Tehnik Pengendalian Penyakit Utama Tomat “Phytophthora infestans” yang Efektif dan Efisien

Tomat yang termasuk dalam famili Solanaceae merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan hasil sama baiknya tergantung varietas yang dipilih.

Secara garis besar, tanaman tomat dapat dibagi menjadi dua berdasarkan sifat pertumbuhannya yaitu determinate (pertumbuhan terbatas) dan indeterminate (pertumbuhan memanjang).

Dalam pembudidayaannya, hambatan yang sering ditemui petani adalah adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri.

Jamur yang paling merugikan pada tanaman tomat adalah Phytophthora infestans yang menyebabkan penyakit busuk daun dan sering kali dapat juga menyerang buah. Sedangkan bakteri yang menjadi “momok” petani tomat adalah Pseudomonas solanacea yang menyebabkan penyakit layu.

Penyakit busuk daun Phytophthora infestans dapat menyerang semua stadia pertumbuhan tanaman tomat sehingga perlindungannya harus dimulai sejak pindah tanam.

Jamur ini sebenarnya bersifat parasit obligat yaitu hanya dapat hidup pada jaringan yang hidup, tetapi karena sangat variatifnya pola tanam dan banyaknya inang alternatif, menyebabkan jamur Phytophthora infestans sangat sulit dikendalikan secara tuntas dan akan selalu mengancam tanaman tomat petani.

Kebiasaan petani menyemprot pestisida secara serampangan menyebabkan timbulnya strain baru dari Phytophthora infestans yang ditunjukkan adanya kekebalan jamur Phytophthora infestans terhadap fungisida tertentu atau dosis efektif, fungisida tertentu dapat mencapai dua kali dari dosis anjuran.

Untuk menghindari kondisi yang lebih parah, tindakan-tindakan yang dapat dilakukan antara lain memperbaiki kebiasan petani dalam penggunaan pestisida dan mengganti fungisida yang biasa dipakai dengan fungisida yang berbeda bahan aktif dan cara kerjanya (mode of action).

Fungisida yang dapat dianjurkan sebagai alternatif untuk mengendalikan jamur Phytophthora infestans pada tomat adalah :

  1. fungisida protektan Kocide 54WDG yang bersifat racun kontak dan berbahan aktif tembaga hidroksida (Cu(OH)2) 54 %. Meskipun sama sama bersifat racun kontak dengan fungisida berbahan aktif Mankozeb, Maneb atau Propineb, Kocide 54WDG mempunyai cara kerja dan efektifitas yang berbeda dalam mengendalikan penyakit jamur.
  2. Fungisida sistemik Starmyl 25wp yang dalam mengendalikan jamur Phytophthora infestans dapat mematikan langsung jamur yang terkena semprotannya atau mematikan jamur yang menginfeksi tanaman (lewat dalam jaringan tanaman) sehingga jamur yang tidak dapat dikendalikan oleh fungisida protektan yang bersifat racun kontak, masih dapat dikendalikan oleh Starmyl 25wp ini.

Mengingat Starmyl 25wp ini adalah fungisida sistemik, dalam pemakaiannya sebaiknya digunakan pada tiga massa kritis perkembangan tanaman tomat, yaitu saat pertumbuhan awal, saat pembungaan dan saat pembesaran buah atau pada saat terjadi serangan penyakit.

Fungisida Kocide 54WDG dan Starmyl 25wp dalam pemakaiannya dapat dipakai secara bergantian maupun secara bersama-sama (dicampur), karena kedua fungisida ini sudah teruji efektifitasnya dan tidak terjadi reaksi yang bersifat saling melemahkan (antagonis).

Ingin Tomat Berkualitas? Ini Benihnya

Jangan sepelekan benih tomat yang akan Anda tanam. Pecah pangkal buah sering terjadi pada varietas yang tidak tahan hujan. Layu bakteri, fusarium, dan nematoda siap menyerang tanaman rentan penyakit. Agar tomat berkualitas dan laku di pasar dengan harga tinggi, beberapa varietas ini bisa jadi pilihan.

Soluna Fl, Samina Fl, Tresna F1

Khusus dataran tinggi di atas 600 m dpi, PT Multi Benih Unggul Indonesia mengeluarkan 3 varietas tomat unggul, Soluna Fl, Samina Fl, dan Tresna Fl. Ketiga varietas tersebut dirancang tahan layu bakteri dan Fusarium oxysporum. Potensi hasil buah 3 kg/pohon dengan bobot rata-rata 100 gram/buah.

Tingkat kekerasan buah sangat baik, Tresna mencapai skore 8 (10). Sehingga, dalam transportasi jarak jauh ketiga varietas tomat itu tidak mudah rusak. Kalau selera pasar Anda tomat bentuk oval, pilih Soluna Fl; lonjong, Samina Fl; bulat, TresnaFl.

Zinac

Ingin hasil tinggi? Zinac, benih impor dari Belanda bisa jadi pilihan. Dengan sosok pohon mencapai 7 m, potensi hasil mencapai 10 kg/pohon. Jika ditanam dalam green house, hasil 7 kg/pohon. Bobot buah relatif besar 150 sampai 200 gram/ buah. Di samping daging buahnya tebal, kulit tomat zinac mengkilap. Penampilan menarik.

Karena rasanya masam, ia cocok sebagai tomat sayur. Varietas tomat dengan tipe pertumbuhan seperti resento itu dirancang tahan nematoda, layu bakteri, dan TMV. Lahan tanam terbaik dataran tinggi 500 sampai 1.000 m dpi.

Tornado 201

Tomat dengan tipe tumbuh intermediate ini berproduksi maksimal bila ditanam di dataran tinggi (di atas 700 m dpi). Perakarannya kuat, benih vigor dan produktif. Ia juga tahan penyakit phytophthora, altemaria, layu fusarium, dan bakteri. Produktivitas 4 sampai 5 kg/ tanaman.

Kalau varietas lain rentan pecah buah saat hujan, Tornado 201 relatif tahan. Cocok untuk pasar lokal, industri, pasar swalayan, dan ekspor. Daging buah tebal, keras, dan tahan diangkut jarakjauh. Umur panen 95 hst.

Halaman terakhir diperbaharui pada 22 Oktober 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.