Budidaya Tani

Semangkuk Salad di Kebun Claket

“Kapan pulang dari Perancis? Ini oleh-olehnya? Sayuran itu memang banyak ditanam di negeri anggur itu. padahal Vincent memetik dari kebun sendiri di Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto.

Vincent menyebutnya kebun sayuran semangkuk salad. Sebab, kebun itu ditanami sayuran yang ada dalam semangkuk salad. Lahan 1 ha itu terletak 65 km selatan Surabaya. Sayuran salad menempati 4.000 m2, sisanya untuk labu hias, cherry, dan padi. Pemandangan menjadi alasan utama pengusaha suku cadang motor itu membeli tanah di sana pada Desember 2020. Dari kebun, indahnya Gunung Argopura terlihat jelas.

Dengan motto menciptakan pasar, kebun itu ditanami beragam sayuran yang belum ada di pasar Indonesia. “Pasar jenuh dengan jenis sayuran yang ada,” tuturnya. Bahkan hotel dan supermarket seperti Sogo minta dipasok rutin. Sayangnya produksi terbatas, sehingga banyak permintaan ditolak.

Padahal, harga yang ditawarkan menggiurkan, 5 kali lipat harga sayuran biasa. Itu sebabnya jika melancong ke luar negeri Vincent selalu menyempatkan berburu benih sayuran. Sekitar 25 jenis komoditas berhasil dikumpulkan. Namun, hanya 8 jenis yang dibudidayakan secara intensif, karena cocok dengan selera konsumen.

Kedelapan sayuran itulah yang lazim dimanfaatkan untuk pembuatan salad. Beberapa diantaranya adalah buncis kuning, selada keripik, tomat lonceng, dan bawang merah.

Buncis kuning

Yellow Wax Beans
Phaseolus vulgaris

Buncis yang dibawa dari Perancis ini mencolok sekali warnanya. Yang biasa dikenal, buncis berwarna hijau, tetapi Phaseolus vulgaris ini kuning. Ia cocok ditanam di dataran tinggi, 850 sampai 1.500 m dpi. Tanah yang dikehendaki gembur, remah, dan pH 5,5 sampai 6 seperti di negara asalnya.

Suhu ideal yang dibutuhkan 23 sampai 25°C, agar pembentukan polong sempurna. Jika bentuk polong kerdil interval penyiraman dikurangi dan perbanyak KNOr Cara lain, menutup permukaan tanah dengan jerami.

Sosok buncis kuning langsing; panjang 15 cm. Ia dipanen setelah berumur 60 hari. Potensi hasil mencapai 15 ton per ha. Dipanen muda pun rasanya tetap renyah dan lembut. Agar polong seragam ranting ujung harus rajin dipangkas. Buah matang ditandai lekukan kentara; kulit buah dan biji rata; dan muncul semburat kuning. Justru saat itu buah rentan serangan lalat dan kutu.

Jarak tanam 40 cm x 60 cm, 3 benih dimasukkan ke dalam sebuah lubang berkedalaman 5 cm. Jika tanah subur bisa memperoleh 6 sampai 9 kali panen. Setiap usai panen dianjurkan untuk menyemprot tanaman dengan air tanpa pestisida atau campuran larutan NPK 2 g/liter.

Selada keripik

 

Lebih renyah seperti keripik

Sepintas selada ini tampak biasa. Setelah melihat bercak merah di atas krop baru tampak keistimewaannya. Ia cocok ditanam di ketinggian di atas 1.000 m dpi bersuhu 10 sampai 20°C. Suhu tinggi membuat tanaman tumbuh memanjang dan mengeluarkan aroma kurang sedap.

Keunggulan selada ini rasa renyah mirip keripik. Begitu digigit akan terasa kresh. Sosoknya besar, diameter krop 25 cm, daun agak keriput, tebal, dan mengkilap. Wajar jika ia tahan pengangkutan jarak jauh. Rahasia tanaman tampil prima, seminggu 2 kali tanaman disiram darah sapi dan rendaman daun teh. Jika menemukan leaf miners menggerogoti daun secepat mungkin dibasmi dengan larutan biji sirsak.

Tomat lonceng

Bentuk mirip lonceng, rasa mirip gula

Sesuai namanya, bentuk tomat ini mirip lonceng. Buah berwarna kuning, ukuran mini, dan berbobot 50 sampai 60 g/buah. Di negara asalnya tomat itu dipercaya dapat membuat greng kaum adam. Bentuknya juga eksoti,” ujar Daniel Kristanto, pengelola kebun.

Ia ideal ditanam di ketinggian 850 sampai 1.000 m dpi dengan suhu 25 sampai 30°C. Walaupun menyenangi kelembaban tinggi, tapi minimal 10 jam per hari harus terkena matahari. Ia cocok ditanam di tanah berpasir dengan pH 5,5 sampai 6,5. Ketinggian tanaman mencapai 1,5 m.

Di Perancis tomat lonceng ditanam di dalam greenhouse; sedang di Indonesia di lahan terbuka. Toh, umur 55 sampai 60 hari tanaman sudah berbuah. Jumlah per dompol 10-15 buah. Pertahankan 8 buah agar ukuran optimal. Selain itu lakukan pemangkasan pada tunas muda, dengan menyisakan 50 cm.

Daniel memilih menggunakan sistem leb, lantaran lebih praktis dan efisien. Saat musim kemarau tidak perlu repot menyiram. Leb setinggi 30 cm karena kedalaman akar pendek. Setelah itu semprotkan air hingga berumur 25 hari setelah tanam (HST) untuk mencegah serangan cendawan.

Bawang merah panjang

Bentuk lonjong, tampil beda

Bawang merah yang digunakan untuk bumbu masakan biasanya bulat dan kecil. Ini beda, sosok bawang merah mirip terung. “Mengiris bawang serasa memotong sosis, lebih mudah dan praktis” ujar Vincent. Panjang umbi 18 cm dan bobot 200 g/buah. Benih dibawa dari Taiwan 6 bulan lalu.

Di antara tanaman lain perawatan bawang merah lebih merepotkan. Agar pertumbuhan maksimal, membumbun harus setiap hari. Perakaran tanaman ini dalam mencapai 10 cm. Jika musim hujan rawan terserang cendawan. Pencegahannya, seminggu 2 kali diberi larutan dolomit dosis 50 g/liter air dengan belerang dosis 10 g/liter. Bawang merah panjang dapat dipanen setelah berumur 85 hst.

Pandu Dwilaksono