Kreasi Anggur Salak Rasa Tapai Ketan Kreasi Petani Salak Dari Bali

Bila sekali waktu Anda datang ke sentra penanaman salak di Desa Telagae, Karangasem, Bali, cobalah tengok ke toko-toko penjaja oleh-oleh khas setempat. Di situ tersedia botol-botol transparan berisi larutan bening. Anda pang tak meminum alkohol, hati-hati. Itu anggur hasil fermentasi salak bali. Tetap penasaran ingin mencicipi? “Rasanya seperti tapai ketan,” tutur I Wayan Putu Ardika,Lanjutkan membaca

Teknik Tabulampot Durian Pohon Pendek Namun Berbuah Lebat

Nominal itu memang pantas buat tabulampot durian yang berbuah lebat. Pasalnya, durian tergolong sulit dibuahkan di dalam pot. “Durian bukan tanaman yang direkomendasikan untuk tabulampot. Sangat sulit berbuah hingga matang,” kata Eddy Lukito, pemilik nurseri Golden Image, di Jakarta Barat. Menurut Eddy, selama 25 tahun malang-melintang di tanaman buah, hanya 1—2 kali tabulampot durian berbungaLanjutkan membaca

Merawat Sang Mawar Gurun Bebas Dari Serangan Hama

Kaohsiung baru menginjak musim panas, pas untuk melihat adenium bertaburan bunga. Hanya dalam sebulan kondisi tanaman kembali prima usai melewati musim dingin selama 5 bulan. itu terbilang singkat. Bandingkan dengan pekebun adenium di tanah air yang membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk memperbaiki tanaman pascamusim hujan. Padahal, Indonesia beruntung memiliki iklim tropis yang cenderung panas.Lanjutkan membaca

Budidaya Alpukat Tongar Varietas Unggulan Asal Suriname

Sangatlah Pantas Jawal, pakar buah dari Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu), Solok, memuji alpukat tongar. Pasalnya, alpukat mega paninggahan varietas paling unggul hasil penelitiannya hanya mampu berbuah 300— 350 kg per tahun. Tongar rajin berbuah karena tak kenal musim. “Setiap hari bisa dijumpai bunga dan buah,” kata Afrizal Nazar, peneliti di Balai Pengawasan dan SertifikasiLanjutkan membaca

Menikmati Kelezatan Jambu Madu Hijau Jawara Dari Kalimantan Timur

Keputusan juri menyematkan gelar terbaik bagi jambu air madu hijau tidak keliru. Nilai tertinggi dikantongi di setiap parameter penilaian yang dilakukan oleh para juri yang terdiri atas Prof Dr Sri Setyati Harjadi, guru besar Institut Pertanian Bogor; Drs Hendro Soenarjono, pakar hortikultura; Rudi Sendjaja, praktisi pemasaran buah-buahan dan adisucipto. Penampilan jambu air asal Desa AntutanLanjutkan membaca