Tampilkan postingan dengan label guppy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guppy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2020

Halfmoon Unggulan Dari Amerika

Halfmoon Unggulan Dari Amerika

Betina halfmoon mungkin bersorak. Selama ini mereka tak pernah “diizinkan11 unjuk kebolehan di arena kontes. Di Indonesia hanya jantan halfmoon yang dipersilakan beradu indah di ajang kontes-kontesan. Padahal betina halfmqon kita amat cantik.

Buktinya, betina halfmoon koleksi hobiis di Jakarta Barat yang Mei 2018 mengikuti kontes di Swiss dan meraih juara pertama. Ikan yang sama juga merebut kampiun ketika mengikuti kontes internasional di Indianapolis, Amerika Serikat. Itu bukti tak terbantahkan,

Lima kategori Unggulan

serit cupang
Bentangan ekor membentuk sudut 180′

Aturan penjurian baru diterapkan ketika kontes di Yogya Ornamental Fish II pada Januari 2018. Dalam sistem itu jantan dan betina dikelompokkan dalam kelas berbeda. Untuk halfmoon jantan ada 5 kategori. Pertama warna gelap solid non-iridescent yang terdiri atas 4 kelas: merah STM, merah DTM, hitam STM, hitam DTM.

STM pemendekan dari Single Tail Male; DTM, Double Tail Male. Kategori kedua adalah wama gelap solid iridescent terdiri atas 4 kelas: abu-abu, biru STM, hijau STM, dan hijau DTM. Berikutnya kategori wama terang solid yang meliputi kelas kuning bersih STM, pastel STM, putih opaque STM, dan terang/solid STM. 

Kategori ke-4 wama kombinasi terdiri atas gelap kombinasi STM, terang kombinasi STM, dan terang/gelap kombinasi DTM. Kategori terakhir untuk jantan halfmoon adalah warna corak meliputi 4 kelas: butterfly STM, multicolor STM, marble/blantong STM, butterfly, multicolor DTM, marble/ blantong DTM

Adu molek betina halfmoon juga dibagi dalam 5 kategori. Pertama wama gelap solid non-iridescent terdiri atas 4 kelas: merah STF, merah/hitam DTM, hitam STF, dan biru/abu-abu/hijau DTF. Kategori warna gelap solid iridescent meliputi abu-abu STF, biru STF, dan hijau STF. Kategori wama terang solid terdiri atas kuning bersih STF, pastel STF, putih opaque STF, dan kuning/pastel/putih opaque DTF.

Kategori ke-4 adalah wama kombinasi terdiri atas 3 kelas: gelap kombinasi STF, terang kombinasi STF, dan terang/gelap kombinasi DTF. Terakhir kategori wama corak meliputi 4 kelas: butterfly STF, multicolor STF, marble/blantong STF, serta butterfly, multicolor, marble/blantong DTF. 

Sedangkan STF singkatan dari Single Tail Female; DTF, Double Tail Female. Masing-masing ikan diuji berdasarkan kriteria sirip dengan poin 60%, wama 20%, struktur tubuh 10%, postur 10%.

Sirip dorsal

Untuk jenis single tail, sirip dorsal hams penuh atau lengkap dengan dasar lebar. Sirip dorsal dan percabangannya terdiri atas banyak serat tulang sehingga lebih kuat dan menarik saat sirip mengembang. 

Dorsal harus tinggi dan lurus atau tak terlipat sepanjang sisi sirip. Pada cupang double tails, sirip dorsal kira-kira dua kali dari lebar sirip dorsal single tail. Dorsal seharusnya tinggi dan tidak boleh bengkok atau keriting sepanjang sisi sirip. Ini seharusnya menjadi cermin gambaran dari sirip anal.

Utuhnya sirip ekor hal mutlak. Sisi ekor bagian atas dan bawah membentuk sudut 90° dengan pangkal ekor. Bentangannya membentuk sudut 180° atau setengah lingkaran. 

Sisi ekor bagian atas dan bawah hams tegak lurus tidak boleh bengkok. Itu dapat dicapai jika serat tulang dan percabangannya minimal 8 buah.

