Budidaya Tani

Tiang Bambu Si Penghemat Biaya

Inilah inovasi terbaru di dunia dragon fruit. Keluarga kaktus-kaktusan itu dirambatkan pada kawat besi yang dibentangkan mirip tali jemuran. Sebuah cara menghemat biaya. Tiang beton seharga Rp10.000 sampai Rp20.000 yang biasa dipakai untuk merambatkan dragon fruit, diganti kawat.

Ada pemandangan tak lazim Kami temui di kebun Vincent Edi Yasin di Wonosalam, Jombang. Buah naga ditanam sepasang sepasang berderet dalam 1 bedeng. Setiap 13 pasang dipisahkan oleh 1 tiang berbentuk T setinggi 2 m. Dua utas kawat dibentangkan sejajar dari 1 tiang ke tiang berikutnya, mirip tali jemuran.

Kawat itu untuk menyangga batang utama tanaman dan tempat sulur-sulur produksi merambat. “Model ini (seperti tiang jemuran, red) saya adopsi dari cara penanaman anggur,” tutur Vincent. Menurut ayah 2 anak itu model tiang jemuran hemat biaya.

Hemat Sampai Rp35.000

Disangga turus bambu sampai tinggi 2 m

Simak saja hitung-hitungan sederhana berikut. Setiap tiang dipisahkan jarak 4 m. Di dalamnya 26 bibit buah naga yang ditanam berpasangan makanya disebut juga sistem double rowing. “Biayanya Rp55.000 sampai Rp60.000 untuk pembuatan dan pemasangan tiang dan kawat,” papar Daniel Kristanto, pengelola kebun.

Dengan sistem Taiwan untuk 26 tanaman dibutuhkan minimal 6 tiang beton. Harga tiang Rp 15.000 per buah termasuk biaya pemasangan. Pekebun harus mengeluarkan dana Rp90.000. Artinya dengan model rambatan anggur hemat biaya Rp30.000 sampai Rp35.000.

Selain lebih murah, model tiang jemuran menghasilkan kualitas buah lebih baik. Pada penanaman dengan 1 tiang,sulur produksi tumbuh rimbun dan saling menaungi.

Dengan model ala Vincent sulur produksi hanya mengarah ke luar barisan. Jumlahnya dibatasi cuma 4 sulur per tanaman sehingga tidak saling menutupi. Bunga lebih banyak muncul, buah lebih manis dan kulit lebih merah.

Pasir

Cara penanaman dengan sistem double rowing sama seperti model tiang beton. Sebelum bibit ditanam, persiapkan bedengan selebar 1 m. Panjang bedengan disesuaikan lokasi penanaman. Di kebun Vincent bervariasi antara 10 sampai 20 m lantaran lahan tak beraturan dan miring. Bedengan satu dengan yang lain berjarak 2 m.

Bersamaan dengan pembuatan bedengan dilakukan pengolahan lahan. Tanah sedalam 30 cm dibolak-balik agar gembur. Sebagian atau seluruhnya lantas dikeluarkan. Lalu isi bedengan dengan pasir setinggi 15 cm.

Tanah galian dicampur pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Diamkan selama 1 minggu baru masukkan kembali ke dalam bedengan di atas pasir. Selama menunggu, tiang T dipasang. Gunakan tiang setinggi 2,5 m dan dibenamkan sedalam 50 cm. Jarak antartiang 4 m.

Setelah bedengan selesai, bibit siap ditanam. Di antara 2 tiang ditanam 26 bibit berpasangan dalam 2 baris berjarak 30 cm. Itu sama dengan jarak antarbibit di dalam barisan tanam. Jumlah 26 bibit disesuaikan dengan kekuatan kawat.

Turus bambu

Bakal tanaman setinggi 30 cm lantas dibenamkan sedalam 5 cm. Jangan terlalu dalam karena rentan busuk. Supaya bibit bisa memanjat gunakan turus bambu sebagai penyangga. Kawat pada tiang baru dipasang setelah bibit mencapai tinggi 60 cm; turus bambu masih dipertahankan. Supaya tahan lama digunakan kawat beton. Diameter 8 mm agar kuat menahan berat tanaman. Sebelum dipasang, balut kawat dengan selang bekas agar tidak melukai tanaman.

Pemasangan kawat beton berikutnya pada saat tanaman setinggi 120 cm. Pada saat mencapai tinggi 180 cm, kawat beton pada ketinggian 60 cm dipindah ke atas. Turus bambu bisa diangkat karena tanaman sudah berdiri ajeg.

Pada ketinggian 2 m ujung batang utama dipangkas sehingga menghasilkan tunas-tunas baru. Calon sulur produksi itu hanya dipertahankan 4 buah per tanaman. Seluruhnya diikat pada kawat dan diarahkan hanya keluar barisan. Setelah posisi sulur mantap sekitar 7 sampai 12 bulan setelah tanam turus bambu dilepas.

Perawatan lain sama seperti penanaman dengan model tiang beton. Misal pemangkasan rutin tunas-tunas air. Penambahan pupuk kandang 2 kali seminggu sebanyak 1 kg per pohon selama masa vegetatif. Memasuki masa generatif, tambahkan pupuk guano dengan dosis sama. Pada umur 1,2 tahun buah siap dipanen.

Dwilaksono Pandu

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed