Si Raja Buah Dari Bulungan dan Ponorogo

durian bulungan

Durian Kaleng sudah sohor sejak Dr Lutfi Bansir SP MP kecil. Namun, baru sekarang pria berusia 43 tahun itu menikmati kelezatannya. “Daging buahnya lembut dan rasanya enak,” kata Lutfi. Pantas durian berbobot 6 kg itu menjadi jawara kontes durian se-Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur.

Kontes durian yang diselenggarakan di Lapangan Agatis, Kabupaten Bulungan, itu merupakan kontes terbesar yang pernah diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. “Sebelumnya, kami juga mengadakan kontes serupa, tetapi jumlah pesertanya sedikit, kurang dari 20 durian,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Ir Achmad Ideham MSi. Pada 2012 total kontestan 32 peserta dari 10 kecamatan di Kabupaten yang beribukota di Tanjungselor itu.

durian Landak ijo, jawara kontes durian di Kabupaten Ponorogo

Landak ijo, jawara kontes durian di Kabupaten Ponorogo

Penjurian yang dilakukan sejak pukul 09.00 berlangsung sangat ketat. Setiap durian dinilai oleh lima juri yang terdiri dari Ir H Trimawarni MSi dari Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Ronald Lolang (praktisi tanaman buah dan perwakilan food estate), Ir Purwanto MM (staf ahli Gubernur Kalimantan Timur), H. M Yunus Idris (tokoh masyarakat Bulungan), dan Lutfi Bansir (peneliti di Durian Research Center Universitas Brawijaya, Malang dan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan). Penilaian terdiri dari bentuk buah, ketebalan, warna, dan rasa daging buah, dan bentuk biji.

Kriteria Penilaian Buah Yang Ketat

Penilaian selama 3 jam itu akhirnya melahirkan 6 durian terbaik. Namun, pertempuran belum selesai. Keenam durian itu kembali dinilai. “Pada tahap ini juri lebih fokus pada penilaian cita rasa buah,” kata Lutfi. Keenam kandidat dibagi dalam 2 kelompok: 3 durian bernilai 18-20 menjadi kelompok pertama, sementara 3 durian sisanya-yang bernilai 17-kelompok kedua. Dari kelompok pertama, para juri menetapkan kaleng sebagai jawara melalui proses voting dengan mengantongi 3 suara.

Kaleng berdaging buah tebal dengan persentase bagian yang bisa dimakan sebesar 25%. Artinya dari buah berbobot 6 kg itu, daging buah yang bisa dimakan sebanyak 1,5 kg. Daging buah durian milik almarhum Idris Madun asal Kecamatan Tanjung Palas Barat itu berwarna putih dan berserat halus. “Daging buahnya sangat pulen dan lembut,” ujar doktor alumnus Universitas Brawijaya itu. Rasanya? Manis, agak pahit, dan gurih.

Makanya kaleng mampu menumbangkan dua pesaing beratnya: durian berayut mentega milik M Zaki dan lukau miliki Andi Njuk. Keduanya harus puas di posisi ke-2 dan ke-3. Sama dengan kaleng, berayut mentega yang mengantongi 2 suara itu berdaging buah putih dan berserat. Hanya saja bobot buah lebih kecil, 4 kg, dengan persentase daging buah yang bisa dimakan sebesar 20%. Ukuran buah terlalu kecil menyebabkan daging buah yang bisa dikonsumsi lebih sedikit.

Proses Berlangsung Meriah

Dari kelompok kedua, para juri memutuskan durian berayut milik Manaf dan pelanduk koleksi Aliansyah sebagai juara harapan kesatu dan kedua. Berayut istimewa lantaran bobotnya besar, 6 kg. Sayang, tekstur daging buahnya kalah lembut dengan kaleng.

Kontes durian se-Kabupaten Bulungan yang berlangsung meriah itu disaksikan oleh Bupati Bulungan, Drs H Budiman Arifin MSi. Menurut Lutfi, ide penyelenggaraan kontes durian antara lain datang dari Bupati yang hobi memakan buah, salah satunya durian. Budiman pun membuktikan dukungannya dengan menyediakan hadiah bagi para pemilik juara, seperti kulkas untuk juara pertama; televisi, juara ke-2; dan sepeda, juara ke-3.

“Acara kontes juga dapat menghemat biaya eksplorasi durian,” kata Lutfi. Maklum, di arena lomba biasanya muncul jenis-jenis durian berkualitas. Jika kita sengaja mencari kaleng, misalnya, sangat sulit. Untuk menuju lokasi pohon durian berumur ratusan tahun itu dari Desa Longsam, Kecamatan Tanjung Palas Barat-berjarak 1 jam perjalanan dari ibukota Kabupaten-harus naik kapal cepat dengan mesin 40 PK menyusuri Sungai Kayan selama 4 jam.

Kembali Diadakan Di Ponorogo

Sepuluh hari sebelumnya, kontes durian juga berlangsung di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Lomba durian yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo itu diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari 3 kecamatan. Kontes sebelumnya pada 2011 yang diikuti 18 peserta melahirkan durian kanjeng sebagai yang terbaik. Durian asal Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel itu berkadar air sedang. Lapisan “lilin” yang menyelimuti daging buah membuat ia tak lengket di tangan.

Sementara kontes durian pada tahun naga air melahirkan 3 durian unggul asal Kecamatan Ngebel. Posisi jawara diraih landak Ijo milik Suryadi asal Desa Ngebel. Secara fisik dan kualitas rasa, landak ijo mirip kanjeng. Namun, persentase daging buah lebih rendah daripada kanjeng, 28%. Daging buah gampang terpisah dari biji dan rasanya puten.

Durian menhan-singkatan dari Menuk Handono-milik Handono asal Desa Wagir lor di posisi kedua berdaging buah tebal dengan tekstur seperti monthong dan berbiji kecil. Porsi daging buah yang bisa dimakan lebih besar daripada landak ijo, 30%.

Sayang, tampilan buah berbobot 3-4 kg itu kurang menarik lantaran tidak simetris. Di tempat ketiga ada durian putri kuning milik Sutrisno asal Desa Wagir lor. Durian berbobot 2,5-3 kg itu berdaging tebal, pulen dengan warna menarik, kuning. Sayang, daging buah berserat sehingga ketika dimakan akan tertinggal di gigi alias nyelip.

Persaingan antar peserta lomba di Ponorogo juga berlangsung ketat. Buktinya, penilaian oleh ketujuh juri yang berasal dari Malang, Surabaya, Madiun, dan Ponorogo itu berlangsung lama, 3 jam.

Toh itu tak menyurutkan antusiasme Bupati Ponorogo, H. Amin SH, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Harmanto, Camat Ngebel, dan masyarakat sekitar. Mereka setia menunggu hingga puncak acara, yaitu pengumuman para pemenang. Pesta para raja buah juara ditutup dengan makan durian bersama.

Halaman terakhir diperbaharui pada 2 Desember 2021

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.