Cupang dengan bentangan kurang dari 180° jelas bukan tipe halfmoon. Walau bentangan 180° tetapi sudut sisinya berbentuk kurva bukan tipe halfmoon ideal. Ikan dengan bentangan sudut sirip ekor kurang dri 60° tidak layak dinilai dalam penjurian

Kedua sirip ekor double tail haras utuh, simetris, dan saling menutupi. Jika memungkinkan celah antara kedua sirip ekornya harus dalam dan dekat dengan pangkal ekornya. Bentangan ke dua ekornya juga harus membentuk sudut 180° seperti pada halffnoon single tail. Jumlah serat tulang sangat membantu untuk mencapai kondisi itu.

Serit tulang perkokoh tubuh

 

Sirip anal

Sirip anal harus utuh dan lebar dengan jumlah serat tulang banyak. Bentuk yang menyapu dari siripnya menandakan keutuhan dan sangat menarik. Sirip anal harus lebar dan menutup dengan sirip ekor. Serat tulang mesti lurus pada sirip ini. 

Posisi sirip anal sejajar dengan tubuhnya, tidak lebih panjang daripada sudut bawah sirip ekor. Patokan itu juga berlaku dalam penilaian double tail.

Jumlah sirip ventral atau dasi sepasang, utuh, dan sama panjang atau lebih daripada sirip anal. Ketentuan lain harus lurus, tidak bengkok, atau keriting. Bila sirip ventral cuma satu bakal didiskualifikasi. 

Ketentuan itu berlaku untuk cupang double tail. Ini aturan yang berlaku untuk cupang double tail dan single tail. Sirip pektoral atau sirip insang mesti sepasang dan utuh. Warna sirip sama dengan warna ikan, tetapi tidak mutlak. 

Cupang tanpa sirip atau hanya ada sebuah didiskualifikasi. Sirip insang harus berfungsi dengan baik, tidak rusak.

Warna

Ketentuan soal warna berlaku untuk cupang single tail dan double tail baik jantan maupun betina.

Warna gelap solid non-iridescent Warna merahnya harus pekat, tanpa warna lain pada tubuh dan sirip. Jika terdapat iridescent bercak warna lain seperti garis hitam di tepi sirip tidak dapat dibenarkan dan kesalahan warna pada ikan merah solid. 

Warna hitam pekat lebih disukai atau dari karakter abu-abu tua. Harus tanpa iridescent di tubuh dan sirip.

Warna gelap golid iridescent

Karakter warna dipenuhi dengan iridescent dekat atau di kepalanya yang biasanya berwarna hitam. Semua ikan pada kategori ini harus mempunyai iridescent sebanyak mungkin kalau mungkin sampai di kepalanya.

Warna biru harus pekat jika memungkinkan. Beberapa ikan bahkan bisa berwarna keunguan. Tidak boleh ada warna merah di tubuh dan sirip. Adanya bercak warna merah akan mengurangi penilaian.

Abu-abu boleh dari biru muda sampai dengan abu-abu tua. Semakin pekat intensitas warna memberi nilai lebih. Tidak boleh ada bercak merah di tubuh dan sirip-siripnya.

Kisaran warna hijau dari turquoise sampai hijau tua. Semakin mendekati hijau tua lebih baik. Bercak warna merah di tubuh dan sirip-siripnya terlarang dan merupakan kesalahan pada warna sehingga mengurangi penilaian.

Warna terang solid

Pada kelas warna kuning/bersih, warna cellophane harus benar-benar bersih tanpa bercak warna lain di tubuh dan sirip-siripnya. Bila pembuluh darah ikan-ikan warna ini terlihat, tidak termasuk kesalahan karena disebabkan oleh pigmentasi. 

Kuning yang baik adalah kuning yang pekat dan kuning tua. Bercak warna merah merupakan kesalahan dan mengurangi penilaian.

Variasi warna pastel, antara lain abu-abu, biru, dan hijau pastel. Apa pun variasi warnanya, harus lembut dan bercorak seragam di tubuh maupun sirip-siripnya. Warna cerah lebih disukai. Harus tanpa bercak merah di tubuh ikan dan sirip-siripnya.

