Menentukan Waktu Yang Tepat Saat Panen Jagung Manis

jagung hibrida

Dadang Sulaeman, pekebun jagung manis di Sukaraja, Sukabumi, terhenyak ketika hasil panennya ditawar Rp250,00/kg. Padahal tetangganya yang panen pada hari yang sama mendapat harga Rp1.000,00/kg. Usut punya usut, penampilan jagungnya kurang prima karena telat panen.

Jagung manis dikonsumsi karena rasa manisnya. Dengan demikian kadar gula sangat menentukan kualitasnya. Guna meningkatkan mutu dilakukan perbaikkan varietas dan teknik budidaya. Itu diiringi saat panen yang tepat. Panen terlalu awal atau lambat akan menurunkan kadar gula dalam biji.

Kandungan gula dalam biji jagung manis turun terus setelah mencapai titik maksimum. Bila diketahui saat tepat kadar gula maksimum, maka dapat ditentukan masa panen paling pas. Rasa manis maksimum, mutu meningkat.

Pekebun umumnya memakai jumlah hari untuk menentukan waktu panen. Padahal penetapan umur tanaman dalam satuan hari mempunyai beberapa kelemahan. Umur panen setiap tanaman bervariasi. Tergantung pada beberapa faktor, antara lain varietas dan klimat. Termasuk ke dalam faktor klimat ialah ketinggian tempat dan musim.

sweet corn varietas unggul
Kebun jagung manis

Faktor Varietas dan iklim

Berdasarkan umur, ada 3 golongan jagung manis. Mereka ialah varietas genjah, sedang, dan dalam. Varietas genjah berumur antara 65 sampai 70 hari, misal seleksi Cikarawang. Varietas sedang berumur 75 hari contohnya, seleksi Darmaga 2 dan Super Sweet Corn (Thailand). Sementara varietas dalam umurnya 80 sampai 85 hari.

“Saat panen jagung manis biasanya sekitar 70 hari setelah tanam pada musim hujan,” tutur Indra, staf kelompok tani jagung manis Ciawi, Bogor. Pada musim kemarau umur panen biasanya lebih cepat, hanya 65 hari di daerah Bogor.

Bila ditanam di daerah yang lebih tinggi, umur panen lebih lama. Semakin tinggi lokasi penanaman, umur panen semakin bertambah. Dan sebaliknya. Semakin tinggi tempat maka suhu lingkungan kian rendah.

Suhu lingkungan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Perubahan suhu lingkungan menyebabkan perubahan proses fisiologis tanaman. Karena tanaman tidak dapat mengontrol suhu “tubuhnya”.

Ada tiga titik suhu penting dalam aktivitas tanaman. Pertama suhu minimum. Di bawah suhu lingkungan ini tanaman tidak beraktivitas. Suhu optimum, yaitu selang suhu terjadinya aktivitas maksimum. Terakhir suhu maksimum. Di atas suhu ini aktivitas tanaman kembali terhenti.

panen jagung
Panen tepat waktu agar jagung tetap manis

Metode dan suhu

Dari penelitian di Stasiun Klimatologi BMG Cikarawang, Bogor, ketepatan waktu panen jagung manis dapat dihitung dengan metode akumulasi suhu harian. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa IPB. Pendekatannya adalah sebagai berikut:

Suhu rata-rata ialah suhu rata-rata bulanan saat tanaman jagung di kebun.

Cara pemakaiannya sebagai berikut. Misal waktu tanam Februari. Lokasi penanaman di wilayah Bogor. Catat suhu rata-rata di bulan tanam itu. Misal didapat suhu bulanan, pada Februari 26°C. Jadi, saat panen = 570°C/ (26°C sampai 18°C) = 71,25 hari. Dengan demikian waktu panen yang tepat ialah 72 hari setelah tanam.

Sejak abad ke-18 dinyatakan, tanaman mempunyai kebutuhan tertentu terhadap suhu. Penentuan saat panen dengan metode suhu mengungkapkan hubungan perkembangan tanaman dan suhu lingkungan.

Asumsi yang digunakan hanya ada satu suhu dasar tanaman pada setiap fase tumbuh. Suhu siang dan malam hari sama pentingnya bagi pertumbuhan tanaman. Reaksi tanaman terhadap suhu adalah linier pada semua selang suhu.(Satrio Wibowo)