Tanaman Hias: Dari Belanda Digantung di Indonesia

Tiang lampu di halaman Istana Merdeka pada 17 Agustus silam terlihat berbeda. Besi sepanjang 2 m tegak berdiri. Namun, tidak lagi terlihat kaku dan keras. Kehadiran 3 tanaman petit tunia, verbena, dan nephenta membuatnya terkesan manis dan indah dipandang.

Beberapa tanaman gantung dihadirkan Iin Hasim, pemilik Inkaria Nursery, untuk mempercantik lingkungan istana. Tiga jenis tanaman dengan kombinasi berbeda digantung di ke-3 ujung tiang. Kehadiran mereka membuat barisan lampu di istana terlihat asri.

Petit tunia, verbena, dan nephenta adalah 3 dari 5 jenis tanaman gantung teranyar koleksi Inkaria Nursery. Jenis lain adalah thousand bells dan impatient yang semuanya didatangkan dari Belanda. Alumnus Universitas Trisakti itu kepincut keindahan mereka saat mengunjungi pameran tanaman hias Floriade di Belanda.

Di ajang pameran tanaman hias terakbar itu, ia berburu tanaman yang dapat diboyong ke tanah air. Ibu 4 anak itu akhirnya membeli verbena, petit tunia, thousand bells, dan impatient. Masing-masing hanya 1 pot kecil untuk dibudidayakannya. Pemilik Inkarla Nursery itu tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkannya, cukup Rp 4.000/pot.

Di negeri Kincir Air, mereka lazim digunakan sebagai tanaman hias gantung. Namun, setelah bunga pertama layu, langsung dibuang. Biarpun berasal dari negara subtropis, Iin Hasim tidak menemukan masalah dalam budidaya.

Pakar tanaman kenamaan itu mengembangkannya dalam rumah plastik terbuka di Cibodas, Cianjur. Di Belanda tanaman gantung itu ditanam dalam greenhouse tertutup. Musim dingin menggunakan heater dan musim panas humidifier. Saat musim panas kelembapan mencapai 30 sampai 40%.

Tanaman introduksi itu ditanam dalam pot gantung besar berupa keranjang. Media tanam yang digunakan sekam bakar dan cocopeat 1:1. Bagian dalam keranjang dialasi selaginella (tanaman ceker ayam). Setelah itu media tanam dimasukkan. Sedangkan untuk pot gantung kecil dan pot benih tanpa selaginella. Penyiraman sekali sehari hingga basah (air menetes) pada pagi hari.

Iin, panggilan akrabnya, kini menjual tanaman gantung itu seharga Rp300.000/ pot besar dan Rp 150.000 untuk tanaman dalam pot kecil. Jika disewa, ia mematok harga Rp 150.000 untuk pot besar per acara. Perawatan kelima tanaman gantung itu relatif sama. Berikut kelima sosok mereka.

Contents

Verbena

Keistimewaan bunganya kecil-kecil, tapi amat banyak. Selama ini ia dimanfaatkan sebagai ground cover. Perbanyakan menggunakan biji dari bunga yang kering. Perbanyakan dengan setek, persentase tumbuh sangat kecil. Setelah 2 minggu benih disemai langsung dipindahkan ke dalam pot.

Verbena, punya mata
Verbena

Verbena lebih suka hidup di dataran tinggi dengan kelembapan 90%. Di dataran rendah pun sebetulnya tetap bisa berbunga. Bunga akan muncul setelah 3 bulan. Ada dua warna, merah dan ungu. Di bagian tengah bunga berwarna putih dengan 1 titik menyerupai mata.

Petit tunia

Petit bermakna kecil. Pas dengan ukuran bunganya yang hanya 1 sampai 2 cm. Bandingkan dengan petunia yang ukuran bunganya 4 sampai 6 cm. Walau ukuran bunga lebih kecil, tetapi jumlahnya banyak. Ada ungu, merah muda, dan oranye. Lokasi penggantungan lebih baik di tempat teduh, sebab sinar inframerah dapat memudarkan warna.

Thousand bells, diperbanyak dengan stek pucuk
Thousand bells

Perbanyakan menggunakan setek pucuk. Setelah diberi Root on F atau zat perangsang, akar akan keluar dalam waktu 2 minggu. Tiga bulan kemudian, bunga tumbuh memenuhi pot. Tanaman ini lebih cocok di dataran tinggi. Penyiraman cukup 1 kali sehari. Namun, jika di dataran rendah, penyiraman 2 kali sehari agar tetap lembap.

Thousand bells

Tanaman ini termasuk hibrida petunia. Bunga lebih besar dan ruas pendek. Ia lebih cocok tumbuh di tempat berkelembapan 90%. Di dataran tinggi membuat warna bunga lebih cerah. Oleh karena itu gantung di tempat teduh untuk menghindari terik matahari dan hujan. Air hujan menyebabkan bunga rontok. Perbanyakan dengan setek pucuk yang ditancapkan di media. Dalam waktu 2 minggu sudah berakar.

Impatient

Asal pemupukan tepat, tanaman pacar air ini rajin berbunga. Seperti verbena dan petunia hibrida, pupuk pada 2 bulan pertama adalah NPK 40-20-20. Pemupukan dilakukan setiap 10 hari, sama seperti penyemprotan pestisida dan fungisida. Dalam kurun waktu itu, bakal bunga yang tumbuh dicabut. Tujuannya agar pertumbuhan daun sempurna dan berbentuk menyerupai bola.

Nephenta, lebih indah dikombinasi dengan bunga
Nephenta

Kemudian, 1 bulan sebelum dibungakan beri pupuk NPK 20-40-40 setiap 10 hari. Bunga pun akan tumbuh subur. Perbanyakan dilakukan menggunakan setek pucuk. Impatient juga lebih cocok tumbuh di dataran tinggi. Di sana bunga bertahan selama 2 minggu. Di dataran rendah, 3 hari. Lokasi penggantungan di tempat yang teduh dan lembap.

Nephenta

Berbeda dengan 4 jenis sebelumnya, nephenta adalah tanaman hias daun. Ia merambat di tanah. Perbanyakan dengan setek. Pucuk ditanam di media, 2 minggu kemudian tanaman menjulur ke bawah seperti jenggot. Bau daun menyerupai seledri. Berikan pupuk yang kaya nitrogen. Naphenta biasanya dikombinasikan dengan tanaman hias bunga di bagian atas. Penggantungan diusahakan jangan menyentuh tanah, karena nephenta dengan cepat akan merambat di tanah.

Halaman terakhir diperbaharui pada 17 Oktober 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.