Warna opaque harus lembut. Khusus putih opaque mesti merata atau seragam di seluruh tubuh dan sirip. Warna bening atau transparan serta bercak merah dan hitam di tubuh dan sirip-siripnya dilarang. Adanya warna warna itu menyebabkan kesalahan warna pada ikan berwarna putih opaque.

Warna kombinasi

Warna kombinasi gelap harus rapi dan bersih. Wama seragam di tubuh dan sirip. Semua wama kombinasi di perkenankan sebatas wama tubuhnya gelap

Wama kombinasi terang hams rapi dan bersih, separasi wama di tubuh dan sirip-siripnya. Wama hams seragam dan tubuh ikan dan sirip-siripnya. Warna bocor merupakan kesalahan warna. Semua wama kombinasi di perkenankan sebatas wama tubuhnya terang.

Warna corak

Pada kelas butterfly wama tubuh dan sebagian sirip dekat tubuh hams sama. Sebagian sirip-siripnya berwarna putih atau bening atau transparan. Corak antarsirip hams seragam. Wama putih atau bening harus benar benar bersih tanpa bercak wama lain. Wama bocor dan bercak wama tidak diperkenankan.

Semua wama dapat diterima di kelas multocolor asal terdapat minimal 3 wama pada tubuh ikan. Sedangkan untuk kelas marble alias blantong idealnya bercorak seragam pada tubuh ikan dan sirip. Ikan bercorak marble di sirip dan porsi marble di tubuh lebih banyak lebih menarik.

Bentuk tubuh

Cupang hias ideal berbentuk oval ramping. Panjang semua sirip hampir sama seperti bentuk lingkaran. Antara sirip-siripnya tidak boleh ngeplak alias ada cela. Ikan hams mampu memamerkan siripnya agar dinilai secara tepat. Tubuh dan sirip harus seimbang. 

Sirip tidak terlalu besar supaya dapat ditopang oleh tubuhnya. Tubuh juga tidak terlalu besar dibandingkan dengan siripnya, seperti pada jenis plakat. Panjang tubuh minimum 1’/. inci untuk betina dan 1V, inci untuk jantan.

Penampilan

Cupang harus lincah atau agresif ketika pembatas akuarium dibuka. Sirip-siripnya mengembang sempurna. Ikan terbaik adalah yang menjaga konfigurasi halffnoon dalam jangka panjang.

Setiap jawara pertama di setiap kategori berhak tampil untuk memperebutkan gelar Best of Show (BOS). Pemenang kedua dalam perebutan itu dengan sendirinya meraih Reserve Best of Show.

Rabu, 03 Juli 2019

no image

Guppy Ribbon Silangan Hasil Pembiakan Oleh Hobiis Lokal

Guppy digemari oleh hobiis lantaran corak tubuh dan ekor yang indah. Kini hadir guppy baru. Selain tubuh nan molek, ia juga berpita panjang yang menjuntai di antara sirip perut dan sirip ekor

Keindahan Poecilia reticulata tipe ribbon telah lama diketahui penggemarnya. Ia muncul bersamaan dengan fancy guppy. Yang disebut terakhir, varietas hasil silangan anggota keluarga Poecillidae liar. Bentuk ribbon pun jauh berbeda dengan nenek moyangnya di Venezuela, Barbados, dan Thailand.

Menurut Bambang Eka Perkasa, praktisi ikan hias di Pasarminggu, Jakarta Selatan, tipe ribbon dicirikan oleh tambahan sirip di bagian bawah tubuh. Letaknya di antara sirip perut alias anal fin dan sirip ekor alias caudal. Kualitas si genit berpita itu ditentukan oleh panjang dan jumlah pita. Semakin panjang dan banyak, maka semakin berkualitas. Biasanya pita itu beijumlah 2 atau 3 buah.

