Padi Transgenik Rojolele Tahan Hama Penggerek batang

Perut Tryporyza intertulas mendadak berlubang dan ia pun langsung terkapar. Sepuluh menit lalu penggerek batang itu mengisap pakan kegemarannya, padi. Sayang ia salah sasaran. Yang disantapnya padi rojolele yang mengandung Bacillus thuringiensis. Itulah tanaman transgenik keluaran Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Di tengah-tengah suara pro-kontra kehadiran teknologi transgenik, Inez Hortense Slamet-Loedin justru tekun meneliti padi rekayasa genetika. Ia bersama timnya mengembangkan tanaman padi tahan hama penggerek batang.

Lanjutkan membaca

Padi Fatmawati, Varietas Padi Tahan Penyakit Dan Hama

Ibunda Presiden Megawati Soekarnoputri, Fatmawati, diabadikan namanya untuk padi baru. Malainya panjang terdiri atas 300 butir. Salah satu keistimewaan padi fatmawati adalah tingginya produktivitas, mencapai 9 —10 ton per hektar. Artinya 2 kali lipat dari rata-rata produktivitas padi nasional.

Di kalangan pekebun, padi fatmawati menjadi harapan baru. Mudjiono, pekebun asal Bantul, Yogyakarta, misalnya, menuai 9 ton dari lahan 1 hektar yang tersebar di 3 lokasi. Di Singosari, Malang, pekebun binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur memanen 9,2 ton/ha gabah kering giling.

Lanjutkan membaca

Meningkatkan Kualitas Dan Produksi Padi Dengan System of Rice Intensification

Cara Aep Saepudin bertanam padi memang tak lazim. Petani di Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Tasikmalaya, itu menggunakan bibit umur 7 hari. Padahal, biasanya petani lain menanam bibit umur 25 hari. Jarak tanamnya pun longgar, 40 cm x 30 cm; lazimnya,20 cm x 20 cm. Sudah begitu ia tak menggenangi sawahnya.

Keruan saja petani-petani lain di daerahnya menganggap aneh.Meski berkali-kali menyampaikan bahwa cara baru itu mendongkrak produksi, tak satu pun rekan-rekannya percaya. Mereka baru percaya setelah 100 hari kemudian Aep menuai padi.

Lanjutkan membaca