Cara Walet cepat bersarang Menggunakan Menara Air

Pemilik rumah walet di pantai utara Jawa waswas. Tambang emas itu terancam akibat produksi melorot tajam hingga 60%. “Iklim rusak akibat hutan terus dijarah,” ujar Ir Rosich Amsyari, peternak di Surabaya yang juga mengalami nasib serupa. Dengan mendirikan “menara” air yang sederhana, kecemasan itu tak berkepanjangan.

Penurunan produksi mencapai 60% jelas sangat mengkhawatirkan. Jika sebuah sarang walet biasa menghasilkan 5 kg sarang, pemilik hanya dapat memetik 2 kg setelah terjadinya penurunan itu.

Lanjutkan membaca

Pancingan Walet Dengan Lampu 5 Watt

Selama 3 tahun—dari 1999 sampai 2002— hanya lantai paling atas resting room yang ditinggali walet. Kondisi lantai teratas memang berbeda daripada lantai lain. Di sana cahaya matahari yang masuk melalui lubang keluar-masuk burung—berukuran 1 m x 1 m—cukup membuat ruangan lebih terang. Karena terang, walet mudah menyusuri ruangan itu. Lantai lain gelap gulita. “Sebenarnya antarlantai diberi void berdiameter 30 cm yang dibuat lurus dari lantai 4 sampai lantai dasar, cukup menerangi ruangan di masing-masing lantai,” ujar Halim,

Lanjutkan membaca

Tweeter Walet Terbaik Untuk Rumah Walet

Tweeter menjadi benda berharga di rumah walet Kemampuannya memanggil dan memikat si liur emas menjadi kunci sukses budidaya walet. Tak heran, bila peternak walet memasang puluhan hingga ratusan tweeter.

Sekilas ia seperti speaker biasa. Kelebihannya ia bisa menghasilkan bunyi sesuai frekuensi suara walet. Ini penting lantaran indera pendengaran walet sangat peka terhadap frekuensi tinggi. “Frekuensi suara yang keluar dari tweeter mendekati cericit walet,” kata Rudy Hamitoh, praktikus walet di Sunter,Jakarta ‘Jtara.

Lanjutkan membaca

Teknik Memancing Walet Menggunakan CD Rekaman Suara Walet Birahi

Teknik memanggil walet dengan suara sebuah keniscayaan. Berbagai suara rekaman, mulai dari walet kawin, birahi atau bercumbu diperdengarkan. “Suara harus dibunyikan setiap hari. Apabila listrik mati, maka segera diganti genset atau accu. Bila tidak ada suara, walet tidak mau datang,” kata Daniel Chandra, peternak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di ketapang, Kalimantan Barat, suara rekaman itu diaktifkan sejak pukul 06.00—19.00. Volume suara ada yang keras dan sedang. Bahkan ada rumah yang memasang tweeter hingga 4 buah dengan volume sangat keras.

Lanjutkan membaca

Analisis Untung Rugi Alih Fungsi Ruko Sebagai Sarang Walet

Pukul 15.00 di kawasan Hok Tong, Jambi. Di langit nan biru tiba-tiba berkelebat ribuan walet. Mereka beterbangan di atas sebuah bangunan tua. Di situlah burung penghasil sarang mahal itu beranak-pinak hingga berkembang ke penjuru kota yang terkenal dengan Sungai Batangharinya. Potensi yang patut dilirik untuk pengembangan sentra baru.

Bangunan 2 tingkat itu berbentuk rumah adat khas Jambi. Dinding terbuat dari bilah kayu yang tersusun rapi secara vertikal. Ukiran kayu “melekat” di dinding sebagai penghias rumah.

Lanjutkan membaca

Cara Pemasangan Tweeter Walet Secara Optimal

Sudah 3 tahun rumah walet Afong di Kecamatan Siantan, Kabupatan Pontianak, Kalimantan Barat, kosong dari cericit walet. Jangankan untuk bersarang, singgah pun Collocalia fuciphaga itu tidak mau. Namun sejak rumah walet itu dipasang tweeter sistem oper bola selama 8 bulan, ada 200 sarang walet di sana.

Sulitnya si liur emas untuk bersarang di bangunan walet milik pengusaha emas itu kontras dengan lingkungan sekitarnya. Lokasi tempat bangunan itu berada kondang sebagai kompleks walet.

Lanjutkan membaca

Budidaya Walet Dengan Pancingan Sarang Kertas Karton

Setiap pukul 08.00 dengan penuh harap Ade H Yamani memasuki rumah walet. Matanya menyapu ke setiap sudut ruangan berlantai tegel abu-abu 20 cm x 20 cm. Onggokan kotoran yang didambakan belum juga terlihat—tanda walet belum mau menginap. Berbagai usaha sudah dijalani, antara lain melengkapi rumah waletnya dengan pengabut agar suhu dan kelembapan ideal tercapai, serta diputarkan cakram padat (CD) pemanggil walet.

Semula Abeng—sapaan Ade H Yamani—begitu yakin dalam tempo 1 atau 2 bulan rumah berukuran 9 m x 12 m itu dihuni walet.

Lanjutkan membaca