Penamaan ribbon pun bervariasi, tergantung warna, kekilapan, corak, dan bentuk ekor. Variasi itu semakin bertambah karena para penangkar di dalam dan luar negeri rajin melakukan penyilangan. Berikut guppy-guppy teranyar hasil tangkaran Ir Gunawan Parama Bhakti, Toga, dan Hendra Suprapto.

Yellow neon tuxedo ribbon

Tiga pita panjang di bagian bawah tubuh menjadi ciri utama. Warna kuning dominan di bagian tubuh depan sampai ke kepala dan muka. Pada bagian punggung dan sirip atas terlihat warna putih perak mengkilap. Separuh tubuh dari batas perut hingga pangkal ekor berwarna kehitaman. Ekor biru tipis hampir transparan. Turunan guppy asal Singapura itu termasuk dalam kelompok fan tail.

Yellow Tuxedo Ribbon Guppy
Guppy Yellow neon tuxedo ribbon

Yellow platinum mozaik albino ribbon

Fancy guppy ini hasil silangan Poecilia reticulata lokal yang ditangkarkan di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Ekor pola batik dengan garis tebal dan merata. Seluruh tubuh mengkilap seperti platina. Rumbai pita sangat panjang—sampai melewati bagian luar ekor. Ciri albino terlihat dari mata yang merah. Si albino masih langka dan rawan terserang penyakit.

Yellow platinum mozaik albino ribbon
Yellow platinum mozaik albino ribbon

Red neon tuxedo ribbon

Separuh tubuh belakang hingga pangkal ekor kehitaman. Ekor dengan sirip atas berwarna merah. Sirip atas panjang dan lebar. Bagian punggung terlihat mengkilap seperti neon. Rumbai-rumbai pita berukuran sedang. Tipe ini termasuk delta tail.

Red neon tuxedo ribbon
Red neon tuxedo ribbon

Green king cobra ribbon

Corak batik—mulai ekor sampai tubuh—tampak mendominasi kerabat ikan seribu ini. Pola itu terdiri dari hitam, putih, dan hijau tipis yang tebal dan merataTTola hitam juga terlihat di sirip atas dan pita. Warna hijau tipis menyelimuti tubuhnya. Pita yang terjuntai di bagian bawah tubuh sangat panjang, bisa melewati ujung ekor. Si loreng ini termasuk delta tail.

Green king cobra ribbon

Dragon head ribbon

Separuh tubuh hingga pangkal ekor menghitam. Ciri mozaik terlihat di ekor dengan pola batik kuning bertotol hitam. Hal serupa juga tampak pada sirip atas yang panjang dan lebar. Pita di bagian bawah tubuh panjang dan agak lebar. Tangkaran Hendra ini termasuk fan tail.

Dragon head ribbon

Purple cobra ribbon

Kemunculan warna purple termasuk baru bagi Poecilia reticulata. Sirip atas terlihat khas karena runcing dan panjang sampai menyentuh ekor, sepintas mirip hiu. Rumbai pita sangat panjang hingga menyentuh sebagian ekor. Ekor bercorak lurik bergaris halus dan lebih rapat. Warna kuning terlihat membujur di sekitar ekor bagian pangkal. Ia termasuk delta tail.

Purple cobra ribbon

Green cobra ribbon

Ekor bercorak lurik dengan garis-garis halus. Pola itu bertambah indah dengan paduan warna hitam, kuning, jingga, dan hijau tipis. Pada tubuhnya tampak garis-garis hijau dominan. Totol hitam tipis juga ditemui di sirip atas, tapi pita bawahnya transparan. Pada bagian belakang dan pangkal ekor terlihat lingkaran hijau. Ia tergolong fan tail.

Green cobra ribbon

Jumat, 14 Juni 2019

no image

Mengintip Keseharian Para Pehoiis Guppy

Di Surabaya, setiap pagi sampai sore Handoko Basuki sibuk melototi angka-angka penjualan boks dari perusahaan karton miliknya. Nun di Bogor, setiap hari Andree Gunawan mengelola sebuah situs ekspor dan impor di dunia maya. Namun saat malam tiba, keduanya mempunyai satu kegiatan serupa: menyipon menyedot kotoran dari dalam akuarium guppy.

