat kandang bisa jadi sumber kuman dan penyakit. Untuk itu carilah tempat untuk lahan peternakan burung puyuh yang jauh dari pemukiman, jauh dari banjir, dan jauh dari sumber penyakit.

  1. Pengelolaan pakan burung puyuh

Pakan burung puyuh sebenarnya sangat mudah, yaitu pur. Namun untuk menjaga kesehatan burung, perlu diberikan obat-obatan tertentu. Burung puyuh cukup diberi makan sekali dalam satu harinya. Begitu juga dengan air minum, juga cukup satu kali dalam sehari. Kesehatan burung puyuh harus dikontrol setiap hari. Jangan sampai ada yang terlanjur mati di dalam kandang, karena hal itu bisa menular ke burung-burung yang lainnya.

  1. Pengelolaan kotoran burung puyuh

Kotoran burung puyuh harus dibersihkan secara rutin agar tidak menimbulkan bau tidak sedap di kandang. Kotoran tersebut juga menjadi tempat bersarangnya lalat yang bisa mengganggu kesehatan burung dan masyarakat sekitar. Kotoran di bersihkan seminggu sekali dengan cara dikumpulkan di tempat khusus, disemprot dengan air arang merang, lalu dikeringkan. Setelah kering disimpan dalam karung kecil. Selain kebersihan kandang dapat selalu terawat, kotoran tersebut bisa digunakan untuk bahan dasar pupuk yang sangat baik bagi tanaman. Jika diuangkan, satu karung kecil kotoran dapat dihargai Rp 15.000,-

  1. Pemilihan pangsa pasar telur burung puyuh

Dalam berbisnis, kita harus jeli dalam menentukan pangsa pasar kita. Apakah akan dijual dalam bentuk mentah atau matang, dijual eceran atau grosiran. Hal ini sangat berkaitan dengan cara pengelolaannya. Untuk bisa masuk ke supermarket maka pengelolaan telur puyuh harus benar-benar baik dan sehat.
Setelah kita memahami beberapa persiapan di atas, mari kita simak perkiraan keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis ini.

KeteranganJmlHarga (Rp)Total
modal awal
a.       kandang4 unit200.000         800,000.00
b.       burng puyuh1000 ekor9.800     9,800,000.00
c.        mesin penetas1 unit500.000         500,000.00
                           –
modal kerja                           –  
a.       pakan7,200450     3,240,000.00
b.       biaya operasional bulanan12100.000     1,200,000.00
                           –
15,540,000.00
penjualan
a.       telur puyuh per hari 600 butir  (7,5 kg)225020000   45,000,000.00
b.       kotoran burung puyuh (2 karung / 3 hari)24015000     3,600,000.00
48,600,000.00
keuntungan bersih per tahun   33,060,000.00

Dengan melihat perhitungan keuntungan di atas, tentunya bagi pemula yang ingin memulai bisnis peternakan, bisnis telur puyuh bisa menjadi pilihan yang menjanjikan. Dengan modal seadanya bisa langsung mulai praktek bisnis. Dengan keuletan dan kesabaran, keberhasilan pasti akan segera diraih. Selamat mencoba !

Sabtu, 17 November 2018

no image

Bakteri Coryza, Penyakit Unggas Yang Sering Menyerang Para Peternak

Penyakit Coryza merupakan penyakit bakterial yang timbulnya dipicu oleh berbagai faktor stres (stress related disease). Kondisi tersebut menyebabkan penyakit Coryza dapat muncul pada semua tingkatan umur ayam Pada kelompok ayam dengan status kekebalan kurang baik, penyakit Coryza cenderung terjadi berulang. Hal tersebut memberi kesan bahwa penyakit Coryza sulit diatasi.
Mata Ayam Yang Terjangkit Coryza Membengkak Berisi Cairan Berwana putih

KASUS penyakit Coryza atau juga dikenal sebagai Infectious Coryza (IQ, dapat ditemukan di peternakan ayam komersial maupun breeder, burung puyuh dan bahkan pada ayam kampung di Indonesia. Ayam merupakan hospes alamiah yang paling peka, sedangkan secara ekperimen tal burung merpati, bebek, dan kalkun tidak peka terhadap infeksi buatan bakteri tersebut Sejauh ini belum pernah dilaporkan kasus H. paragallinarum selam yang teramati pada ayam. Namun yang menarik dicermati, hampir semua umur ayam peka terhadap infeksi penyakit Coryza.
Salah satu karakteristik penyakit Coryza adalah waktu inkubasi yang sangat pendek, antara 24 sampai 48 jam. Sejumlah ayam peka yang kontak dengan ayam sakit akan memperlihatkan gejala klinis setel 24 sampai 72 jam. Penyakit dapat berlangsung kronis antara 2 sampai 3 minggu. Dalam beberapa kasus dapat terjadi infeksi berulang. Kondisi tersebut terutama karena status kekebalan ayam yang kurang baik dan beberapa faktor stres yang disebabkan oleh penerapan tatalaksana pemeliharaan serta biosekuritas yang tidak optimal. Oleh sebab itu kasus penyakit Coryza selalu muncul bersamaan dengan kondisi stres

Gejala klinis utama infeksi Coryza adalah radang akut saluran respirasi bagian atas (pada cavum nasalis, sinus), pembengkakan muka, serta konjungtivitis (radang kelopak mata). Pada kondisi tersebut segera diikuti eksudasi (keluarnya lendir) dari cuping hidung yang mula-mula encer dan kemudian berlanjut menjadi kental. Ciri utama eksudat (lendir) Coryza “berbau sangat khas”. Disamping itu kebengkakan muka menjadi lebih nyata, jika diamati dari depan kelihatan sekali muka menjadi asimetris. Pernafasan menjadi terganggu sehingga terdengar bunyi ayam ngorok sebagai ekspresi sumbatan saluran pernafasan. Ayam sering menggaruk mata disebabkan iritasi, sehingga kasus melanjut karena adanya infeksi sekunder stafilokokkus. Mata membengkak berisi eksudat keputihan.

