Raup Untung Berlipat Lewat Bisnis Dan Budidaya Jagung Manis

Setahun terakhir Sigit Djuwarso mempunyai kesibukan baru. Ia memanfaatkan waktu luang untuk berkebun jagung manis. Pada tingkat harga Rp400 per kilo, ia mencapai titik impas. Padahal, Sigit menerima Rp2.000 per kg sehingga jutaan rupiah menggelembungkan pundi-pundinya. Ia tertarik mengembangkan Zea mays itu lantaran risiko dan biaya produksi relatif kecil serta harga stabil. Kestabilan itu setidaknyaLanjutkan membaca

Padi Transgenik Rojolele Tahan Hama Penggerek batang

Perut Tryporyza intertulas mendadak berlubang dan ia pun langsung terkapar. Sepuluh menit lalu penggerek batang itu mengisap pakan kegemarannya, padi. Sayang ia salah sasaran. Yang disantapnya padi rojolele yang mengandung Bacillus thuringiensis. Itulah padi transgenik keluaran Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Di tengah-tengah suara pro-kontra kehadiran teknologi transgenik, Inez Hortense Slamet-Loedin justru tekunLanjutkan membaca

Serangan Virus kuning Pada Tanaman Cabai

Senyum kecut menghiasi bibir Marsudi pada pertengahan 2002. Betapa tidak, 30 ha cabai luluh-lantak diterjang virus kuning keriting. Produktivitas menurun, modal pun tak kembali. “Kerugian saat ini sudah sekitar Rp200-juta,” tutur pekebun di Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang itu.Marsudi tidak sendirian mengalami nestapa itu. Banyak pekebun di desa sekitarnya seperti di kecamatan Mungkid, Sawangan,Lanjutkan membaca

Bulai Cabai, Penyakit Bawaan Benih Yang Hanya Menyerang Tanaman Cabai

Sudah setahun penyakit bulai cabai dilaporkan kehadirannya. Namun, hingga kini serangannya belum teratasi. Malah, makin meluas ke berbagai sentra. Kalau tidak segera ditangani, pasar bakal mengalami kekosongan pasokan. Dalam 2 – 3 bulan ke depan, harga bakal melonjak. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggungjawab? beberapa daerah saya melihat, petani mulai “lempar handuk”. Banyak yang beralihLanjutkan membaca

Pasang Surut Bisnis Impor Ekspor kayu Manis Dalam Negri

Sejak 6 kulan lalu PT Nusantara Bangla Abadi (NBA) menghentikan ekspor kayumanis ke mancanegara. Persaingan harga antar eksportir menjadi pemicu. Seperti efek domino, pekebun dan pengepul turut kena getahnya. Beruntung, nasib buntung itu tak menjalar ke eksportir di Padang, Sumatera Barat. Gejala kelumpuhan ekspor kayu manis itu mulai terasa sejak 1990. Ketika itu terbit suratLanjutkan membaca

3 Jenis Kayumanis Unggulan Sebagai Komoditi Ekspor

Sepuluh tahun menanti Mahmud, pekebun kayumanis di Kabupaten Kerinci, Jambi, dapat mengupas 3—5 kg kulit kering Cinnamomum sp. Sayang harganya cuma Rp3.000/kg kering. Setelah itu ia harus sabar menunggu 6 tahun lagi. Pekebun kayumanis merasa getir, meski tiga jenis selalu diminta pasar. Kulit kayumanis yang diambil Mahmud itu kelak disuling menjadi minyak kayumanis. Selain kulit,Lanjutkan membaca