Demi berbagi cinta dengan guppy, Handoko rela menghabiskan malam yang dingin dengan menyipon 50 akuarium berukuran 60 cm x 60 cmx 30 cm yang dipadati ratusan guppy. Bila air akuarium itu berkurang, Handoko segera menambahkan sepertiga air baru. Namun, air itu biasanya ditambahkan setiap 3 hari sekali.

Di luar itu, Handoko lebih banyak menikmati millionfish yang berenang hilir-mudik itu sambil memberi pakan. “Melihat mereka makan dan berenang lincah bisa membuang stres,” ujar ayah 2 putra itu yang menyudahi kencan sekitar pukul 21.00.

Handoko mulai gemar memelihara guppy sejak akhir 2005. Itu dipicu oleh corak unik ekor guppy. “Tampilannya jauh berbeda dengan ikan kecil lain,” kata pemilik PT Supracor Sejahtera di Surabaya itu. Yang pertama dikoleksi jenis german red karena memiliki corak tubuh merah tegas. Setelah itu mengalir berturut-turut lebih dari 20 jenis lain seperti king kobra, blue moscow, black moscow, superwhite, platinum, blue ribbon, red ribbon, dan tuxedo.

Guppy Kualitas Import

Untuk dapat semua koleksi itu, Handoko berburu ke peternak dan hobiis di Jakarta dan Surabaya. Setiap jenis yang belum dimiliki akan dikejar meski harga yang harus ditebus mencapai jutaan rupiah. Bila tak sempat berkunjung, transaksi dilakukan via telepon seluler. “Ada kenikmatan bisa mendapat jenis baru yang diincar,” ujarnya.

Tak puas dengan berburu Poecillia reticulata di tanahair, pria bertubuh tambun itu mencari sampai negeri tetangga, Singapura. Singapura bagi Handoko misalnya sudah menjadi barometer mencari guppy berkualitas.

Bahkan dalam setahun ia sampai datang 4 kali ke negeri Singa itu. Setiap kali ke sana minimal 4 farm di Payalayar didatangi. Pulang ke tanahair pun tidak pernah dengan tangan kosong. “Minimal pasti membawa 10 pasang guppy seperti superwhite, tuxedo, dan blue moscow,” katanya.

Menurut Handoko belakangan kualitas kualitas guppy di tanah air justru merosot. “Hobiis masih mengira guppy mudah diternak sehingga tidak memikirkan cara menjaga kualitas,” ungkap pria 45 tahun itu.

Gara-gara itu Handoko pernah terperosok. Pada pertengahan 2018 ia telanjur membeli puluhan induk beragam jenis seperti white platinum, blue tuxedo, dan red grass dari peternak di Jakarta. Lantaran bloodline tidak jelas, saat diternak kualitas anakan jelek. “Pada silangan ketiga hampir 100% ukuran tubuhnya mengecil dan ekornya kuncup,” ujar alumnus Pemasaran University of California di Sacramento, Amerika Serikat itu.

Hal itu mendorong Handoko membuang semua guppy ke kolam di dekat pabrik kartonnya sekitar 3 bulan lalu. Harap mahfum, bila terus dipertahankan kehadirannya dapat merusak jenis lain yang memiliki bloodline murni.

Namun, bencana itu urung membuat Handoko mundur. “Saya kini sedang mencari indukan dengan strain jelas dan berkualitas,” ungkapnya optimis. Rp 150.000/pasang itu menuai juara pada lomba di Jakarta Pusat. “Meski hanya juara ketiga tapi bangga sekali,” ujar Andree. Kemenangan itu mendorongnya mencari guppy untuk kontes.

Sepasang tuxedo yang dibeli belakangan berhasil pula merebut juara pada kontes Piala Menteri Keuangan di Raiser, Cibinong, Bogor, Februari 2018. Demikian pula platinum pastel yang unjuk gigi pada pertengahan 2018 di lomba di Manggadua, Jakarta Utara. Platinum pastel yang saat itu termasuk jenis langka dinobatkan juri sebagai grand champion. “Guppy lain yang dibawa seperti tuxedo juga turut menjadi juara,” katanya bangga.

