Raup Untung Berlipat Lewat Bisnis Dan Budidaya Jagung Manis

Setahun terakhir Sigit Djuwarso mempunyai kesibukan baru. Ia memanfaatkan waktu luang untuk berkebun jagung manis. Pada tingkat harga Rp400 per kilo, ia mencapai titik impas. Padahal, Sigit menerima Rp2.000 per kg sehingga jutaan rupiah menggelembungkan pundi-pundinya.

Ia tertarik dalam Budidaya Jagung Manis itu lantaran risiko dan biaya produksi relatif kecil serta harga stabil. Kestabilan itu setidaknya berlaku di Sukoharjo, Jawa Tengah, tempat menanam jagung manis. Di tingkat pekebun harga berkisar Rp 1.500—Rp2.000 per kg boleh jadi lantaran di sana baru berkembang,

Lanjutkan membaca

Padi Transgenik Rojolele Tahan Hama Penggerek batang

Perut Tryporyza intertulas mendadak berlubang dan ia pun langsung terkapar. Sepuluh menit lalu penggerek batang itu mengisap pakan kegemarannya, padi. Sayang ia salah sasaran. Yang disantapnya padi rojolele yang mengandung Bacillus thuringiensis. Itulah tanaman transgenik keluaran Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Di tengah-tengah suara pro-kontra kehadiran teknologi transgenik, Inez Hortense Slamet-Loedin justru tekun meneliti padi rekayasa genetika. Ia bersama timnya mengembangkan tanaman padi tahan hama penggerek batang.

Lanjutkan membaca

Varietas Cabai Hibrida Dan Lokal Yang Siap Bersaing Dipasaran

Pasar benih Cabai Hibrida Indonesia dibanjiri produsen benih dari mancanegara. “Ada 60 jenis cabai merah dari berbagai merek berkeliaran di lahan pekebun,” ujar Agus Setyono dari PT East West Seed Indonesia. Hiruk-pikuk persaingan itu kini kian ramai dengan hadirnya 3 pendatang baru. Mereka adalah 2 benih hibrida dan 1 lokal.

Ketatnya persaingan itu tampak dari kebiasaan pekebun memilih varietas. Ambil contoh di dataran tinggi. Lahan cabai di sana didominasi hot chili.

Lanjutkan membaca

Serangan Bulai Pada Tanaman Cabai

Sudah setahun penyakit bulai cabai dilaporkan kehadirannya. Namun, hingga kini serangannya belum teratasi. Malah, makin meluas ke berbagai sentra. Kalau tidak segera ditangani, pasar bakal mengalami kekosongan pasokan. Dalam 2 – 3 bulan ke depan, harga bakal melonjak. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggungjawab?

beberapa daerah saya melihat, petani mulai “lempar handuk”. Banyak yang beralih ke tanaman lain. Contoh di Muntilan, Kabupaten Magelang, pelaku budidaya cabai mulai melirik tomat dan kol dataran rendah.

Lanjutkan membaca

Virus Dan Hama Penyakit pada Tanaman Cabai

Prawito terpaksa harus gigit jari. Modal Rp200-juta lenyap tak berbekas. Sekitar 10 ha lahan cabai yang digarap bersama petani binaan amblas terserang bulai. Gejala serangan sebenarnya sudah mulai tampak di beberapa titik penanaman sejak kuartal pertama 2002.

Namun, petani di Desa Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, itu tak menduga bila serangan bakal semakin meluas. Karena itu hingga Juli ia tetap mengupayakan penanaman dengan memilih lahan baru. Nyatanya serangan virus tak terbendung.

Lanjutkan membaca

3 Jenis Kayumanis Unggulan Sebagai Komoditi Ekspor

Sepuluh tahun menanti Mahmud, pekebun kayumanis di Kabupaten Kerinci, Jambi, dapat mengupas 3—5 kg kulit kering Cinnamomum sp. Sayang harganya cuma Rp3.000/kg kering. Setelah itu ia harus sabar menunggu 6 tahun lagi. Pekebun kayumanis merasa getir, meski tiga jenis selalu diminta pasar.

Kulit kayumanis yang diambil Mahmud itu kelak disuling menjadi minyak kayumanis. Selain kulit, ranting, dan daun juga bisa dijadikan bahan baku penyulingan. Di kulit batang C. Zcylanicum kandungan sinnamaldehida komponen utama minyak asiri cukup tinggi 2,21%.

Lanjutkan membaca

Tabulampot pohon apel india

Dua orang yang bertamu itu berdiri tegak di beranda sebuah rumah di Wologito, Semarang Barat. Pandangan mata mereka diarahkan ke apel india tabulampot setinggi 1 m yang digelayuti 40-an buah. Sosok tanaman berjuluk indian plum itu selalu mengundang rasa ingin tahu. “Saya bilang saja apel india karena cabangnya meliuk seperti tarian india,” kata Maya, sang tuan rumah.

Buah seukuran telur ayam kampung itu berwarna kuning pucat. Buah menyebar di seluruh cabang pohon. Rasanya manis kesat dan renyah.

Lanjutkan membaca

Durian kerantungan Dari Samarinda

Cobalah Durian kerantungan asal hutan-hutan di seputar Tarakan, Kalimantan Timur. Aroma tak menyengat, daging bertekstur lembut, manis, dan tak membuat enek. “Makan 5 buah pun tak akan mabuk,” tutur Gregori Hambali, kolektor di Bogor. Yang tak kalah enak durian tarian berdaging merah.

Kami pertama kali mencicipi kerantongan saat berkunjung ke Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Hutan-hutan di Kalimantan, Sumatera, dan semenanjung Malaysia memang habitat Durio oxleyanus itu.

Lanjutkan membaca

Icip-icip Manisnya buah naga di Kaki Gunung Arjuna

Masih ingat buah naga berdaging merah yang budidayatani temui di kota Zhongshan, Provinsi Guangdong, Cina Selatan? Bila Anda ingin mencicipi tak perlu datang ke negeri Tirai Bambu. Kini Hylocereus polyrhizus itu bisa dinikmati di kebun berpemandangan ke arah Gunung Arjuna, Wonosalam, Jombang.

Pagi baru saja beranjak siang kala budidayatani menyusuri jalan berliku menuju kebun milik Vincent Edi Yasin. Begitu tiba, deretan pohon cengkih dan salak pondoh menyambut.

Lanjutkan membaca

Cara Masyarakat Ciamis Mendapatkan Pendapatan Sampingan Dari Buah Duku

Kalau Anda tak sengaja menemukan duku di Pasirpanjang, Singapura, boleh jadi itu asal Kabupaten Ciamis. Duku asal Dusun Cililitan, Desa Karanganyar, Kecamatan Ciamis, itu besar, kulit bersih, serta daging manis dan tebal. Di pasar lokal ia dipasarkan dalam karung dengan label CL.

Memasuki musim panen Februari Maret kesibukan kentara di desa-desa di 4 kecamatan sentra duku di Kabupaten Ciamis. Puluhan pengepul desa mengendarai motor atau sepeda menyambangi para pemilik pohon di Kecamatan Cijeunjing,

Lanjutkan membaca