Pada pemeriksaan pasca mati cuping hidung ayam, akan teramati eksudat khas penyakit Coryza. Pada umumnya selain organ respirasi bagian atas, tidak ditemukan lesi (perubahan) tertentu di organ dalam, kecuali adanya infeksi ikutan. Pada infeksi tunggal jarang teramati  pneumonia dan radang kantong , udara. Secara mikroskopis sejumlah lesi pada jaringan sinus infraorbita, cavum nasi, dan trakhea bervariasi menurut derajat keparahan penyakit.

Kerugian Ekonomi Yang Ditimbulkan Oleh bakteri Coryza

Kasus penyakit IC menyebabkan kerugian yang cukup signifikan karena mampu menyebabkan angka morbiditas cukup tinggi, meskipun mortalitasnya rendah. Pengamatan dilapangan dan beberapa laporan kasus i IC, morbiditasnya dapat mencapai j 60% dan penyebaran penyakit diantara ayam dalam suatu flok cukup cepat. Pada infeksi tunggal tanpa komplikasi mortalitas berkisar 2 sampai 5% saja Namun demikian, apabila kasus tersebut tidak segera ditangani penyakit segera menyebar ke sehingga flok dan dapat bertindak sebagai pintu gerbang infeksi yang lain. Menurut suatu laporan kasus,

IC pada ayam broiler tanpa adanya komplikasi menyebabkan afkir cukup tinggi, mencapai 69%. Disamping itu. pada kondisi tersebut juga menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat dan FCR membengkak. Pada ayam periode petelur, infeksi H. parayaihnanon menyebabkan penurunan produksi cukup tinggi, berkisar antara 10 sampai 40%, serta angka culling meningkat Kerugian yang lain adalah biaya pengobatan, waktu dan tenaga tersita untuk penanganan kasus ini. beberapa kasus yang pengobatannya tidak tuntas, dan biosekuritas tidak memadai, akan menyebabkan kasus IC muncul kembali, sehingga pengobatannya menjadi lebih kompleks, seolah kasusnya menjadi lebih sulit diatasi.

Penyakit Coryza sangat dikacaukan dengan beberapa penyakit lain, seperti CRD, Cholera. Pox difteritik, dan Swollen Head Syndrom (SHS) yang menunjukkan kemiripan gejala klinis. Di antara penyakit tersebut tampaknya IC sering kali dikelirukan dengan SHS, atau sebaliknya. Untuk membedakan diantara keduanya ada beberapa hal yang bisa dipakai untuk analisis, yaitu: kepekaan atau respons pengobatan antibiotik. Penyakit Coryza berespons baik ketika diberikan antibiotik, sebaliknya SHS tidak Pada kasus SHS terdapat pelebaran celah mulut (choane) sedangkan pada iC tidak ada Kebengkakan pada IC terjadi pada muka dan teramati eksudat berbau khas pada cuping hidung, sedangkan pada SHS kebengkakan terutama pada kepala bagian atas dan cuping hidung bersih tanpa eksudat. Pada kasus SHS terdapat radang dengan eksudat dan hemorhagi subkutan di kepala. Isolasi bakteri dalam kasus tersebut pada umumnya ditemukan bakteri E. coli.

Penanganan Ayam Yang Terjangkit Bakteri Coryza

Pada dasarnya bakteri penyebab penyakit Coryza peka terhadap berbagai antibiotik yang dewasa ini banyak beredar di lapangan. Namun demikian hendaknya pemakaian antibiotik perlu dipahami jenis, waktu eliminasi dan dosis yang dipakai, agar tidak terjadi peluang resistensi antibiotik. Pengobatan juga harus diberikan sesuai waktu standar pengobatan atau dengan kata lain pengobatan harus tuntas. Dalam hal ini peran ‘Technical service”, yang mendistribusikan obat/ antibiotik tersebut perlu menjelaskan dengan benar kepada peternak. Kadangkala meskipun pengobatan lelah selesai tetapi beberapa ayam masih menunjukkan kebengkakan muka. Dari pengalaman penulis, beberapa kasus yang telah diobati dengan benar meskipun masih ada gejala kebengkakan tersebut ketika dilakukan kultur bakteri menunjukkan hasil negatif.

Hal ini berarti bahwa bakteri penyebab penyakit sudah mati’ tetapi reabsorbsi kebengkakan dari perbaikan jaringannya saja yang belum tuntas. Perbaikan jaringan ini dapat berlangsung antara 14 sampai 21 hari. Langkah lebih lanjut adalah supporbf terapi dengan pemberian multivitamin yang berkualitas. Ini Sangat dianjurkan untuk meningkatkan dava tahan tubuh ayam yang terinfeksi. Beberapa ayam yang menunjukkah gejala klinis parah sebaiknya diafkir, untuk mengurangi penyebaran bakteri. Perlu dilakukan evaluasi program vaksinasi penyakit Coryza, apakah waktu pemberian sudah tepat sesuai dengan perkiraan potensi kasus IC biasa muncul, serta kondisi kandang dan lingkungan masing-masing.Perlu juga dievaluasi kualitas vaksin, dengan mengacu kondisi lapangan yang ada. Di beberapa lokasi farm komersial yang rawan atau risiko tinggi, dewasa ini vaksinasi Coryza dilakukan sampai tiga kali. langkah-langkah penanganan ini harus diikuti penerapan sanitasi