Kini total jenderal ratusan guppy dari 22 jenis seperti fullred, blue grass, dan blue tuxedo, menghiasi rumah alumnus Teknologi Produksi Ternak IPB di bilangan Batu Tulis, Bogor. Tak hanya mengkoleksi, Andree sudah berhasil memijahkan.

Sebagai tempat pijah, ia mengandalkan akuarium berukuran 60 cm x 30 cm x 30 cm yang di isi sekitar 200 ekor ikan. Yang sedikit berbeda Andree tidak memakai aerator untuk memelihara guppy. “Kalau kondisinya prima guppy tidak perlu tambahan oksigen terlarut,” katanya.

Seperti Handoko, anggapan ikan murah pada guppy mengusik hati Andree. “Guppy berkualitas itu harganya pasti mahal,”

Moscow blue

Juara kontes

Lain lagi Andree Gunawan di Bogor. Kegemaraan mengikuti kontes ikan hias membuatnya jatuh hati pada guppy. Maklum dari 3 pasang yellow cobra yang dibeli dari peternak di Jakarta seharga ungkapnya. Lihat saja saat Andree mengimpor blue tuxedo, blue moscow, fullred, silver grass, dan blue grass dari negeri Gajah Putih. Untuk guppy-guppy kualitas super itu Andree perlu merogoh kocek Rpl-juta—Rpl,5-juta per pasang. Contohnya fullred ukuran 3,5 cm yang dibeli seharga Rpl-juta/pasang. “Sekali pesan ikan dapat keluar uang sampai Rp 10-juta,” katanya.

Menurut Andree selain kualitas ikan, pakan turut andil membuat penampilan guppynya molek. “Terlalu banyak cacing sutera membuat tubuh ikan lebih besar daripada ekor,” katanya. Bila terjadi itu, dipastikan guppy tidak layak kontes. Sebab itu pula Andree ketat dalam memberi jenis pakan. Burayak diberi artemia. Seminggu kemudian pakan itu diganti kutu air beku dan diselingi cacing sutera. Untuk ikan dewasa, bloodworm pilihan pas. “Bloodworm membuat tubuh guppy berkembang proporsional,” tambahnya.

Velvet Guppy

Bukan tanpa kendala Andree memelihara guppy. Pada pertengahan 2018 puluhan guppy mati terserang virus. “Seperti velvet, tapi sirip atasnya masih mengembang,” kenangnya. Bila dihitung-hitung, Andree sudah rugi hingga belasan juta rupiah. “Yang selamat sedikit dan dikarantina dalam akuarium beraerator guna menambah oksigen terlarut. Selain itu diberi blitzitch untuk mencegah cendawan,” katanya.

Musibah lain sempat datang pada waktu bersamaan. Saat itu fullblack mati saat akan dipijahkan. “Kemungkinan jenis itu sulit beradaptasi karena tidak ada tanda-tanda terserang whitespot dan virus,” ujar pemilik Fantasy Aquatic itu. Gara-gara musibah itu sampai saat ini Andree hanya mengoleksi 2 pejantan fullblack tanpa betina.

Meski musibah itu datang silih berganti bukan berarti Andree menyerah. “Tak ada kamus mundur untuk memelihara guppy,” ujar pria kelahiran Bogor, 26 tahun lalu. Itu pula yang mendorong Handoko sulit berpaling dari guppy. Bagi mereka, guppy sudah menjadi senandung lagu favorit

no image

Guppy Terbaik Dari Negeri Thailand

Isi akuarium berukuran 1 m x0,5 m x 0,5 m itu lumayan sesak. Selain beberapa induk blue moskow, superred, bluegrass, dan yellow cobra, burayak dari keempat jenis itu memadati akuarium. Namun di balik kehadiran sekitar 50 millionfish itu terselip sepasang guppy bercorak pink. Dialah guppy langka dari negeri Siam.

