Manfaat Dan Produk Dari Kayu Cendana

Di atas anglo mungil, minyak cendana itu dihangatkan oleh nyala lilin. Aromanya memenuhi ruangan yang bercitra natural. Tak jauh dari anglo perempuan muda menelungkup di atas dipan. Seiring irama musik yang mengalun lembut, terapis memijat setelah mengoleskan minyak cendana di punggung perempuan itu.

Minyak cendana senantiasa hadir di spa-spa atau pusat perawatan tubuh yang kini menjamur di kota-kota besar. Bagi masyarakat perkotaan yang amat peduli terhadap kesehatan plus kecantikan, pergi ke spa merupakan gaya hidup.

Lanjutkan membaca

Serangan Hama Pada Kayu Cendana

Budidaya cendana bagaikan menapak jalan licin dan terjal. Sekali terpeleset kematian membayang. Perawatan adalah jalan licin dan terjal itu. “Yang bisa selamat mencapai umur 4—5 tahun hanya 20%. Itu pun sudah luar biasa, “ujar Ir M Kudeng Sallata, MSc, kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusatenggara di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Boleh dibilang pada tahap pembenihan sampai penyemaian, tingkat kelolosan hidup cendana cukup tinggi. Persentase keberhasilan yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara sebagai salah satu pemasok benih mencapai 85%.

Lanjutkan membaca

Peranan Tanaman Pendukung Agar Budidaya Cendana Lebih Efektif

Empat puluh hari sudah biji cendana Santalum album bersemayam di kegelapan bawah tanah. Kini dari bahan tanaman seukuran biji pepaya berwarna cokelat kekuningan itu muncul akar-akar baru. Bukannya mencari hara, serabut-serabut halus itu malah bergerilya mencari akar tanaman
lain. Begitu bertemu, bak tangan gurita ia langsung membekap erat dan tak pernah lagi dilepas. Karena pada sang inanglah cendana menggantungkan kelangsungan hidup.

Pantas saja selama ini penangkar selalu gagal membibitkan kayu harum itu.

Lanjutkan membaca

Kendala Umum Yang dihadapi Petani Cendana

Dua buah kuali baja bergaris tengah 2 m itu diselimuti debu.Sebilah papan berukuran 4mx4 m tampak menyungkupi permukaan kuali. Di atas papan itu tergeletak 2 kursi plastik berwarna merah. Kusam dan berdebu pula. Suasana di sebuah pabrik pengolah cendana di Batu Plat, Kecamatan Alak, Nusa Tenggara Timur, itu menjadi pemandangan biasa sejak cendana semakin langka diperoleh.

Pabrik yang berdiri sejak 1974 itu kini memang bagai hidup segan mati pun tak mau.

Lanjutkan membaca