0

Srikaya new varietas: Zuckerapfel Penyelamat Kebun

Share

Kebun seluas 19 ha itu bagai lapangan golf dengan deretan pohon srikaya new varietas, durian, lengkeng, dan pepaya kalifornia yang berbaris rapi.

Dr Sadikin KuswantoSH MM menanam srikaya Annona squomosa berjarak tanam 2,5 m x 2,5 m . Varietas asal Australia yang dikenal di pasaran dengan nama new varietas menjadi pilihan.

Sebab new varietas unggul; buah besar berbobot antara 500-1.000 gram per buah, daging buah padat, tidak berserat, biji sedikit hanya sekitar 10 butir per buah, dan beraroma harum. Bandingkan dengan srikaya lokal yang berukuran lebih kecil, bobot 150-200 gram, dan biji mencapai 30 butir per buah. Dengan keandalan itu pasar new varietas terbentang.

Kebun srikaya new varietas, budidaya dilakukan secara intensif dan organik

Srikaya new varietas, budidaya dilakukan secara intensif dan organik

Mula-mula Sadikin membenamkan 17,5 kg pupuk kandang per lubang tanam sebelum penanaman. Lalu bibit setinggi 100 cm ditanam. Ruang kosong di antara pohon tanaman anggota keluarga Annonaceae itu ia tutup menggunakan rumput.

Setiap minggu pekerja memangkas rumput menggunakan mesin pemotong rumput. Dengan begitu kebun selalu terlihat rapi karena, “Kebun ini tempat menghibur diri jadi harus selalu bersih,” tutur direktur utama sebuah perusahaan tambang batubara itu.

Panen rutin

Secara rutin Sadikin melakukan pemangkasan tajuk tanaman. Pemangkasan ini memperbanyak jumlah pucuk baru yang keluar membawa bunga. Selain itu pemangkasan juga memperlambat pertumbuhan tajuk ke atas sehingga tanaman tetap pendek.

Dengan demikian nantinya pekerja lebih mudah memanen buah. Isto Suwarno, penangkar bibit di Klaten, Jawa Tengah, menuturkan pemangkasan dan pemupukan tepat kunci membuahkan new varietas.

“Srikaya new varietas mudah dibuahkan, bahkan di lahan sempit atau tabulampot sekalipun,” kata Isto. Sadikin menambah pupuk kandang dengan jumlah sama setiap bulan. Pupuk dibenamkan ke dalam piringan berdiameter 1 m di bawah tajuk tanaman.

Piringan tanah sekaligus sebagai tempat penyiraman. Piringan bebas gulma sehingga air penyiraman mudah masuk ke dalam tanah dan diserap akar tanaman.

Dosen Progam Pascasarjana Manajemen Bisnis di Institut Pertanian Bogor itu membudidayakan srikaya dan tanaman buah lainnya secara organik.

Tiga bulan pasca tanam tanaman kerabat sirsak Annona muricata itu mulai belajar berbuah. Mula-mula Sadikin memanen 4-5 buah perpohon. Pada saat tanaman berumur 1 tahun pascatanam, produksi menjadi 10 buah per pohon.

“Jumlah buah lebih banyak tapi saya hanya mempertahankan buah di cabang berukuran besar, buah yang tumbuh di dahan yang kecil dibuang,” kata Sadikin.

Buah di cabang berukuran besar mendapat pasokan hara lebih banyak sehingga berukuran lebih besar. Alhasil, buah srikaya di kebun di kaki Gunung Salak itu minimal berbobot 400 gram, bahkan ada yang bobotnya mencapai 1,3 kg.

Dr Sadikin Kuswanto SH MM, panen 300-400 kg srikaya new varietas per bulan

Dr Sadikin Kuswanto SH MM, panen 300 sampai 400 kg srikaya new varietas per bulan

Sadikin memanen zuckerapfel-nama di Jerman-setiap 10 hari. Total jenderal dari 3.000 tanaman Sadikin menuai 300-400 kg srikaya per bulan. Produktivitas bakal kian menjulang seiring bertambahnya umur tanaman.

Hasil panen itu sudah ditunggu pasar modern di Jakarta yang membanderol buah nona itu Rp.90.000-Rp 110.000 per kg. “Dalam dua hari pasokan biasanya langsung habis,” kata Sadikin. Pantas jika pria berkacamata itu berencana memperluas penanaman menjadi 5.000 pohon dalam waktu dekat ini.

Tanaman sela

Pascapanen, pekerja memangkas daun-daun tua dan ujung ranting supaya tunas baru cepat tumbuh dan tajuk terlihat rapi. Tiga minggu setelah pemangkasan muncul tunas baru yang dalam sebulan berdaun lebat. Bunga muncul 2 bulan kemudian dan berubah menjadi buah dalam 1 bulan.

Isto menyarankan pemberian 15-20 kg pupuk kandang per pohon dengan frekuensi tiga kali setahun. Selain itu pupuk tanaman dengan 5 sendok makan NPK yang dilarutkan dalam 20 liter air sebanyak lima kali dalam setahun. Perlakuan pemupukan intensif mendongkrak produktivitas tanaman.

Di kebun berlokasi di lereng Gunung Salak, Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu Sadikin juga menanam durian monthong, durian matahari, lengkeng itoh, dan pepaya kalifornia. Durian tanaman buah pertama yang Sadikin tanam.

Sayang, pertumbuhannya durian di kebun berketinggian 540 meter di atas permukaan laut (m dpi) itu tidak optimal dan tanaman kerap gagal berbuah.

Angin kencang di kebun yang terletak di lereng Gunung Salak menyebabkan bunga durian rontok. Untuk menutup biaya perawatan durian, ayah 3 anak itu menanam pepaya kalifornia dan srikaya jumbo australia alias new varietas di sela-sela durian.

Sadikin pantas sumringah justru dari tanaman sela itu ia medulang rupiah. Omzet Rp9-juta-Rp12-juta dari panen srikaya dan Rp.3,5-juta-Rp4,2-juta per bulan dari panen pepaya kalifornia menutup pengeluaran berkebun, bahkan berlebih. Nun di kaki Gunung Salak, kebun bak padang golf itu tidak hanya enak dipandang mata tapi juga mendatangkan rupiah.

Halaman terakhir diperbaharui pada 10 Desember 2021