Guppy corak pink yang tenar disebut pink mozaik itu termasuk jenis langka. Keindahannya memang luar biasa. Di balik warna tubuh yang total pink metalik, pada ekornya terdapat hiasan totol-totol hitam. Tampak kontras. “Jenis ini belum banyak yang punya di tanah air,” ujar Andree Gunawan, hobiis di Bogor.

Menurut Andree, hasil silangan penangkar di Thailand itu diperoleh pada pertengahan Mei 2007 setelah menitipkan pada kolega yang bertugas ke sana. Untuk sepasang Poecilia reticulata cantik itu alumnus Fakultas Peternakan IPB perlu merogoh kocek Rp 1-juta. “Saat pesan lagi 4 bulan kemudian, penangkarnya sudah tidak punya hibrida itu lagi,” kata pemilik Fantasy Aquatic itu yang sedang mencoba menangkarkan pink mozaik itu.

Poecilia reticulata
Guppy Pink mozaik
Panjang tubuh : 3,5—4 cm Asal    :    Thailand
Keistimewaan : Tubuh mengkilap
merah muda. Ekor totol-totol hitam. Mata merah.

Warna merah

Pink mozaik hanya salah satu dari guppy jenis baru andalan Andree. Jenis lainnya adalah metal albino, superred, sunset, dan fullred. Seluruhnya berwarna merah. “Pasar memang menghendaki warna terang seperti merah,” ujar peternak yang kini tengah memurnikan darah metal albino itu.

Yang juga memasukkan jenis baru adalah Joty Atmajaya di Sunter, Jakarta Utara. Ketua Indo Guppy Club itu memasukkan metalik king cobra, blue king cobra ribbon, dan fullred dari Singapura. Jenis ribbon— memiliki pita tipis panjang di perut—kini malah dipacu produksinya. “Harganya hampir 2 kali lipat dibanding normal karena ikan itu terlihat eksklusif,” ujarnya. Contoh blue king cobra ribbon yang dihargai Rp200.000—Rp300.000 per pasang; normal Rp 100.000—Rp200.000 per pasang.

Jenis-jenis albino alias mata merah pun tetap menjadi favorit. “Jenis ini banyak diburu karena penampilannya elegan,” ujar Suryo Subroto, hobiis di Bekasi. Fullred albino ribbon misalnya mencapai harga Rp500.000 per pasang. Sayang, hibrida itu bersifat resesif sehingga tidak mampu menelorkan anakan dengan tubuh kuat. “Burayak yang dihasilkan mayoritas pasti mati,” ujar Joty. Mungkin itu pula yang membuat harganya tinggi.

Blue king cobra ribbon
Panjang tubuh : 4 cm
Asal    :    Thailand
Keistimewaan : Corak tubuh kombinasi putih-hitam-biru merata dari kepala hingga ekor. Totol hitam di bagian perut. Sirip lebar dengan corak totol hitam. Mata hitam.

Nun di Yogyakarta, Agung Saputra ikut pula mendatangkan 3 strain baru dari Thailand: black cobra black tail high dorsal, orange metal cobra swallow tail ribbon, dan fullred swallow tail ribbon. Istimewanya, fancy guppy itu memiliki tubuh bongsor. Bila dihitung dari ujung kepala sampai ekor panjangnya mencapai 6 cm. “Strain ini penemuan penangkar di Jepang,” kata Agung yang menjual rata-rata seharga Rp 1-juta per pasang.

Tak melulu jenis-jenis hibrida impor baru. Pilihan mendatangkan jenis lama seperti black moskow ribbon, platinum albino, red mozaik albino, tetap berjalan. “Guppy-guppy ini untuk memperkuat strain, sekaligus dipakai untuk indukan mendapat jenis baru,” kata Suryo.

Nah, agar guppy-guppy baru itu awet dipelihara dan warnanya tetap mencorong, kesehatan ikan mutlak dijaga. “Paling tidak air perlu diberi sedikit garam,” kata Suryo. Dosisnya 100 g per 100 1 air. “Cara itu sudah cukup membuat jenis baru berumur panjang,” tambahnya. Maklum saja dengan harga mahal tentunya kenikmatan yang direguk harus lebih lama.